Bike of My Life Pt 6 – SHOGUN 125


Mulai tahun 2006, selama 2 tahun saya tidak mempunyai sepeda motor. Karena saya merantau di Jakarta dan merasa tidak membutuhkan kendaraan sendiri. Saya hanya menggunakan motor sekali dalam sebulan, yaitu ketika saya pulang ke rumah saja, sekedar belanja keperluan bulanan.

Tahun 2008 akhir, anak-anak saya mulai besar, sehingga istri mulai membutuhkan alat transportasi, saya pun lebih sering pulang karena tempat kerja sudah agak dekat. Selain itu juga persiapan, karena si kecil sudah akan masuk sekolah. Akhirnya saya mulai mencari motor. Dengan beberapa pertimbangan, saya ambil Shogun FD 125.

Target awal sebenarnya Jupiter Z, namun karena sedang naik daun, harganya bekasnya pun membumbung. Atau alternatif lain adalah Karisma, tapi saya merasa sudah sering menggunakannya. Saya pilih Shogun 125 karena penasaran, belum pernah sekalipun naik produk Suzuki ini. Katanya produk-produk Suzuki performanya bagus, pernah juara nasional juga. Dulu ingat iklan yang dibintangi Mamiek motor ini mempunyai slogan : “Mewah Bertenaga”.

Shogun 125 ini menurut saya, adalah bentuk fisiknya yang terlalu besar lampunya. Begitu juga dengan begel belakang serta spakbor belakang yang bentuknya kaku (mengingatkan spakbor Tornado, Shogun Kebo & Satria 120). Untuk performa, saya merasa tarikan awal kurang spontan, jadi saya perlu menarik grip gas lebih dalam agar motor ini mau jalan. Selain itu mungkin ada sedikit gangguan dengan motor ini, jika saya kurang pas menentukan putaran mesin yang pas sewaktu oper gigi, maka dari gigi 1 bisa loncat ke gigi 3. Posisi jok juga terlalu curam (jawa:njengat), jadi sewaktu melakukan pengereman, pembonceng biasanya melorot ke depan.

Tenaga diputaran tengahnya memang mantap. Akselerasi dari kecepatan 40 kpj ke 80 kpj (versi speedometer bawaan motor) lumayan cepat. Untuk topspeed seperti bebek-bebek lain, hanya berkisar 100 kpj. Namun tidak terasa berkurang tenaga jika dibawa sendirian maupun berboncengan, jadi torsinya yang 622 kg.cm memang terasa sekali. Dengan karakter long stroke nya yaitu 55,4 mm, jika menanjak pun juga bisa tetap ngebut. Kelebihan lain adalah bagasi yang lumayan besar, kalo tidak salah lebih besar daripada SupraX125. Motor ini adalah pelopor penggunaan Secure Shutter Key. Odometer Shogun 125 sudah menggunakan type digital, yang sayangnya malah ditinggalkan di versi barunya (FL 125).

Karena ini adalah motor keluarga, maka saya tidak melakukan modifikasi apapun, sekedar penambahan aksesoris keranjang di dek depan agar bisa membawa barang namun tidak menggores plastiknya. Ada keinginan untuk mengganti beberapa part dengan kepunyaan Arashi, sayang sekali karena Arsahi tidak laku maka partnya pun jarang. Yang ingin saya ganti adalah : Spakbor belakang, Begel belakang, Footstep boncenger, Velg serta knalpotnya. Untuk Begel serta Knalpotnya sebenarnya bisa menggunakan Shogun SP, sedangkan velgnya bisa menggunakan kepunyaan Smash SR, yaah ..maybe will be someday.

Shogun 125 di rumah saya sebenarnya adalah motor istri saya, karena dia yang menggunakannya tiap hari. Jarak tempuh rata-rata per hari hanya sekitar 5 km. Saya sendiri paling membawanya 2 minggu sekali dan paling jauh hanya 70 km. Motor ini (menurut saya) enaknya di bawa pelan, atau cepat sekalian, kalo untuk kecepatan sedang bingung mau pake gigi berapa. Pernah di jalan di “uji” oleh anak-anak muda dengan Vega 110 atau Jupiter Z, untuk topspeed imbang, namun saya dalam kondisi berbocengan dan membawa barang-barang, jadi power to weight ratio nya Shogun 125 lebih tinggi.

Iklan

26 pemikiran pada “Bike of My Life Pt 6 – SHOGUN 125

  1. kalo aku pake shogun 125 yg versi kopling rasanya motor tu berat, tapi kalo udah jalan ya wuss wusss.. enteng…
    trus soal bagasi, emang paling gede dibanding bebek lain, bahkan dibanding supra 125 lebih muat banyak yg ini… 🙂

    Suka

  2. @Kb
    betul, tapi aku belum merasakan yang SP
    @JA
    memang wagu, tapi fungsional terutama masalah “bagasi”
    @Nadi & JA
    Wah tidak pernah punya pengalaman sekalipun dengan motor Robot (di tempatku namanya Yamaha Super Deluxe), eh V75 kan Yamaha bebek pertama ya, kalo Yamaha Robot itu udah V80 kalo tidak salah

    Suka

  3. Uratannya gini
    1. Yamaha Autolube 75
    2. Yamaha Autolube 80
    3. Yamaha Super Deluxe
    4. Yamaha Excellent
    5. Yamaha Alfa, Alfa II, Alfa II R, Alfa II Z & Champ
    dst….masuk jaman modern dimulai Force 1

    Suka

  4. Wah maskur Shogun’er juga toh. Aku punyanya yang FL 125 NR 2009. Justru di FL tenaga bawahnya yang galak banget. Kalau lagi serius mah Gigi 1:40kph Gigi 2:75-80kph Gigi 3:100kph(masih bisa lebih, limiter belum kerasa) Gigi 4: temenku bisa sampe 125, tapi aku baru bisa sampe 115(Beratnya temenku 1/2 kalinya badanku). Tapi ya namanya motor Harian kasian juga dipaksa begitu terus.

    Suka

  5. saya pake shogun FD 110, sy pake dari akhir desember 2000, dah hampir 10th. larinya masih enak, bulan maret 2010 lalu saya tes top speed spidonya tembus 130 kpj. udah pernah turun mesin thn 2008, cm ganti piston ma stangnya. sisanya masih standar, saya suka makannya irit banget.. jupe z 2008 standar aja masih lebih boros.. cat nya jg OK banget yg asli belom luntur, tp berhubung sy sering jatuh sayap depan dan sampingnya udah dicat ulang,

    Suka

  6. kalo reset odometer shogun125 gmn caranya sih ??
    motor ku dah mentogg 999999……
    pleass sharing solusinya dunk ??

    Suka

  7. http://www.motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/620

    Seting Odometer Digital
    2009-02-25 16:58:22
    Teknologi fitur motor sekarang sudah semakin maju. Salah satunya odometer digital pada panel spidometar yang diterapkan beberapa merek dan tipe motor. Macam Honda Supra X 125, New Shogun 125, Satria F-150, Bajaj Pulsar 180 dan 200. Selain tidak memakan tempat, pembacaan angka juga lebih cepat dan detail.

    Kendalanya, beberapa merek motor diketahui bermasalah ketika odometer sudah mencapai angka 99.999 km. Angkanya tak mau kembali ke semula (00000 km) alias mentok. “Padahal posisi dan gerak ampere bensin tetap lancar,” protes Adde N., warga Cimanggis, Depok pemilik Shogun 125 yang kebetulan mengalami langsung.

    Dan repotnya lagi, pemilik motor nggak punya panduan batas waktu perawatan berkala. Makanya, Em-Plus akan melacak sebab kenapa angka odometer nggak mau balik lagi ke angka semula. Serta gimana cara mereset odometer bila angka sudah mencapai batas maksimal. Apalagi persoalan seperti ini pastinya tidak cuma dialami Shogun 125 aja.

