Manfaat Rokok (Rokok Pt. 1)


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Setiap hari dan setiap tempat kita menemukan orang yang merokok, pertanyaannya adalah sebenarnya apakah manfaat dari rokok?

Di mana-mana saya tahunya tentang gembar-gembor kerugian rokok tapi dimana-mana juga saya menemukan bahwa itu merupakan ladang duit dan menyumbang dana bagi berbagai kegiatan-kebanyakan olahraga.

Tidak usahlah dijelaskan apa saja kerugian merokok, semua orang sudah tahu. Saya ingin mengetahui seberapa pentingkah rokok? Apakah dia mengenyangkan? tentu tidak!

Apakah hukum rokok dalam agama? saya tidak bisa menjelaskan, karena saya orang awam dalam agama, tapi sebagai orang awam saya punya sudut yang saya sorot yang saya yakin tidak mungkin salah.

Saya yakin “merokok adalah perbuatan mubazir”, kenapa saya sangat yakin? Jawabannya adalah: “Jika merokok adalah perbuatan berguna (yang berguna pasti berpahala), para perokok pasti baca Bismillah sebelum merokok! Dan itu tidak pernah saya dapati

Mungkin banyak yang berkata: ”Merokok dapat mendatangkan inspirasi, memberikan ketenangan, memberikan penghasilan pada penjualnya, pada pegawai pabriknya dan pada petani tembakau.”

Saya juga bisa berkata: ”Ganja dapat mendatangkan inspirasi, memberikan ketenangan, memberikan penghasilan (yang luar biasa) pada penjualnya, pada perantaranya dan pada penanam ganja.”

Apakah dibenarkan seperti itu?

Sebagai orang yang tidak punya kuasa, saya hanya bisa berdoa, semoga negeri ini tidak hidup dari rokok

Dan sebagai mantan perokok (ya , saya pernah jadi perokok), saya berpesan kepada yang belum merokok, janganlah mendekati rokok, tidak ada manfaatnya

Kepada para pemuda, juanganlah malu dan dianggap “BANCI” jika tidak merokok, semua orang tahu para banci rata-rata merokok

Kepada para ulama , tokoh dan pemuka agama yang merokok, saya minta tolong jelaskan dengan dasar yang kuat, hadist yang shahih, tentang manfaat rokok

Wallahu a’lam bi shawab

10 pemikiran pada “Manfaat Rokok (Rokok Pt. 1)

  1. Mengapa
    Harus Merokok?

    Posted by: fery achmad on: 24
    Februari 2009
    In: Artikel [Bagus] Comment!
    Apakah anda termasuk penggemar
    rokok? Baiklah, sebelum anda
    merogoh saku anda dan mengambil
    uang untuk membeli rokok marilah
    kita berbicara barang sejenak
    dengan akal yang jernih dan pikiran
    yang tenang mengenai hal ini.
    Jangan sampai anda melakukan
    sesuatu yang justru
    membahayakan diri anda dan juga
    orang-orang di sekitar anda.
    Berbicara soal rokok, ada beberapa
    hal yang perlu kita pikirkan :
    Pertama :
    Merokok itu tidak penting
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda, “Salah satu tanda
    kebaikan Islam seseorang adalah
    meninggalkan segala sesuatu yang
    tidak penting baginya. ” (HR. Tirmidzi
    [2239] dari Abu Hurairah
    radhiyallahu ’anhu, disahihkan al-
    Albani dalam Shahih wa Dha’if
    Sunan at-Tirmidzi [2317] as-
    Syamilah). Syaikh as-Sa ’di
    rahimahullah mengatakan,
    “ Kesimpulan tersirat dari hadits ini
    adalah orang yang tidak
    meninggalkan perkara yang tidak
    penting baginya adalah orang yang
    jelek keislamannya. ” (ad-Durrah as-
    Salafiyah, hal. 116).
    Diriwayatkan dari Hasan al-Bashri
    rahimahullah, beliau mengatakan,
    “ Salah satu tanda Allah telah
    berpaling meninggalkan seorang
    hamba adalah ketika Allah
    menjadikan dia sibuk dalam hal-hal
    yang tidak penting baginya. ” (ad-
    Durrah
    as-Salafiyah, hal. 115).
    Menjaga kesehatan merupakan
    perkara penting bagi setiap muslim.
    Orang yang dengan sengaja
    merusak kesehatannya telah
    melakukan sesuatu yang tidak
    penting dan bahkan
    menjerumuskan dirinya ke dalam
    kebinasaan. Padahal, Allah ta ’ala
    berfirman (yang artinya), “Dan
    janganlah kamu menjatuhkan
    dirimu sendiri ke dalam
    kebinasaan. ” (QS. al-Baqarah : 195).
    Di sisi lain, orang yang merusak
    kesehatannya sendiri, maka dia telah
    menyia-nyiakan nikmat yang Allah
    berikan kepadanya. Rasulullah
    shallallahu ‘alaihi wa sallam
    bersabda, “Ada dua buah nikmat
    yang banyak manusia rugi karena
    tidak bisa menggunakannya yaitu;
    kesehatan dan waktu luang. ” (HR.
    Bukhari [6412] dari Ibnu Abbas
    radhiyallahu ’anhuma). Hadits ini
    menunjukkan bahwa kesehatan
    merupakan nikmat dari Allah, oleh
    sebab itu kita harus mensyukuri
    nikmat tersebut.
    Allah ta’ala berfirman (yang artinya),
    “Bersyukurlah kalian kepada-Ku dan
    janganlah kalian kufur.” (QS. al-
    Baqarah : 152). Syukur adalah
    mengakui dengan hati kita bahwa
    nikmat tersebut berasal dari Allah,
    memuji Allah dengan lisan,
    kemudian menggunakan nikmat
    tersebut dalam ketaatan, bukan
    untuk kemaksiatan. Apakah
    merokok termasuk maksiat, nanti
    akan kita bicarakan! Yang jelas
    semua orang -yang masih sehat
    akalnya- bahkan para dokter dan
    pemerintah sekalipun mengakui
    bahwa merokok merugikan
    kesehatan.
    Kedua :
    Merokok menyia-nyiakan harta
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda, “Allah membenci
    untuk kalian; menyebarkan berita
    yang tidak jelas, terlalu banyak
    bertanya yang tidak perlu, dan
    menyia-nyiakan harta. ” (HR. Muslim
    [3236] dari Abu Hurairah
    radhiyallahu ’anhu as-Syamilah).
    Yang dimaksud menyia-nyiakan
    harta adalah menggunakan harta
    untuk keperluan yang tidak
    dibenarkan oleh syari ’at, demikian
    keterangan an-Nawawi rahimahullah
    (Syarh Muslim [6/144] as-Syamilah).
    Allah ta’ala berfirman (yang artinya),
    “Sesungguhnya orang-orang yang
    melakukan tabdzir itu adalah
    saudara-saudara syaitan, sedangkan
    syaitan adalah makhluk yang
    senantiasa kufur kepada
    Rabbnya. ” (QS. al-Israa’ : 27). Ibnu
    Mas’ud radhiyallahu’anhu
    mengatakan, “Tabdzir adalah
    membelanjakan harta bukan dalam
    perkara yang haq. ” Ibnu Abbas juga
    mengatakan demikian. Qatadah
    mengatakan, “Tabdzir adalah
    membelanjakan harta untuk
    bermaksiat kepada Allah ta ’ala, untuk
    keperluan yang tidak benar atau
    untuk mendatangkan
    kerusakan. ” (Tafsir al-Qur’an
    al-’Azhim, 5/53).
    Keterangan di atas menunjukkan
    bahwa orang yang membelanjakan
    hartanya untuk keperluan yang sia-
    sia, menimbulkan kerusakan, atau
    dalam rangka bermaksiat pada
    hakikatnya sedang menjalin
    ukhuwah syaithaniyah. Padahal kita
    semua tahu bahwa syaitan adalah
    musuh kita, lalu bagaimana
    mungkin kita menjadikannya
    sebagai saudara? Allah ta ’ala
    berfirman (yang artinya),
    “ Sesungguhnya syaitan adalah
    musuh kalian maka jadikanlah dia
    sebagai musuh. Sesungguhnya dia
    hanya mengajak kaum pengikutnya
    agar mereka menjadi penghuni-
    penghuni neraka. ” (QS. Fathir : 6).
    Belum lagi kalau kita perhatikan di
    antara sekian banyak kasus
    kebakaran ternyata sumbernya
    adalah puntung rokok dari ’saudara
    syaitan’ yang tidak
    bertanggung jawab! Sungguh bijak
    para pengelola POM bensin, pemilik
    Rumah Sakit, dan takmir masjid
    yang dengan terus terang
    mengatakan kepada para
    pengunjung bahwa merokok itu
    dilarang, dan tidak ada seorang
    pegunjung pun yang memprotes
    mereka! Karena mereka sama-sama
    sepakat bahwa api rokok adalah
    sumber kebinasaan!
    Ketiga :
    Bau menjijikkan dan asap yang
    mengganggu kesehatan
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda, “Seorang muslim
    yang baik adalah orang yang
    membuat kaum muslimin yang
    lainnya selamat dari gangguan lisan
    dan tangannya. Sedangkan orang
    yang berhijrah adalah orang yang
    meninggalkan larangan Allah. ” (HR.
    Bukhari [10] dari Abdullah bin Amr
    radhiyallahu ’anhuma).
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
    sallam bersabda, “Tidaklah beriman
    salah seorang di antara kalian hingga
    dia mencintai bagi saudaranya (atau
    beliau mengatakan; tetangganya)
    sebagaimana yang dicintainya bagi
    dirinya sendiri. ” (HR. Bukhari [13]
    dan Muslim [45] dari Anas bin Malik
    radhiyallahu ’anhu). Di dalam riwayat
    Nasa’i dengan tambahan keterangan
    yaitu, “[berupa] kebaikan.” (HR.
    Nasa’i [4931] as-Syamilah)
    Menjelang wafatnya, Umar bin al-
    Khaththab radhiyallahu ’anhu
    berkhutbah di hadapan para
    sahabat, di antara isi ceramahnya,
    “ Wahai manusia, sesungguhnya
    kalian biasa memakan dua jenis
    tanaman yang tidak sedap baunya
    yaitu bawang merah dan bawang
    putih. Sungguh dahulu aku melihat
    apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi
    wa sallam mendapati bau kedua
    tanaman itu pada [mulut] salah
    seorang yang ada di masjid maka
    beliau menyuruhnya untuk keluar ke
    Baqi ’. Maka barangsiapa di antara
    kalian yang ingin memakannya
    hendaklah dia
    dari Ma’dan bin Abi Thalhah).
    an-Nawawi rahimahullah
    mengatakan, “Sayuran ini -yaitu
    bawang dan semacamnya- adalah
    halal berdasarkan ijma ’ para ulama
    yang diakui pendapatnya.” (Syarh
    Muslim [3/366]). Nabi shallallahu
    ‘ alaihi wa sallam bersabda,
    “Barangsiapa yang memakan jenis
    tanaman yang menjijikkan ini maka
    janganlah dia mendekati kami di
    masjid. ” Setelah mendengar ucapan
    itu para sahabat mengatakan,
    “ Makanan itu diharamkan, iya
    diharamkan.” Kemudian sampailah
    ucapan mereka itu kepada Nabi
    shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka
    beliau pun bersabda, “Hai umat
    manusia, sesungguhnya aku tidak
    berhak mengharamkan apa yang
    Allah halalkan untukku, hanya saja
    aku tidak menyukai bau tanaman
    itu. ” (HR. Muslim [565] dari Abu
    Sa’id).
    Nah, lihatlah wahai saudaraku, kalau
    sesuatu yang halal saja -seperti
    bawang- dapat memunculkan rasa
    tidak suka pada diri Rasulullah
    shallallahu ‘alaihi wa sallam gara-
    gara baunya yang tidak sedap,
    lantas bagaimana lagi dengan
    sesuatu yang membahayakan -yaitu
    rokok- yang menimbulkan bau tak
    sedap di mulut orang yang
    menghisapnya dan mengganggu
    orang dengan asapnya yang
    membuat orang terbatuk-batuk dan
    ‘ terpaksa’ menyerap racun (baca:
    nikotin) ke dalam tubuh mereka?
    Keempat :
    Merokok terbukti membahayakan
    Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –
    yang tidak berbicara menuruti
    kemauan hawa nafsunya- bersabda,
    “ Tidak boleh mendatangkan bahaya
    secara tak sengaja maupun
    disengaja. ” (HR. Ibnu Majah [2331]
    dari Ubadah bin Shamit
    radhiyallahu ’anhu, disahihkan al-
    Albani dalam as-Shahihah [250]).
    Syaikh Dr. Muhammad Shidqi
    mengatakan, “Hadits ini merupakan
    landasan hukum yang tegas
    mengenai pengharaman
    mendatangkan bahaya, sebab
    penafian di sini menggunakan
    ungkapan yang mencakup segala
    objek dan menunjukkan haramnya
    segala jenis bahaya yang dilarang
    oleh syari ’at. Hal itu disebabkan
    perbuatan mendatangkan bahaya
    termasuk dalam kezaliman, kecuali
    tindakan tertentu yang terdapat dalil
    yang mengecualikannya seperti
    hukuman had (potong tangan, dsb)
    dan dijatuhkannya berbagai bentuk
    hukuman…” (al-Wajiz fi Idhahi
    Qawa’id al-Fiqh al-Kulliyah, hal. 252).
    Fatwa Ulama
    Dengan melihat realita dan bukti-
    bukti medis yang ada maka Syaikh
    Muhammad bin Ibrahim
    rahimahullah dalam fatwanya
    menegaskan haramnya
    mengkonsumsi rokok (lihat al-
    Adillah wa al-Barahin ‘ala Hurmat at-
    Tadkhin). Demikian juga al-Lajnah
    ad-Da ’imah (Komite tetap urusan
    fatwa Kerajaan Arab Saudi)
    menyatakan haramnya hal itu dalam
    Fatwanya (Fatawa Lajnah [7/283]
    pertanyaan kedua dari fatwa no
    3623, as-Syamilah). Kita tidak
    menafikan adanya sebagian ulama
    yang menyatakan kebolehannya
    [dan anda telah melihat bahwa dalil-
    dalil yang ada dan bukti medis
    berseberangan dengan pendapat
    mereka], meskipun demikian
    mereka juga mengatakan bahwa
    meninggalkan rokok itulah yang
    lebih baik! (lihat Mathalib Uli an-Nuha
    fi Syarhi Ghayat al-Muntaha [18/212]
    as-Syamilah). Dan perlu diketahui
    bahwa mereka menyatakan
    bolehnya hal itu dengan alasan; [1]
    hukum asal segala sesuatu adalah
    halal, dan [2] tidak ada bukti yang
    menunjukkan bahwa merokok
    dapat merusak kesehatan tubuh,
    sementara pada jaman sekarang
    bukti itu telah tampak bagi setiap
    orang!! Dan kita pun telah paham
    berdasarkan dalil yang ada bahwa
    segala sesuatu yang
    membahayakan adalah dilarang
    dalam agama. Bahkan, hal itu
    merupakan kaidah yang populer di
    kalangan para ulama.
    Berpikirlah!
    Saudaraku, sekarang tanyakanlah
    kepada dirimu sendiri, apakah rokok
    itu berbahaya bagi kesehatan?
    Jawabnya sudah sangat mutawatir
    bukan? Para produsen rokok pun
    mengakuinya. Merokok dapat
    merugikan kesehatan,
    menyebabkan kanker, impotensi,
    gangguan kehamilan, dan janin.
    Itulah peringatan pemerintah kita,
    semoga kita mengindahkan
    peringatan ini dengan sebaik-
    baiknya. Kalau bukan karena rasa
    sayang pemerintah kepada
    rakyatnya tentu mereka tidak akan
    mengharuskan pabrik rokok untuk
    mencantumkan peringatan ini di
    dalam iklan-iklan dan bungkus rokok
    tersebut. Aduhai, alangkah indahnya
    negeri ini jika rakyatnya mau
    menaati pemerintahnya dalam hal
    ketaatan!
    Ucapkanlah selamat tinggal untuk
    rokok, sekarang dan untuk selama-
    lamanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi
    wa sallam bersabda, “Barangsiapa
    yang meninggalkan sesuatu karena
    Allah, maka Allah akan
    menggantikannya dengan sesuatu
    yang lebih baik
    darinya. ” (Disebutkan oleh as-
    Sakhawi dalam al-Maqashid al-
    Hasanah [1/214], as-Suyuthi dalam
    ad-Durrar al-Muntatsirah fi al-
    Ahadits al-Musytahirah [1/19] as-
    Syamilah, Syaikh al-Albani
    mengatakan, “Hadits ini merupakan
    bagian dari sebuah hadits yang
    diriwayatkan oleh Ahmad dan
    sanadnya sahih ”, Hijab al-Mar’ah wa
    Libasuha fi ash-Shalah, hal. 47. al-
    Maktab al-Islami, islamspirit.com).
    Tulisan ini disusun dengan inspirasi
    dari :
    al-Adillah wa al-Barahin ‘ala Hurmat
    at-Tadkhin karya Syaikh Ibrahim
    Muhammad Sarsiq.
    sumber:
    abumushlih.wodpress.com

    Suka

  2. Di ulas panjang-panjang, rokok tetap merugikan…tapi pastinya, ada rugi pasti ada untung saja, dan tentu saja untungnya pasti lebih sedikit daripada berapa orang yang di rugikan.

    Suka

  3. orang yang doyan ngerokok sekalipun ga akan pernah bisa jelasin manfaat merokok, paling banter mereka hanya bisa mencari pembenaran atas perbuatan mereka

    Suka

  4. nih ada penemuan baru yang kebanyakan orang tidak mengetahui bahayanya rokok” ..
    Sejumlah penelitian telah membuktikan dampak buruk merokok yang tak disadari banyak orang.

    Rambut rontok. Efek buruk dari merokok dapat memicu rambut rontok, terutama bagi kaum pria. Menurut ahli kecantikan Dr. Jamuna Pai, zat kimia berbahaya dalam rokok, seperti nikotin dan karbon monoksida menjadi biang kerok kerusakan rambut, seperti kerontokan dan kebotakan dini.

    Gangguan sistem pencernaan. Kebiasaan merokok dapat mempengaruhi seluruh bagian tubuh, termasuk sistem pencernaa. Racun rokok dapat mengikis lapisan perut, sehingga enzim pencernaan tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya, perokok berat sering mengalami kesulitan mencerna makanan.

    Mematikan indera pengecap. Lidah Anda berisiko mati rasa dengan cepat karena keseringan merokok. Rokok dapat membuat lidah seolah sudah bebal dengan rasa rasa manis, pahit asam atau asin.

    Dehidrasi. Mau tak mau, perokok harus minum 2 liter air lebih banyak dari non-perokok. Hal ini dilakukan karena merokok menganggu keseimbangan cairan tubuh. Akibatnya, bibir dan kulit menjadi kering, serta berisiko infeksi saluran kencing.

    Bikin lemas. Kebanyakan orang berpikir merokok membantu memberikan tambahan energi saat beraktivitas. Sayangnya, pemahaman ini salah besar. Rokok malah mengurangi kekuatan paru-paru untuk memompa udara. Yang ada, Anda malah lemas.

    Merusak DNA. Penelitian menyebutkan rokok dapat merusak genetik hanya dalam beberapa menit. Parahnya, merokok juga dapat merusak sperma dan mewariskan kepada anak.

    terimakasihh .. semoga bermanfaattt .
    jauhi rokok mulia dari sekrang ya …
    karna lebih baik mencegah dari pada mengobati …

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s