Kera Cikakak


Kecamatan Wangon

Hari Jumat tanggal 25 Desember sehabis shalat Jumat, saya dan keluarga bersilaturahmi ke Cikakak. Perjalanan saya tempuh dari Cilacap dengan motor Suzuki Shogun 125, sedangkan keluarga yang lain menggunakan mobil Suzuki Escudo. Cikakak adalah sebuah desa di kecamatan Wangon masuk wilayah kabupaten Banyumas, Jawa Tengah seperti  peta berikut. Lama perjalanan dari Cilacap kurang lebih setengah jam, dengan kecepatan sedang.

Cikakak dikenal dengan desa produsen ciu, ciu adalah semacam cairan ber kadar alkohol tinggi, hasil fermentasi dari ketela pohon. Karenanya di sebut Ciu Boled (Boled = Singkong/Ketela Pohon). Ciu sebenarnya digunakan untuk bahan baku produksi alkohol, namun banyak disalahgunakan sebagai minuman keras. Ciu lain yang terkenal adalah Ciu Bekonang di daerah Sukoharjo.

Selain Ciu, yang terkenak dari Cikakak adalah Masjid Saka Tunggal (Masjid Tiang Satu). Jika biasanya masjid punya soko guru (tiang utama) bejumlah 4, kalo ini cuma satu ditengah. Search singkat dengan google, saya menemukan link ini .

Di sekitar Masjid Saka tunggal, banyak tinggal kera-kera. Sehingga disebut Taman Kera Cikakak. Di sinilah anak-anak saya menemukan pengalaman baru, yaitu ketakutan karena jajan nya direbut oleh kera-kera di Cikakak.

Kera-kera disini terbisa di beri makanan oleh pengelola dan juga pengunjung. Mereka seolah paham apa yang bawa pengunjung adalah untuk mereka. Jika dipermainkan maka mereka akan merebut barang bawaan pengunjung. Bahkan pernah ada cerita motor atau mobil pengunjung akan menjadi sasaran jika mereka marah. Makanya biasanya pengunjung dilarang memotret kera-kera itu karena takut kameranya akan direbut.

Saya dan anak istri pergi ke Taman kera agak terlalu sore, sehingga pengunjungnya cuma kami berempat. Mula-mula ada satu kera yang mungkin semacam tetua suku mendatangi kami. Saya memberinya kacang atom satu satu, rupanya kera yang lain iri, akhirnya puluhan kera turun dari pohon mendatangi kami. Saya lemparkan satu bungkus kacang atom, namun hal itu malah membuat kera-kera makin banyak yang turun berebutan. Dan klimaksnya ketika ada satu kera yang datang dari belakang dan merebut plastik kresek berisi makanan kecil milik anak-anak. Anak-anak saya spontan menjerit dan menangis karena takut dan kaget. Akhirnya kamui kembali ke tempat sodara dan mencari-cari cara dan cerita agar anak-anak tidak trauma dengan kera. Karena itu adalah pengalaman pertama bertemu kera, dan langsung menakutkan.

Kata penduduk sekitar, dulunya kera-kera itu baik dan tidak pernah menyerang hasil pertanian petani sekitar taman kera. Namun akhir-akhir ini mereka suka menjarah dan jangkauan wilayahnya main jauh. Ada yang cerita kalo hal tersebut karena dana untuk pemberian makanan mereka dari pemerintah disunat. Hmmm kalo benar, berarti efek korupsi sampai juga kepada kera yah.

Link:

http://mlente.wordpress.com/2008/09/21/masjid-saka-tunggal-cikakak/

http://banyumasnews.com/2009/07/06/bermain-dengan-ratusan-monyet-di-taman-kera-cikakak-wangon/

Iklan

14 pemikiran pada “Kera Cikakak

  1. katane mas bro dilarang motret pake kamera soale takut direbut.. lha tu ada potonya… kethek’e mbiyen gaweane model pa ya… :mrgreen:
    ternyata banyak banget ya mas populasi kera kayak gitu di taman-taman wisata, di kaliurang, tawangmangu, bahkan sampe sangeh juga keranya spesies gitu.. 😀

    Suka

  2. anu ketheke langka sing KB ya dadi tiap wektu manak, tambah tahun ya tambah akeh, mulane siki ketheke pada nakal, gelem nyolong tanduran karo mlebu ngumah, mbiyen 20 thn yg lalu wektu aq cilik ketheke ora akeh kaya siki ya pd kalem2, trs urung kenang dampak pergaulan bebas dadi sing pd manak ya kethek sing tua-tua, siki kethek nembe teyeng mlaku dikawini ya dadi populasine ora kebendung

    Suka

  3. Ping balik: Cikakak Pt. 2 – Penampakan New Mega Pro « Learning To Life

  4. Ping balik: Modifikasi Atau Merusak (9) « Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s