Sepeda Motor, Lain Daerah Beda Istilah…


Sepeda Motor menurut Wikipedia adalah kendaraan beroda dua yang ditenagai oleh sebuah mesin. Rodanya sebaris dan pada kecepatan tinggi sepeda motor tetap tidak terbalik dan stabil disebabkan oleh gaya giroskopik; pada kecepatan rendah pengaturan berkelanjutan setangnya oleh pengendara memberikan kestabilan.


Sepeda Motor adalah istilah baku, namun dalam prakteknya lebih umum disebut dengan Motor saja. Padahal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata Motor mengandung arti:

n 1 mesin yg menjadi tenaga penggerak: pompa air itu digerakkan oleh — listrik; 2 cak sepeda motor; 3 ki orang yg memegang peranan penting atas jalannya organisasi dsb: dialah yg menjadi — perkumpulan itu;

Ternyata penamaan sepeda motor bisa berbeda di tiap-tiap daerah. Orang-orang terdahulu banyak menyebut sepeda motor dengan Honda. Hal yang bisa dimaklumi karena Honda adalah merk yang pertama kali muncul di Indonesia, analog dengan istilah Sanyo untuk pompa air.

Di tempat asal saya, yaitu daerah Banyumas, dulu sekali orang-orang memang juga menyebut sepeda motor dengan Honda. Namun sejak sekitar tahun 90-an sudah hampir tidak terdengar lagi orang-orang menyebut hal tersebut, sebutan yang dipakai adalah Motor Pit, atau disebut Motor saja. Terkecuali orang-orang yang masih kolot atau yang sudah mbah-mbah.

Ketika kuliah di Solo, saya menemukan istilah yang dipakai orang-orang sana untuk sepeda motor yaitu Brompit dan Pit. Brompit pasti berasal dari istilah Belanda Bromfiets, yaitu semacam motor yang menggunakan pedal untuk menghidupkan mesinnya. Jadi sebelum mesin hidup kita harus menggenjot atau meng-goes terlebih dahulu. Sekarang type seperti ini masih bisa ditemui dengan merk DKW dan Hela.

Pit adalah penyingkatan untuk Brompit. Di tempat asal saya Pit adalah Sepeda (tanpa mesin). Sedangkan di Solo, sepeda  lebih akrab disebut Pit Onthel.

Karenanya, saya sempat terkejut ketika habis melakukan perjalanan jauh dengan Sepeda Motor, kemudian ditanya : “Kowe mrenene ngepit to?”

Di Solo juga ada istilah Montor (ada huruf “n” ditengah). Menurut teman saya yang asli Wonogiri, Montor berarti Mobil :)

Lain lagi di Semarang, disini Sepeda Motor dikenal dengan nama Kendaraan. Jadi jika ditanya :

“Kendaraanmu apa?”, maka yang dimaksud adalah Sepeda Motor.

Itu cuma sedikit contoh yang pernah temui. Di daerah lain yang belum pernah saya akrabi pastinya ada istilah untuk Sepeda Motor yang lain lagi. Yang cukup dikenal, karena sering dimuat di media adalah istilah Kereta, kalo tidak salah di daerah Medan/Sumatra Utara.

Sebenarmya di luar negeri pun Motorbike sering disebut Bike saja.




30 thoughts on “Sepeda Motor, Lain Daerah Beda Istilah…

  1. asem…., gambar kartune marai ngguyu! :mrgreen:
    btw, binter aka kawasaki GTO nya kalo buat kampanye suaranya paling keras! tinggal dicopot saringan knalpotnya dijamin marai budeg kalo cerak2!

    Suka

  2. Ane di semarang, org Semarang aja nyebut motor macem2 lho sebenernya…
    Barusan td malem critanya ane ama temen abis makan di warung, pulangnya pas mau ambil motor di parkiran, temen ane nyeletuk bernada guyon, “Loh, aku mau mangkat nggowo mobil lha saiki koq ganti dadi kendaraan (motor-red)?”
    selain istilah kendaraan, ane jg masi sering ada yg nyebut “Honda” (biasanya org2 tua), “montor”, dan “roda loro” (ini jg biasanya org tua). Pernah jg ada istilah “pit” tp jarang, soalnya di Semarang pit lebih identik dgn Sepeda onthel…

    Suka

  3. neng kalangan tertentu semarang, ono juga sing ngaranine brompit, koyo neng solo.

    mobil, konco2ku semarang ngaranine bo’il.. mbuh seko ngendi istilah’e

    haha

    Suka

  4. @Komentator
    Semarange endi Pak?
    @Lekdjie
    pitmotor apa pitmoNtor
    @TMC
    hondaku Shogun 125
    @JA
    Ooo ngono ta?
    @A Seen
    PitS piye?
    @Ian
    weh kanca lawas, apa kabar bro?
    @Ian & Skyrider
    Boil itu bukannya bahasa prokem, di Jakarta gitu juga kan
    @Lingga
    gledekan kan nggonmu :mrgreen:

    Suka

  5. ssatu lagi, pakdhe… di pembaca Indomotoblog malah menyebutnya dengan nama; Mongtor!!! [gubrak!!!!]

    pakdhe, paket kayaknya masih di jalan niigh…. ditunggu yaa :)

    Suka

  6. Di kampungku jaman dulu di daerah Jember,
    Motor = udhug (mungkin krn bunyinya ya..)
    Sepeda onthel = sepedah

    Tapi sekarang sdh berubah, istilah udhug sdh jarang terdengar, ganti sepeda aja, sepeda onthel jadi sepeda pancal.

    oh iya udhug, pernah dengar

    Suka

  7. alrozi jare arep ngenteni honda full fairing, padahal sing metu honda naked, lha tak kon tuku honda viar ora gelem, yen tak kontuku honda pulsar UG4 mundak congklang

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s