Tentang iklan-iklan ini

Andrea Dovizioso, Kurang Semangat, Kalah Motor atau Patuh Pada Skenario


Andrea Dovizioso atau banyak yang memanggil dengan Dovi saja bergabung di team elit MotoGP. Prestasinya bisa dibilang “lumayan”, kalah moncer dibanding rivalnya ketika di GP 250, Jorge Lorenzo. Dia mendapat motor Honda yang berspek numero uno. Tapi jangankan sering juara, podium pun tidak selalu. Aksinya selama ini selalu saya menggemaskan menyebalkan. Bisa menyerang, tapi amat sangat terlalu“cari aman”

Dia pernah juara Donington Park tahun 2009 dengan cara “cuma” menguntit Rossi ketika trek basah, dan kemudian melenggang sendirian ketika Rossi jatuh. Tahun 2011 dimana motornya adalah motor “spek juara”, namun dia baru berani bertarung dengan Rossi di 2 race (Estoril & Le Mans)ketika kondisinya sudah tanpa gangguan dan finish dan podium di depan mata. Di race Catalunya terakhir, dia tercatat mempunyai topspeed tertinggi, jarak dengan Ben Spies juga tidak terlalu jauh, kok dia sepertinya puas di posisi 4. Kenapa ya?

Kalah motorkah? Jika team Repsol mengatur siapa yang terpenting dan yang ketiga, ketika Pedrosa absen, Dovi seharusnya menjadi yang kedua. Apakah dia kurang skill, kurang semangat, cari aman, atau patuh pada skenario HRC. Kalo patuh pada skenario sebagai “pembalap ketiga”, kenapa juga tidak fight dengan pembalap lain dari awal? Atau ada skenario lain?

Tentang iklan-iklan ini

About Maskur

maskurblog.wordpress.com

Posted on Juni 6, 2011, in MOTORCYCLES and tagged , , . Bookmark the permalink. 23 Komentar.

  1. patuh pada atasan.. biar musim depan di pake lagi..

    Suka

  2. Siapa sangka dilemans kemarin berani fight dgn lorenz dan rossi.
    Dan tragisnya dovi yg menang.
    Tp overall banyak jebloknya.
    Sbenernya Pedrosa sdikit unggul skill dan naluri juara.
    Tp sayang staminanya kurang sip dan kurang brani fight/mental bertarung kurang.

    Saat ini yg paling oke masih lorenzo disusul stoner

    Suka

  3. fighting spiritnya kurang…..

    perlu di infus sama simoncelli keliatannya…

    Suka

  4. DOVI belajar,,keren
    ” fighting spiritnya kurang…..

    perlu di infus sama simoncelli keliatannya…”
    infus sindrome GILA

    Suka

  5. yahonsuwakanja

    karena motornya dovi lemot….
    Stoner juara berani latebreaking dan ngedrift..

    Ben Spies smashkin kedepan…

    Suka

  6. mbuh… :mrgreen:

    Suka

  7. yg jelas, masalah ada di orangnya…bukan di motornya..
    mungkin gaya balap Dovi ngga cocok sama RC sableng…padahal waktu di GP250 dulu, dia mantaff loh…pake motor Honda yg udah karatan tapi bisa kejar2an sama Lorenzo…

    Suka

  8. Dovizioso disappointed with fourth

    Sunday, 5 June 2011
    Repsol Honda rider Andrea Dovizioso took fourth position today in the Gran Premi Aperol de Catalunya today, launching himself up to fourth in the championship, though felt he could have fought for the podium.
    Dovizioso disappointed with fourth

    Dovizioso passed Valentino Rossi early in the race to pursue Ben Spies and remained in fourth position until the finish, where he crossed just under a second behind Spies. But the Italian wasn’t happy with missing the podium, stating that the wet warm up and the variable conditions during the race made traction difficult, especially when a light rain began to appear with 12 laps remaining.

    Andrea Dovisioso
    “I didn’t have a perfect start and this complicated the race. In the first laps with a full tank, I didn’t have good stability in the front. With the hard tyres the traction was not so good compared to Lorenzo, Spies and Rossi who were riding with soft tyres. Even if we improved compared to Le Mans in terms of lap times, I’m not happy finishing 4th position, five seconds behind the winner. Today we were fast and I think that with a good start we could have at least fought for the podium. I’m sorry for my team as they worked hard during the whole weekend. Now I look forward to next weekend’s race in Silverstone, a circuit that I like and where I hope to get a good result”.

    ——————————————
    Dovizioso Kecewa dengan Keempat

    Minggu, 5 Juni 2011
    Repsol Honda rider Andrea Dovizioso mengambil posisi keempat hari ini di Gran Premi Aperol de Catalunya hari ini, meluncurkan diri ke urutan keempat di kejuaraan, meskipun merasa dia bisa berjuang untuk podium.
    Dovizioso kecewa dengan keempat

    Dovizioso melewati Valentino Rossi di awal lomba untuk mengejar Ben Spies dan tetap di posisi keempat sampai selesai, di mana ia menyeberangi hanya bawah kedua di belakang Spies. Tapi Italia tidak senang dengan hilang podium, menyatakan bahwa basah hangat dan kondisi variabel selama perlombaan membuat traksi sulit, terutama ketika hujan cahaya mulai muncul dengan 12 lap tersisa.

