Bike of My Life Pt 4 – GRAND


Di dunia per bebekan dunia, honda C 70 mungkin yang paling laku terjual. Namun di Indonesia, motor bebek yang paling banyak terlihat di jalanan adalah Astrea Grand. Motor generasi C 100 ini adalah suksesor Astrea Prima. Keluar pertama kali sekitar tahun 1992, kemudian mengalami penambahan lampu sabit sekitar tahun 1994. Mencapai puncak-tanpa saingan di tahun 1996 dengan slogan rajanya patak, yang di usapkan oleh si mulut monyong Mandra. Dulu dari pelajar, ibu-ibu, pegawai negeri, guru serta pedagang menggunakan motor ini. Motor keluaran 1996 ini jugalah yang saya pernah punyai. Namun demi menyegarkan penampilan, tahun 2004 saya mengganti bodynya dengan body Legenda 2.


Inilah motor pertama yang benar-benar dikhususkan untuk saya. Saat itu adalah saya mulai bekerja, yang mensyaratkan mempunyai kendaraan sendiri. Dengan motor inilah saya menjelajah daerah Jawa Tengan Selatan dengan rute terjauh adalah Cilacap-Jogja.

Untuk performa sebenarnya tidak ada yang istimewa dari motor ini. Karena sebelumnya saya adalah RX King Rider, saya malah banyak sekali kehilangan. Yang bisa diunggulkan adalah konsumsi bahan bakarnya yang terbilang paling irit. Dan yang paling saya kesalkan adalah ketika masuk tanjakan (tanjakan di daerah saya terutama). Saya biasa lari di tanjakan tersebut dengan gigi 5 dengan King, sewaktu menggunakan Grand ini, hanya bisa gigi 1. Bahkan diasapi dengan mudah oleh motor sekelas dalam keadaan berboncengan.

Pengalaman buruk dengan motor ini adalah sewaktu akan berangkat kerja, menbrak mobil di lampu merah. Memang saya yang salah, karena masih terbawa rasa King, ketika lampu menyala kuning, saya geber motor ini. Namun ternyata tidak berhasil, terpaksa harus hard braking. Dengan rem depan tromolnya hard braking saya gagal, hampir nabrak Jupiter, berhasil menghindar, namun dibelakangnya ada mobil sedan………brakkkkk!!. Melayanglah 300 rebu ke bengkel kenteng magic.

Tampaknya motor ini adalah salah satu simbol kesuksesan Honda di Indonesia. Tahun 1997 an honda mengganti namanya jadi Astrea Impressa sebagai low end dari Astrea Supra. Di tahun 2000-an dimana serbuan Mocin sempat mengancam, Honda mengeluarkan reinkarnasi Astrea Grand bermesin NF100 dengan nama Astrea Legenda yang berlanjut ke Legenda 2. Bahkan di jaman Honda mulai bermain 125 cc, dikeluarkan motor ber aura Grand bermesin sama dengan Karisma, yaitu Kirana 125, yang sayangnya gagal di pasaran.


Sampai sekarangpun di jalanan masih banyak terlihat motor ini dikendarai. Dan rasanya masih enak dipandang dan tidak terlalu jadul.

Iklan

13 pemikiran pada “Bike of My Life Pt 4 – GRAND

  1. Ping balik: Bike Of My Life Pt. 5 – VEGA « Learning To Life

    • Sudah 13 tahun bersama, saya gunakan Honda Astrea Grand Impressa tahun 2000, sampai sekarang masih tokcer dan menjadi lirikan pengendara lain di Jalan Raya

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s