Tentang iklan-iklan ini

Arsip Blog

Karena Orientasi Ngeblog Yang Sudah Berbeda

kopdar-blogger-banyumas (1)

Minggu kemarin tanggal 1 Mei, bertepatan dengan hari buruh, saya, Kang Inung dan Cak Pur, ketemu salah seorang anggota New Wave Blogger (apa itu new wave blogger, akan saya bahas kemudian, kalo ingat :D), kang Aan. Dia domisili di Purbalingga namun bekerja di Jakarta, serta asli Magetan dan baru saja mudik semalam dari Jakarta dengan motor bebeknya. :shock: Read the rest of this entry

Tentang iklan-iklan ini

Jalur Gunung Tugel Sekarang Mulus

Jalur Gunung Tugel – Pegalongan pernah saya tulis di : Jalur Keluar Purwokerto Via Gunung Tugel. Tidak lama setelah saya tulis itu malah jalur yang semula jalur desa yang sepi kemudian diobrak-abrik alat-alat berat, yang artinya akan dibangun dan dibikin mulus. Namun ditunggu-tunggu kok proyeknya nggak berlanjut alias MANGKRAK. Kabarnya karena ada kasus korupsi bertepatan dengan pergantian Bupatinya.

Akhirnya jalur tersebut dalam waktu yang cukup lama jadi jalur off-road, buat motor sih asyik aja, kalo mobil ya tidak bisa lewat. Walaupun banyak juga pemotor yang kurang hati-hati jatuh di sana.

Jalur Gunung Tugel (9)

Sudah cukup lama saya tidak melewatinya, November ini seorang teman posting foto jalur ini, tenyata sudah mulusssss : Banyumas-Purwokerto Ngga Lagi Bikin Stress. Berliku-liku namun tidak curam, sambil menikmati pemandangan desa. Kata dia mirip LAGUNA SECA, weh!  Read the rest of this entry

Beli Nopia Langsung Dari “Pabriknya”

Nopia, roti khas Banyumas ini sudah bukan barang aneh lagi. Sudah banyak yang memproduksi, sudah tersebar bahkan ada yang made ini Kartasura. Sebagai orang Banyumas malah belum pernah ke “pabriknya”. Penasaran dengan proses produksinya seperti apa. Nopia 1Akhirnya pas lewat, saya sempatkan mengunjungi salah satu produsen Nopia ini di desa Kalisube. Read the rest of this entry

“Rika Wis Atos Ya Kang?”

Masih dari jalanan Lumbir yang berkelok-kelok, mari kita foto dan dicaci maki bersama .. .. .. :mrgreen:

Sebuah Satria Fu menyalip mobil yang saya naiki. Tampak pengendara dan pemboncengnya berseragam doreng-doreng. Dua-duanya tanpa memakai helm. Jadi penasaran kira-kira dari mana/ke mana tujuan mereka. Patokannya bisa kita lihat dari pelat nomornya. Lho! Pelat nomor ditutupi kardus!

“Rika Wis Atos Ya Kang” kata orang Banyumas. Soalnya yang seragam doreng kan terbiasa latihan fisik keras, barangkali termasuk kepalanya juga keras.

 

 

 

Karisma Yang Bertahan

Jika anda melintasi perempatan Buntu, Kemranjen Banyumas maka akan anda temui papan reklame yang isinya motor jadul. Karisma X warna biru. Tampak dengan gagah bebek 125 cc dari AHM ini. Padahal motornya sendiri sudah jarang terlihat, tenggelam oleh adik-adiknya yang lebih baru.

Ngomong-ngomong aturan masa berlaku reklame itu bagaimana ya? Apakah pemasangnya masih mendapat uang sewanya? Atau memang tidak terurus?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.287 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: