Antara Monoshock Dengan Doubleshock


Shockbreaker monoshock itu memang mendongkrak penampilan dan bikin stabil. Kata teman saya:...”Ah ya tidak mungkin., pasti kuat yang dual shock.” 

Hmm..sepertinya kawan saya itu rancu dalam memahami kestabilan dengan kekuatan. Secara logika gampang saja, dua pasti lebih kuat daripada satu.

“Tapi kok motor-motor enduro juga pakai monoshock, Itu kan motor buat ajrut-ajrutan, berarti monoshock kuat dong?”

Ini juga sesuatu yang rancu lagi, antara kekuatan meredam getaran dengan kekuatan menahan beban. Beda kan?

Tentang monoshock, saya menemukan beberapa hal, yaitu

  1. Redaman lebih lembut, barangkali karena posisinya yang dekat dengan as roda membuatnya lebih cepat meredam getaran.
  2. Keren, karena serasa motor-motor balap, atau istilahnya sporty. :mrgreen:
  3. Stabil, karena redaman dipusatkan di satu titik. Bandingkan dengan dual shock, jika kanan kiri tidak seirama maka goyangannya labil.
  4. Canggih, dengan penopang berjumlah satu, apalagi dengan posisinya yang dekat dengan poros swing arm, maka perlu sistem yang lebih advanced agar bisa menanggung beban setara dual shock. Sistem swing arm ini menggunakan prinsip tuas (tipe 3), makin dekat dengan poros tuas maka gaya yang diperlukan untuk menekan menahan beban akan lebih besar.

Namun monoshock juga memiliki kekurangan:

  1. Kemampuan menahan beban kurang. Jika beban yang sama ditanggung oleh satu shockbreaker dibandingkan dengan dipikul oleh dua shockbreaker, pasti yang dual shock aka menerima beban kurang lebih setengah dari beban total.
  2. Umur lebih pendek, karena semua beban ditanggung satu shockbreaker pasti akan lebih cepat rusak.
  3. Lebih mahal, karena canggih maka secara logika pasti lebih mahal dari shock biasa. Selain itu untuk mengatasi permasalahn umur pendek, maka diperlukan sistem yang lebih canggih lagi, pasti sebanding dengan biaya yang diperlukan.

Barangkali ada yang kurang atau kelebihan CMIIW.

===========================================

Ada bentuk lain dari monoshock yang digunakan oleh matic-matic yang beredar di Indonesia, yang ini perlu pengetahuan lebih lanjut.

WordPressed by Android on The Galaxy

49 thoughts on “Antara Monoshock Dengan Doubleshock

  1. saya nemu diagram unik tentang monoshock desmosedici RR (trellis frame :mrgreen: ). sistem monoshocknya bukan menekan/memampatkan tapi merenggangkan shockbreaker

    Suka

  2. bro ak mau tanya ukuran dual shock antara revo 110 and vixion. pulsar cocok gak? klo cocok ane mau motor ane blasteran revo 110 pake shock pulsar gan. thank sblmnya

    Suka

  3. klo menurut saya lebih perfeck monoshock dibanding doubleshock.
    Sebab monoshock lebih kompak karena hanya satu, sementara double sulit utk kompak krn dua.
    Soal menahan beban, monoshock jelas gak masalah, krn pasti dibuat dgn material yg mumpuni, sbg contoh lihatlah motorcross menggunakan monoshock..,walaupun buat jumping sekalipun shock breaker gak masalah.

    Suka

  4. arm “H” lebih cocok dengan dual shock, arm “A” cocok untuk monoshock. monoshock pada arm “H” motor cenderung nggak stabil buat nikung, contohnya pada motor …………..nggak usah disebut ah

    Suka

  5. Bisa gak motor satria fu gue di bikin dual shock, soalnya mau buat boncengan bertiga, kira2 berapa beayanya dan dimana bengkelnya? lokasi jakarta….thanks

    Suka

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s