    Andrea Dovisioso
    “Saya tidak memiliki awal yang sempurna dan rumit ini perlombaan Pada lap pertama dengan tangki penuh, aku tidak memiliki kestabilan yang baik di depan.. Dengan traksi ban keras itu tidak begitu baik dibandingkan dengan Lorenzo, Spies dan Rossi yang mengendarai dengan ban lunak. Bahkan jika kita meningkat dibandingkan dengan Le Mans dalam hal waktu putaran, aku tidak senang menyelesaikan posisi ke-4, lima detik di belakang pemenang Hari ini kami cepat dan. saya berpikir bahwa dengan awal yang baik kita bisa memiliki setidaknya berjuang untuk podium Maaf untuk tim saya karena mereka bekerja keras selama akhir pekan seluruh.. Sekarang saya berharap untuk balapan akhir pekan depan di Silverstone, sirkuit yang saya suka dan di mana saya berharap untuk mendapatkan yang baik hasil “.

    Source: motogp.com

    Suka

  9. robotic_munky

    padahal kemarin saya pikir dovi bakalan nyusul spies . . .
    tapi kok smpe akhir gtu2 aja . . . (kecewa.com)

    Suka

  10. Lagi ada masalah keluarga ‘kali??? :mrgreen:
    *sotoy.de

    Suka

  11. aku yo ra nonton….lg lier2 nang bus ramayana :)

    Suka

  12. kalo dibilang patuh pada skenario, rasanya adalah salah!
    posisi Dovi di repsol honda jelas sangat tidak menguntungkan karena sudah terancam oleh kedatangan Simonceli.
    problem terbesar Dovi adalah posisi dia yang hanya sebagai pembalap ketiga, sangat mungkin jatah motornya telah di alihkan oleh honda kepada Simonceli

    Suka

  13. Kalau dibilang “skenario” jelas gak mungkin…wong dia hanya sanggup finish diposisi ke-4 dibelakang duo Yamaha.
    Kalau dia di posisi runner up dan punya peluang menyalip stoner tapi gak dia lakukan…kemungkinan besar karena ada skenario.
    Tapi race sepanjang 2011 gak pernah seperti itu, jadi jelas bukan skenario.
    Kalau skenario, untuk race kemarin dia pasti ngotot mengejar duo Yamaha untuk mengamankan posisi pabrikan Honda.

    Gw sih melihatnya karena memang settingan motornya gak memungkinkan untuk podium.
    Kalau skill 11-12 lah…buktinya bisa fight dengan Rossi.
    Masalah terbesar Dovi adalah walaupun dia di tim pabrikan tapi respon dukungan teknis dari HRC gak secepat pada Stoner apalagi Pedrosa.

    Ingat Bro…walau base motor sama tapi untuk melakukan settingan motor menyesuaikan riding style & keinginan pembalap perlu dukungan teknis dari teknisi & engineer tim.
    Biar Dovi menjelaskan sampai berbusa-busa ke mekanik tim-nya tapi kalau respon dari teknisi & pabrikan Honda gak seimbang ya percuma….mekanik tim-nya hanya pasrah men-setting motornya semampu yang bisa dilakukan.
    Kalau hanya sekadar setting pre-load suspensi, mapping waktu pengapian, ubah jenis ban sih mekanik bisa lakukan.
    Tapi kalau minta ubah geometri chassis, ukuran suspensi depan, lengan ayun, karakter delivery power motor, dll…mekanik tim yo pasrah saja kalau teknisi & engineer Honda gak support… ya tho?

    Yang dialami oleh Dovi juga dialami Hayden & Edwards waktu masih di Honda, makanya Edwards buru-buru kabur.

    Seperti teori telur & ayam, gak tau yang mana yang menjadi penyebab utamanya.
    Apakah prestasi Dovi yang kurang mengkilap sehingga dukungan teknisi pabrikan kurang.
    Atau terbalik, karena dukungan teknisi pabrikan kurang sehingga prestasi Dovi kurang mengkilap & konsisten…
    Hanya mereka yang tau…

    Suka

  14. ben piss
    komen yang dalem banget….ubahan geometri sasis…ckckckck sering denger tapi ga tau maksude… apakah penyesuaian ukuran dan bobot serta diameter sasis disesuaikan dengan karakter dan bobot ridernya?

    Suka

  15. Ubahan geometri chassis tujuannya bukan masalah ukuran, bobot, maupun diameternya tapi sasarannya adalah masalah distribusi bobot, kekuatan & fleksibiltas chassis dalam merespon gaya-gaya yang diterima saat menikung, mengerem & akselerasi.
    Karena pengaruhnya sangat besar pada kestabilan & delivery power motor.

    Suka

  16. kalo skenario mendingan pindah tim aja :D

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.342 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: