About these ads

Mie Ongklok Pak Muhadi – Wonosobo


Lewat kota Wonosobo dimana sebelumnya terkena gerimis di daerah Kledung, dimana perut dalam keadaan kencoooootttttttt.... Teringat tentang Mie Ongklok yang katanya khas Wonosobo. Akhirnya dengan petunjuk Kang Uung mampirlah kita di sebuah warung Mie Ongklok, berlabel Pak Muhyadi Wonosobo. Melihat parkiran, tampaknya warung ini cukup ramai.

Setelah masuk ke dalam dan mendapat tempat duduk, memang warung ini ramai terus. Sepanjang menanti pesanan datang, bangku kosong segera terisi kembali. Saat itu waktu menunjukkan jam 14:30 WIB.

Pesananan datang lumayan lama, sempat disalip pendatang baru yang baru duduk. Hrrgh… protes ke pelayan. Sambil menunggu 2 buah tempe goreng tepung digunakan sebagai pengganjal perut. Untungnya tak berapa lama pesanan kami datang. Bakmi dan sate ayam bumbu kacang, serta teh anget.

Mie ini berupa mie pipih dimasak dengan kuah bumbu, ditambah sayur kol serta sedikit sawi. Juga ada sedkit kuah kental, sepertinya semacam petis cair namun tipis-tipis saja rasanya. Agak sedikit kecewa karena berharap sawi akan lebih banyak daripada kol. Porsinya juga sepertinya agak kurang banyak di saat perut keroncongan.

Kalo saya bilang, mie ini rasanya tidak terlalu istimewa. Yang membuat berbeda hanyalah karena teman makannya adalah sate ayam. Cak Poer said :“Nothing special.” Kok ramai? Kurang tahu, sepertinya nama besarnya yang membuatnya dipadati pembeli. Harganya? Kalo boleh saya bilang agak mahal. 3 Porsi Mie Ongklok dan Sate tambah 2 teh anget, satu teh tawar dan 3 buah tempe goreng tepung suruh bayar 56 ribu. Berarti satu orang kurang lebih 19 ribu.

Kalo membandingkan pengalaman Azizy dan juga Pak Guru Andhi Suranto, tampak menggiurkan dan murah. Namun yang ini kok beda, baik rasa, bentuk (sesuai deskripsi) dan yang jelas harganya. Biasanya walaupun beda warung, makanan yang bernama sama di suatu daerah sama, rasanya beda tipis saja. Tak apalah buat pengalaman.

Selesai makan, bayar parkir 3 motor 1500, ternyata penjaganya tidak mau, minta tambah…hrgghhh……….Pelit (yo ben, kecewa kok)

About these ads

About imam maskur

maskurblog.wordpress.com

Posted on Oktober 15, 2011, in FOOD and tagged , . Bookmark the permalink. 32 Komentar.

  1. hhahaa. .
    Pertamax. . . ,
    follow blog’ku ya! :)

    Suka

  2. weeewww judule mie ongklol recall serries to iki? operpress pisan :mrgreen: sing tak coba dulu padahal just IDR 8K :mrgreen:

    Suka

  3. hahahaha antara harga sama rasa ga singkron berarti

    Suka

  4. emang yen warungan ngono larang….yen mampir omahku malah gratis tis tis tis

    Suka

  5. kuliner maneh…

    Suka

  6. Penjaga mie jozz wajar bilang nothing special
    Wuzzzzz

    Suka

  7. ^ wkwkwkkwk…asli kok mas bro ga dibuat-buat padahal waktu itu lapar sangat (biasanya kalo laper makan apa aja jadi nikmat) :) , masih penasaran yg versi best valuenya (rasa & harga).

    Yg enak malah satenya (tapi tetep operpres) :mrgreen: xixixixi

    Suka

  8. berarti sing ngasih testimoni sebelumnya ilate kurang sengsitip mas imam xuxpxiixi kabioorrrrr…

    Suka

  9. kadang kalo soal citra rasa itu aneh beberapa kali mecoba tempat makan yang di rekomendasikan teman berujung kecewa kebanyakan soal rasa,padahal kalo diliat pengunjungnya banyak tapi rasanya nggak ngalor nggak ngidul

    Suka

  10. dari fotonya sudah ketauan tidak enak :mrgreen:

    Suka

  11. jadi penasaran mie ongklok

    Suka

  12. kok sate ayam oom!?
    biasan e sate sapi lo..

    titip ya:
    http://varput.wordpress.com/2011/09/10/ke-dieng-yuk/

    Suka

  13. Walaaah… Koyok nang Jakarta ae regone…

    Suka

  14. Wah kalau saya makan mi ongklok di tempat Pak Muhadi kok enak ya? Satenya sate sapi bukan sate ayam…..Salam http://jendelakatatiti.wordpress.com.

    Suka

  15. mampir ng sebelahe goleh tempe kemul…

    Suka

  16. mungkin karena sudah diwariskan kepada generasi kedua mas, jadi sudah tidak orisinil, hehehe

    Suka

  17. WELEH..tetep paling enak mie ongklok yg orisinil dari penciptanya..

    Suka

  18. itu lho mie yg berlokasi di jl.a yani tpi letaknya di trotoar kri jln yg arahnya dri banjarnegara. namanya MIE ONGKLOK & SATE PAK YADI… ternyata gk kalah enaknya dengan mie ongklok yg di kios2.. dan yg paling penting ternya pak yadi itu tidak lain adalah anaknya pencipta mie ongklok itu sendiri lho… weh…weh… nyummmyyy….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.134 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: