Pengamen


Setiap hari menjumpai pengamen di bus kota. Timbul pertanyaan : “Untuk apakah uang yang meraka dapatkan dari mengamen”? Pertanyaan yang tidak penting sebenarnya, tapi bolehlah sekali-kali mengetahuinya.

Apakah semua pengamen itu adalah orang yang kurang makan? Banyak dari mereka terlihat merokok, jadi apakah orang yang mampu beli rokok adalah orang yang kurang makan? Karena di sering juga dijumpai pengamen yang mau dibayar dengan rokok.

Kadang juga dijumpai pengaamen yang marah jika orang-orang tidak memberi uang. Sebenarnya apa hak pengamen terhadap uang orang – orang itu?

Apakah dengan “memaksa” orang untuk mendengarkan “jasa hiburan” nya dia merasa orang – orang wajib menghargainya?

Apakah juga orang – orang yang “dipaksa” itu juga merasa terhibur, atau malah terganggu?

Fenomena aneh yang sudah (sangat) umum


3 pemikiran pada “Pengamen

  1. Ping balik: Pengamen Part 2 « Learning To Live

  2. pengamen itu penghasilannya banyak lho, sehari bisa mencapai ribuan bahkan ratusan ribu..
    kalo lagi gak ada uang ya maksa gitu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s