Tentang iklan-iklan ini

Buah Kepel, Mengobati Rasa Penasaran


Berawal dai suatu pembicaraan di milis sekitar bulan Juni 2008, tentang Pendopo Sipanji Banyumas. Ini adalah tempat kenangan sewaktu SMP, karena memang letaknya persis di sebelah sekolah. Kemudian pembicaraan berujung kepada Buah Kepel. Dijelaskan secara singkat, kepel adalah tanaman yang unik, karena berbuah di batang pohonnya.

Kepel from Wikipedia

Karena penasaran, kemudian ditujulah Wikipedia. Di sana dijelaskan bahwa buah kepel adalah tanaman keraton, berkhasiat untuk deodorant alami, pencegah kehamilan (KB) alami juga untuk obat beberapa penyakit.

Makin penasaran sewaktu perjalanan Cilacap-Semarang, ketika melewati pertigaan dekat Kantor Walikota Magelang. Yaitu pertigaan tempat berpisahnya jalur ke arah Jogja dan ke arah Purworejo. Di pertigaan tersbut banyak pohon unik yang buahnya bergantung di batang pohonnya. “Jangan-jangan itu yang dinamakan kepel.”, pikir saya. Ingin rasanya turun dari bis dan mengamati dari dekat tanaman tersebut, namun tidak mungkin karena perjalanan masih jauh.

Namun akhirnya kesampaian juga turun di pertigaan tersebut, bukan karena sengaja turun, namun karena bisnya dioper. Bisa juga melihat secara langsung pohon dan buah kepel. Sayangnya buahnya belum ada yang matang. Dari ciri fisik buah serta pohonnya, sepertinya masih ada kekerabatan dengan tanaman Pala. Dan ternyata masih satu kelas, yaitu Magnoliopsida

Ketika menulis di Twitter, yang otomatis nyambung ke Facebook, ternyata banyak tanggapan. Dan beberapa ternyata teman sekolah saya yang di rumahnya mempunyai pohon Kepel. Kebetulan teman saya tersebut berada persis di sebelah Pendopo Sipanji Banyumas.

Akhirnya ketika ada long weekend di awal bulan April, saya kesampaian juga menikmati buah kepel.

Bagi yang belum mengetahui, berikut cara menikmati:

Buah kepel yang sudah matang adalah yang kulitnya sudah berwarna coklat, atau lebih pastinya jika digores akan muncul warna kuning.

Kupas kulitnya dengan pisau. Mengupasnya harus agak dalam, karena kulitnya mengandung rasa pahit.

Seperti inilah daging buahnya, juga bijinya. Didalam satu buah kepel terdapat kurang lebih 8 sampai 10biji. Sehingga dikatakan bagian yang bisa dimakan hanyalah sekitar 40 %.

Bagian yang bisa dimakan adalah daging buahnya yang berwarna kuning dan lapisan yang menyelimuti bijinya yang berwarna kuning transparan. Daging buah buah yang berwarna kuning berasa manis dengan ada campuran rasa pahit. Sedangkan lapisan di sekeliling bijinya, manis tanpa rasa pahit. Cara makannya seperti kita makan rambuatan. Namun ketika makan bagian ini harus hati-hati, karena sangat licin, bisa-bisa masuk ke dalam kerongkongan bisa bahaya. Dua bagian itu mempunyai aroma agak harum.

Apakah dengan memakan buah kepel ni keringat saya jadi harum, saya tidak tahu. Mungkin harus rutin memakannya agar khasiatnya terasa. Yang jelas rasa penasaran sudah terobati.

referensi:

http://tanamanobat.org/452/kepel/

http://alamendah.wordpress.com/2010/02/16/buah-kepel-stelechocarpus-burahol-kegemaran-putri-keraton/

Tentang iklan-iklan ini

About Maskur

maskurblog.wordpress.com

Posted on April 8, 2010, in FOOD and tagged , , . Bookmark the permalink. 24 Komentar.

  1. keduaxxxx….wah enak tenan rasane kui…. :mrgreen:

    Suka

  2. ketigaxxx…..sayangnya langka….. :mrgreen:

    Suka

  3. klimaxx….ahh…tukokke pakde…sak kilo glem aq…xiixixi :mrgreen:

    Suka

  4. wah emang ana sing adol to?

    Suka

  5. ono..tapi uangel ngolek’e…pas kui aq tau di kei oleh2 buah kepel…jarene seng ngoleh2….angil ngolek buah iki nek pasar tradisional… :mrgreen:

    Suka

  6. sayangnya buah yang unik ini mulai langka. mungkin lantaran daging buahnya yang dapat termanfaatkan (dimakan) hanya sedikit.

    Suka

  7. Dipasar Magelang sblah utara pecinan serg bgt nemu ada yg jwl buah kepel.

    Suka

  8. @Mbak Katryna
    wah di sebelah mana tuh

    Suka

  9. jangankan kepel,sawo saja dah jarang..

    Suka

  10. @Lekdjie
    Kalo sawo itu dimana-mana ada. Kalau kepel itu adanya di daerah Jogja, Magelang. Di Banyumas ada karena dulu bekas Kadipaten

    Suka

  11. di tempat sinau saya masih ada uwit kepel, Pakdhe… emang kok, bisa membuat BB harum… sewar!!!!

    dulu, katanya memang dipakai oleh selir2 dan permaisuri para raja untuk obat kecantikan… memang manis dan legit rasanya…

    Suka

  12. @Al-Rozi
    Wajar, soalnya dirimu di Jogja. Kalo tidak salah sekarang Kepel dianggap tanaman khas Jogja

    Suka

  13. maza wong banyumaz durung pernah mangan kepel ket cilik kang,,,,ganu zkul nang ndi rika,,,

    Suka

  14. buah kepel mengingatkan pada jaman SDq mas…
    Soale di depan sekolah mesti jadi rebutan…
    Sing sek atos dipendemi…he..he…

    Salam kenal dari ngawi

    Suka

  15. @bemby
    kepel kan bukan buah asli Banyumas, jadi tidak di setiap tempat ada pohonnya. Aku dulu SMPN1 Banyumas
    @Sastro
    Ooo di Ngawi juga ada Kepel?
    Tinggal nunggku bro A Seen bikin bonsainya :)

    Suka

  16. wooo iki to sing arep dibonsai, kikiki, tar buahnya jadi kecil lho mas bro kalau dibikin bonsai

    Suka

  17. mas aku njaluk bibit utowo biji ne lah, arep tak tandur… wis 25 tahun kok ora nemu kepel kangen rasane…. sopo wong e sing duwe uwit utowo wiji kepel yen oleh tak tuku yooo… di tunggu neng fitoriy157@yahoo.com

    Suka

  18. adik aji yg tinggal di winong rajin rajinlah belajar ya ………………………. jangan cengeng ntar beli piza okeeeeeeeeee

    Suka

  19. Numpang ijin Pak De… Aku jual bibit kepel… hayo yang mau beli telpon aku di 087870181552 atau email ke mundirun07@gmail.com. Suwun yo Pak De!

    Suka

  20. Ass,,bagi temen2 yang penasaran dengan buah kepel atau ingin menanamnya, silahkan hub:Akin di 085245244975
    Saya menyediakan bibitnya dengan harga Rp.15.000/pohon
    Lokasi, Parung Bogor,bisa pesan antar.
    Wassalam

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.347 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: