Galundheng, Roti Tradisional Yang Tetap “Ngangeni”


Galudeng, kue tradisional ini saya temui secara langsung hanya di Banyumas. Namun ketika mencari di engine search, ternyata di daerah lain juga ada, walaupun dari penampilan di foto agak sedkiti berbeda. Barangkali karena perbedaan style tiap daerah menjadikannya terlihat tidak sama.

Di Semarang saya pernah menemukan makanan yang mirip bernama Bolang-baling. Yang membedakan adalah kulit luarnya yang terlihat coklat muda. Juga teksturnya yang agak renyah. Ukurannya juga lebih kecil. Galundeng versi Banyumas bertekstur campuran renyah dan lunak di kulit luarnya. Lapisan campuran gulanya terasa sekali. Tekstur dalamnya empuk ber-rongga.

Kalo tidak salah bahan pembuat utamanya adalah terigu. Dimasak dengan cara digoreng. Di Banyumas dulu sewaktu masih sekolah, sering saya lihat banyak galundeng yang akan diangkut ke daerah lain di selatan Alun-alun Banyumas. Menurut informasi, makanan ini memang dibuat di desa Pekunden, kurang lebih 1 km dari Alun-alun.

Walaupun “cuma” makanan pasar, kue ini selalu “ngangeni”. Apalagi ketika masih berada di daerah lain..mmmm..terbayang gurih-manisnya.

Thread kaskus tentang galundeng : Ana sing ngerti tempat sing adol galundeng ???

Artikel galundeng dari derah lain, nama sama- beda rupa : Jogja1, Jogja2, Temanggung.

34 thoughts on “Galundheng, Roti Tradisional Yang Tetap “Ngangeni”

    • Nang Banyumas ya ana sing ngarani golang-galing, bentuke ya gedhe, kiye kebeneran ulih sing cilik

      ~Dipun kirim saking Cilacap kota Bercahaya ngagem Samsung GT-S5830~

      Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s