Tentang iklan-iklan ini

[Nontong Wayang Lagi] Dalang Gino – Arjuna Galau


Wah akhirnya kamis kemarin saya bisa menonton wayang kembali. Hobby masa kecil ini sekarang jarang tersalurkan karena wayang termasuk sesuatu yang riweuh, ribet dan repot. Hanya orang-orang tertentu yang menanggapnya ketika hajatan.

Kali ini dalang yang tampil adalah THE MOST FAMOUS DALANG IN GAGRAG BANYUMAS, pembawa genre sendiri untuk wayang a la Banyumasan yang menjadi trendsetter hampir semua dalang lokal yaitu Ki Sugino Siswocarito alaias Dalang Gino.

Dalang Gino yang asalnya dari Notog ini sudah berumur 76 tahun. Mendalang sejak umur 20 tahun yang artinya sudah 50 tahun menjadi dalang…dan masih aktif sampai sekarang… Luar biasa, mengingat mendalang itu membutuhkan kekuatan prima, duduk dari malam sampai pagi tanpa beranjak.

Beliau selain laris ditanggap juga banyak membuat rekaman kaset wayang yang dulu rutin diputar oleh radio-radio di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Pak Gino juga membuat genre sendiri untuk wayang Gagrag Banyumas. Ada pengembangan dibandingkan dengan gagarag Banyumas asali seperti yang dibawa Ki Sugito Purbocarito (ayah Mayangsari). Di wilayah eks Karesidenan Banyumas, dalang Gino yang mengawali permaian lampu dan suara efek bahkan penggunaan drum dan cymbal.

Tampak dalang, niaga, sinden dan simpingan wayang, masih standar tidak terlalu lebar seperti dalang Kukuh.

Wayang milik dalang Gino dahulu sepertinya mirip wayang gagrag Yogya. Tapi sekarang menggunakan style Solo dengan ukuran yang lebih kecil.

Lakon kali ini menceritakan tentang perjodohan raden Gatotkaca dengan dewi Pergiwa. Perjodohan ini mendapat halangan dari kubu astina yang menginginkan untuk melamar dewi Pergiwa untuk raden Lesmana puta mahkota Astina. Karena tidak tahu nama lakonnya saya sebut saja ARJUNA GALAU :mrgreen: Kok galau?

Ketika Arjuna menunggu lamaran dari kakaknya, Bima (ayah Gatutkaca) datang utusan Astina dengan membawa surat dari Banowati, permaisuri Duryudana yang merupakan selingkuhan Arjuna. Isi surat menyebutkan bahwa dewi Pergiwa adalah anak mereka (Arjuna + Banowati), alias anak hasil perselingkuhan.

Sedangkan Lesmana aslinya adalah anak Jin.Kisahnya, ketika Banowati melahirkan, bayinya perempuan yang mirip Arjuna. Untuk menyamarkan jejak bayi perempuan ini dikasihkan ke salah satu istri Arjuna yang kebetulan baru melahirkan. Kresna mengambil anak jin lalu disulap jadi bayi laki-laki dan dianggap sebagai anak Duryudana… jahat sekali ternyata Pandawa itu.

Tentang cerita wayangnya mayoritas penonton tidak perduli. Mereka berkumpul di belakang niaga sambil melihat-lihat sindennya.. hehehehe :lol:

Apalagi ketika gara-gara, makin banyaklah yang menonton.

Sinden muda tampil menyanyikan lagu dangdut yang sedang populer.

Sinden primadona tidak mau kalah. Ada juga sinden yang manri lengger.

Penontonnya banyak, penuh sesak di belakang panggung.

Yang di depan kelir cuma beberapa. Termasuk saya  lho… :shock:

Setelah Gara-gara usai, cerita wayang dilanjutkan dengan singkat padat dan kurang jelas. Intinya masalah dapat diatasi, Gatutkaca akhirnya menikah dengan Pergiwa.

Secara keseluruhan, sepanjang pengalaman saya menonton dalang Gino, yang menonjol dari dia adalah inovasi progresifnya. Menjadikan pertunjukkan wayang lebih mengibur, termasuk adanya sinden yang berjoged di daerah Banyumas dulu dia yang mengawali. Dari segi gaya mendalang, sabetan-sabetannya tidaklah terlalu istimewa. Apalagi ditambah dengan umur beliau yang sudah hampir 80 tahun. Namun bagaimanapun dia termasuk dalang yang laris sampai sekarang, buktinya 2 hari besoknya dia juga akan tampil lagi di Kelurahan sebelah.

 

 

 

Tentang iklan-iklan ini

About I-M

maskurblog.wordpress.com

Posted on September 15, 2012, in CULTURE, FUN and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. Seorang Arjuna ternyata juga bisa galau…

    Suka

  2. sinden yang urutan ke 3 dr kiri sepertinya cantik hehehehe

    Suka

  3. brigade jalan raya

    Kok dalang itu tahan ya duduk lama. Apa resepnya ya? :)

    Suka

  4. wah rame yg datangnya, kaya konser musik aja hehe…… ayo duduk pak, di depan kosong tuh, sambil ngopi juga bisa xixix…….

    Suka

  5. bar nton wayang maca komik garudayana.. pas.

    jan, syg bgt antasena g dilakonin.

    Suka

  6. Tapa Kungkum Gino meniti karir dari bawah. Sebelum menjadi dalang, ia pernah mengalami masa pahit, pedih, dan sengsara. Beranjak dewasa, ia menjadi pemain kethoprak dan wayang orang. Setelah itu menganggur dan tak punya mata pencaharian. Kebolehannya memainkan siter ia manfaatkan. Dengan siternya itu ia ngamen, njajah desa milang kori”. Ia bertualang dari kota ke kota, sepanjang Cirebon hingga Gunung Kawi. “Saat nyiter itu saya mirip gelandangan,” kenangnya. Ia sering tidur di makam-makam keramat, di setiap kota yang dilaluinya dengan berjalan kaki.

    Suka

  7. arjuna galau ?? bisa yahh ??
    hihihihihiii
    aku g’suka, g’ngerti sama wayang bahasanya juga ..
    aku bukan orang jawa ko’

    $#@#$$##@##@#@#$$$

    Suka

  8. Kok arjuna galau judulnya ?wow ini mantel yang bener Aja, abis aku sendiri ingin tahu judulnya sayaaaaang!

    Suka

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.349 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: