Kancil, Pembodohan Moral Bangsa


Kancil motif timun

Tahu dongeng Kancil Nyolong Timun. Intinya di sini dikisahkan Kancil bisa lolos dari tangan Pak Tani dengan “kecerdikan”. Padahal lebih tepat disebut “kelicikan”, yaitu dengan cara menipu. Sebenarnya ini adalah sesuatu yang mengerikan yang diajarkan kepada anak kecil dan bahkan masuk di buku pelajaran sekolah.

Dongeng ini mengajarkan tipu muslihat juga membenarkan seorang pencuri, karena dia tokoh utama cerita ini. 

Jadi terbayang kondisi negeri ini, banyak tipu daya untuk keuntungan sendiri dan juga pembenaran kepada orang yang menjadi tokoh walaupun dia berbuat salah.

“Ah itu kan cuma dongeng, cuma perumpamaan.”

Justru itu, karena dongeng jadi konsumennya adalah anak-anak yang masih lugu. Perumpamaan bisa dianggap suatu yang nyata dan tertanam di pikiran mereka bahwa boleh menipu, boleh mencuri dan semacamnya. Kenapa ya dongeng anak sebelum tidur itu tidak diisi dengan kisah-kisah rasul yang benar-benar terjadi dan benar-benar patut diteladani.

18 thoughts on “Kancil, Pembodohan Moral Bangsa

    • Setuja juga. xixi

      Yang parah itu lagunya “si kancil”, si kancil anak nakal… suka curi curi ketimun..

      Lah ini kok ngajarin yang gak bener. diskriminasi namanya :(

      Suka

  1. betul pak dhe….saya juga heran, seolah-olah seperti “mengajarkan” cara melarikan diri dari kesalahan :D :D …mbok ceritanya diganti mengenai kisah kisah inspiratif…tentunya dengan gaya dan bahasa yang sesuai dengan usia mereka

    Suka

  2. sejak kecil didongengi kancil yg cerdik mengakali pak tani
    besarnya jadi pejabat mempermainkan petani (bantuan, pupuk, dll dikorupsi semua)

    Suka

  3. dan juga pembenaran kepada orang yang menjadi tokoh walaupun dia berbuat salah.

    Siapa pakdhe? Siapaaaaaaaaaa…..??? :mrgreen:

    Suka

Komentar ditutup.