    Sentot Wibowo dari bagian waranty claim PT Suzuki Indomobil Motor, menuturkan kalau angka odometer digital Suzuki Shogun 125 tak bisa direset manual. Maksudnya bila angka dipanel sudah masuk ke 99.999 km, maka angka itu secara otomatis kembali ke posisi awal.

    “Saya akui Shogun 125 keluaran pertama memang seperti itu dari vendornya. Tapi produk 2007 sampai sekarang sudah tidak lagi. Akan reset secara otomatis. Namun bila ada komsumen yang alami hal serupa, disarankan segera ka main dealer Suzuki terdekat untuk direset kambali,” wanti Sentot.

    Pun begitu juga terjadi pada Honda Supra X 125 keluaran pertama. Tapi setelah diketahui lebih awal, persoalan tidak sampai berlarut karena produk yang sekarang odometernya juga sudah bisa otomatis mereset.

    “Tapi kalau masih ada konsumen yang mengalami, disarakan segera datang ke main dealer terdekat untuk diperbaiki. Dan kalau sudah direset otomatis, jangan heran kalau angka kalibrasi selalu dimulai dari angka 1, 2 atau 3, sebelum masuk ke angka saat ini,” timpal Handy Hariko, Deputy General Manager Technical Service, PT Astra Honda Motor (AHM).

    Sementara pemilik Bajaj Pulsar 180 dan 200 yang hampir semua panelnya digital, juga tidak perlu khawatir. “Sebab di bengkel resmi Bajaj sekala besar, sudah ada alat reset sistem komputer. Alat itu bukan cuma mereset tapi juga melacak kerusakan kelistrikan motor Bajaj,” tutup Nursaid, pemilik bengkel MJ Motor di Jl. Sultan Iskandarmuda, No. 8, Arteri Pondok Indah (Bungur II), Jakarta Selatan, yang pernah tangani odometer seperti itu.

    Begitu!

    Penulis/Foto : Kris/David

    Suka

  8. se-X lg ..tlg donk..kalo ada yg punya info or pengalaman uthak-athik me-reset speedometer Suzuki Shogun 125 yg sudah mentok 999999 bagi2 ke saya….demikian my problem..n thx utk segala atensinya.

    Suka

  9. saya jg pemakai Shogun 125R..emang mantap bawaannya..tp sy jarang ngebut..bawaannya santai aja.

    btw..mas udh gabung d forumnya SUZUKI SHOGUN 125 blm?

    klik-> http://WWW.SML125.CC

    silahkan ngomongin Shogun 125 sepuasnya d sana.

    d tunggu ya.

    MASKUR : Udah gabung lama bro, ID : maskurmambang

    Suka

  10. saya punya sogun fd 125 tahun 2005 yg sudah di tune-up larinya sampe 150 kph……….
    tpi pas kencang mesinnya tba2 mti sndri…………

    ge mna ya solusinya????

    Suka

  11. Sya pengguna Shogun 125 R ’05,,,

    motor ini awet,,, jarang ganti spare part,,,

    cuma iseng aja ganti kampas Satria 120R biar nyentak pas pindah gigi,,,

    Soal tarikan ya gitu deh,,, kalah speed ama SupraX 125,,, tpi soal keawetan mesan jangan ditanya, walau mesin bawaan emang kasar tpi suaranya tetap sama seperti baru,,,

    beda ma’ SupraX 125 06 yg tmen bru 2 tahun motor ngelitik pdhal sring service tiap 2500km,,,

    Suka

  12. hmmm slama 7 tahun pake FD125 kayanya belum pernah ada problem gigi loncat dari 1 ke 3?????????

    ni motor awet bnget mesinnya, tpi syangnya Shockbeker paling keras di kelas bebek, yng kadang menyebabkan body belakang rapuh.

    yg pernah juga nyangkut, itu pu cuma tiga kali waktu masih baru banget.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s