Perilaku Biker Perempuan


Mengenai hal ini sudah banyak diulas, baik di Internet maupun media cetak. Misalnya di sini. Tablod Motorplus juga pernah mengulasnya. Namun saya rasa perlu menambahkan dari sisi saya. Barangkali juga dialami pengguna jalan lain.

Berikut ini diantaranya:

Jarak menyalip terlalu jauh

Karena terlalu hati-hati dan kurang bisa memperkirakan jarak aman dan tepat serta efektif dalam menyalip. Sering kali biker perempuan mengambil jarak terlalu jauh dari objek yang disalip. Hal itu akan membingungkan pengguna jalan di belakangnya , atau bahkan kendaraan dari arah berlawanan tentunya. Hal ini ditambah dengan kecepatan menyalip yang kurang seperti disinggung di atas.

Menyalip dengan pelan

Ketika posisi kita sebagai sama-sama pengguna jalan, baik roda dua maupun roda empat. Kita sering menemui hambatan di jalur kita dan kita harus melakukan kegiatan menyalip. Nah, etika (dan logika) menyalip adalah secepat-cepatnya agar kita bisa kembali ke jalur kita. Di jalan sering ditemui biker perempuan yang menyalip dengan pelan. Mereka tidak menyadari bahaya bila tertabrak kendaraan lain dari arah berlawanan maupun dari arah belakang yang sama-sama menyalip.

Posisi tanggung

Biker perempuan sering memilih jalur yang tanggung. Misal berada ditengah lajur, jadi kendaraan lain yang akan menyalip bingung, karena baik dari sisi kanan maupun sisi kiri tidak memungkinkan. Ditambah lagi dia berjalan pelan, jika di klakson cuma nengok, tapi tetap berjalan seperti sebelumnya, seolah-olah berkata : “ini jalan umum mas, sam-sama bayar pajak.” Atau kasus lain, pengendara perempuan berjalan di sebelah kanan, sementara di sebelah kiri ada kendaran lain yang berjalan, biasanya di jalan dengan yang dilengkapi median. Jadi ada ruang di tengah-tengah diantara dua kendaraan itu, yang seringnya tidak memungkinkan untuk dilewati. Mereka sepertinya perlu pendidikan etika berlalu-lintas.

Pakaian…..

Banyak perempuan mengendarai motor tanpa menggunakan jaket sama sekali, menggunakan jaket tapi dibalik atau menggunakan jaket tapi tidak dikancingkan. Jadi jaket dianggap ribet, atau cuma sebagai pelindung kulit agar tidak menghitam. Sebagai perbandingan, saya tidak berani mengendarai motor tanpa jaket atau pelindung dada, karena kalau tidak, dada pasti sesak. Apakah mungkin kaum hawa itu sudah terlindung paru-parunya dengan adanya pelindung alami sehingga tidak membutuhkan pelindung tambahan.

Selain tidak aman bagi diri mereka sendiri dari safety riding, hal seperti itu juga bisa mengganggu dari segi lain. Banyak kita lihat perempuan menggunakan pakaian ketat, pakaian tembus pandang, pakaian terlalu kecil dan pakaian berkerah rendah. Pakaian-pakaian seperti itu akan mengganggu konsentrasi pengendara lain, terutama yang laki-laki. Baik yang berjalan searah apalagi yang berlawanan arah.

Itu semua penilaian saya, berdasarkan pengamatan sehari-hari. Memang tidak semua biker perempuan berlaku seperti itu, dan tak jarang pula perilaku seperti itu dilakukan biker laki-laki (biasanya biker pemula, orang tua, dan biker yang baru turun dari desa).

Iklan

32 pemikiran pada “Perilaku Biker Perempuan

  1. “mengganggu konsentrasi”.. hehehe.. antara setuju dan tidak untuk yg satu ini.. (untuk biker cowo, malah menguntungkan karena bikin melek yg lagi ‘ngantuk riding’).. 🙂

    Suka

  2. Pengendara wanita yang menggunakan rok mini juga bisa mengakibatkan kecelakaan loh….. maksudnya jika ada pengendara cowok yang malah memperhatikan rok mini dari pada jalan didepannya bisa berakibat nubruk….

    Suka

  3. pengendara yang baru turun dari desa,duhh..tersinggung diriku!!!
    padahal sim ku bukan nembak,safety riding sudah mendarah daging,meski jungkir balik masih sering.
    hai orang2 kota(apaan sih “kota” itu??) jangan belagu dong!!!

    Suka

  4. jiakakakakaka…ada yg ngamuk^^

    paling demen liat cw sexy pake motor sport….pernah digeber2 ama tirev pdhal yg bawa mungil….sebenernya bkn geber2..kebiasaan dia aja kali klo dilampu merah biar gak mati mesinnya…tpi ngibrit loh bawa nya keren kan…..( waktu itu hujan sore2 di areal monas)….

    Suka

  5. Biker permpuan parah. Temen jatuh gara2 biker permpuan main muter arah seenaknya tanpa tengok kanan-kiri.

    Kesimpulannya biker perempuan dr pengalaman sehari2 di jalan:
    1- Biar ada spion segede gajah di mtr tetep aja nggak dimanfaatin, hanya pajangan
    2. Kaca mata kuda. Alias naik motor pandanganya lurussss aje. Mau kanan kirinya ada kontainer atau kereta api kek, sebodo amat.
    3. Ada speedometer nggak pernah diliat, maunye muter gasss aje
    4. Motong arah kanan kiri seenak jidatnya.
    5. Tidak sensitif terhadap situasi dan kondisi lalu lintas di sekitarnya.

    Biker wanita adalah penunggang roda dua yg buruk !

    Suka

  6. @apdri
    pelindung alami adalah pelindung yang tidak bisa dibuat oleh tangan manusia
    @Joe
    Pandangan anda luas sekali
    @shilla
    Jangan tersinggung, kenapa saya berani bilang orang yang baru turun dari desa, jujur aja itu pengalaman pribadiku. Alias sayalah orang desa itu.
    Logikanya, jalan didesa aturannya tidak ketat, boleh dikatakan bebas.
    Nah orang yang terbiasa di jalan desa ketika pertama kali ke jalan kota rata-rata membawa kebiasaan dari desa.
    @Orang awam
    Seburuk itukah?

    Suka

  7. jaket dibalik, krn “imane” ws kuwalik. merasa punya body (bentuk badan) sexy terus ingin show up, kalo jaket g diwalik g keliatan kan bodynya. parahnya (mengerikannya) sifat ingin dmengerti kebawa sampe ke jalan raya (saat berkendara). lagian SIM bs dibeli Gan.. tambah runyam

    Suka

  8. loo…cwek kan punya balon pengaman yg kalo jatuh ngk bisa kempes…malah membal…sudah pernah saya praktekan waktu jatuh gara2 diboncengin cwek…ane yg luka lmyan parah…eh dianya cuma lecet dikit dan mengeluh “Pelindunge” nyut2tan dikit…hehehhehe

    njur njaluk pijet ra?

    👿

    Suka

  9. @14
    YOwis tebak berhadiah,wong ndeso ini cewek/cowok…
    nih gue kasih bantuan
    Shilla

    yang pasti Shilla = oom, kan udah ngaku kalo punya istri

    Suka

  10. aku arep komen ning cak giri males,ribet.
    pengalamanku sih kalo belum siap batin,ono wae alasan gak mau nikah.Tapi jika mental dah siap,bondo dengkul wae ra isin budal nglamar,iyo ra?

    Suka

  11. setuju, tapi banyak juga koq rider cowok yang kelakuannya macam gitu.

    Memang tidak semua biker perempuan berlaku seperti itu, dan tak jarang pula perilaku seperti itu dilakukan biker laki-laki (biasanya biker pemula, orang tua, dan biker yang baru turun dari desa).

    Suka

  12. salam kenal paklek maskur..
    pengalaman pribadi: di perempatan tanpa lampu merah,dari arah kanan mendadak ada skutik nyelonong tanpa peringatan klakson dgn kecepatan lumayan, spontan saya dan bbrp pengendara laen tarik/injak tuas rem sambil misuh2, tapi ya mo marah2 juga percuma, lha wong orang e dah jauh. tapi cakep sih kayaknya.. :mrgreen:

    Suka

  13. @zaqlutv
    salam kenal juga, nah itu dia kadang kaum perempuan menganggap kalo mereka yang salah, dengan modal memelas akan diampuni
    Tapi kalo yang bermasalah sesama perempuan malah bisa jadi runyam

    Suka

  14. tul banget paklek..
    pengalaman kawan, kecelakaan ditabrak rider wedok. berhubung si rider wedok warga setempat, ya si kawan yang nyaris kena gepruk warga setempat. untung ada saksi yang ngeliat.. huff nyarisss…..
    kacian.. kacian.. kacian..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s