When Panic And Satisfied Collide


Karena ingat salah satu judul lagu : “When Love And Hate Collide ” (lupa bandnya), saya jadi menulis judul seperti di atas. Sepertinya “Panik” dan “Puas” bukanlah lawan kata (antonim), namun dua kata itu berada di sisi yang berseberangan. Malah mungkin lebih mendekati Dream Theater’s “When Dream And Day Unite”

microSDHari kamis malam, saya mengalami 2 hal yang bertubrukan. Yaitu kepanikan di satu sisi dan puas disisi yang lain, dalam waktu yang bersamaan. Panik karena menaruh benda kecil yaitu MicroSD di meja. Kemudian karena banyak pikiran, lupa akan hal itu dan menaruh barang-barang lain yang lebih besar di meja tersebut juga. Panik baru terjadi setelah barang-barang besar itu sudah kembali rapi di tempatnya. Jadi ingat mau memasukkan MicroSD ke HP, ternyata si MicroSD sudah tidak berada di tempatnya. Akhirnya reaksi atas kepanikan itu adalah membongkas barang-barang di rak dan juga membersihkan kolong.

Pada akhirnya si memory external itu ketemu juga, ditempat yang tidak terduga, yaitu di rak tempat pulpen, spidol dll. Wah mungkin si MicroSD juga punya gengsi, jatuhnya milih-milih hehehe.

call berjalan

Sewaktu kepanikan terjadi, saya berusaha agar hati tetap tenang. Biar udara panas, tangan bergrak sana-sini, hati tetap idle. Kemudian ada apnggilan masuk ke HP, ternyata cuma missed call, alias iseng. Dilihat nomor pemanggil ternyata dia adalah orang yang sudah langganan Missed call ke HP saya.

Beberapa saat kemudian ada panggilan masuk, dari nomor yang sama. Saya anatara sengaja dan tidak menekan tombol jawab. Saya menyapa namun tidak ada respon, malah terdengar suara kresek kresek, seperti HP dimasukkan ke tas atau saku. Saya jadi terpikir untuk memberi ‘pelajaran” pada si empunya nomor. Saya biarkan panggilan berkalan, dan saya hidupkan speakernya juga. Agar terdengar kalo ada suara di seberang

Sambil tetap membiarkan panggilan berjalan, saya tetap mencari MicroSD, dan akhirnya setelah “membersihkan” kamar. Barang yang dicari ketemu, ditempat yang malah tidak dibongkar. Emang takdirnya harus bersih-bersih kamar kayaknya.

Sambil menenangkan diri, saya perhatikan terus panggilan berjalan. Akhirnya panggilan berhenti di menit ke 26 detik 16. Mungkin dia sudah sadar atau pulsanya habis. Wkekekekekek.

call log

Iklan

5 pemikiran pada “When Panic And Satisfied Collide

  1. Hehehe, Siemens terakhir masih aku pake, berdampingan dengan HP dari “Market Leader”
    Siemens yang lama ada juga, dianggurin dirumah

    Wah kalo disini sih gak ada pertamax pertamaxan, ni ibarat gubug ditengah hutan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s