[Share]Helm Kedua, Bagaimana Cara Membawanya?


Untuk keperluan tertentu, kita kadang perlu membawa helm kedua. Misalnya untuk menjemput, habis mengantar atau untuk bapak-bapak tukang ojek yang menyediakan helm kedua untuk penumpangnya.

Dijalanan, ada beberapa macam cara yang dilakukan oleh para pengendara motor, diantaranya:

Diikat Disamping

Langkahnya tali helm diikatkan ke begel belakang, posisi helm bisa menghadap ke keluar seperti gambar di atas, ataupun menghadap ke dalam. Cara seperti berresiko helm akan jatuh jika pengunci helm tidak kuat. Resiko lain adalah tersengggol benda lain, seperti kendaraan lain, patok kilometer, trotoar, ataupun pohon jika kita terlalu dekat posisinya dengan benda-benda tersebut. Posisi ini menyebabkan lebar kendaraan kita melebihi standar, sehingga kita bisa salah perhitungan. Pengalaman saya, saya pernah ditabrak motor lain sewaktu saya kan berbelok ke kanan. Saya membawa helm di sisi kiri motor, motor penabrak itu terlalu mepet sehingga menabrak helm bawaan saya dan sayapun ikut jatuh karena keseimbangan terganggu.

Ditempatkan di dek

Posisi di dek hanya bisa dilakukan untuk motor type bebek atau skuter. Penempatan di dek ada beberapa macam. Cara pertama seperti gambar di atas adalah dengan menggantungkan tali helm digantungan dan menempatkan badan helm di deknya. Cara seperti ini tidak mengganggu posisi berkendara, namun mengganggu konsentrasi. Posisi helm yang tidak stabil akan menyebabkan badan helm kadang menyentuh kaki kita, hal ini menyebabkan pikiran terganggu untuk memposisikan helm kembali ke tempat semula.

Cara kedua adalah dengan menjepitkan lubang helm ke ujung jok motor. Dengan langkah ini, posisi helm cukup stabil, namun resikonya lubang helm akan melebar, atau bahasa jawanya mbenggang.

Cara ketiga adalah dengan menggantungkan tali helm di gantungan di dek, dan membiarkan badan helm bergantung di sayap atau tebeng motor. Metode ini resikonya sam seperti dengan memposisikan helm di samping motor.

Mengikat di belakang

Posisi ini paling aman dilakukan, karen posisi helm akan stabil jadi tidak mengganggu handling maupun konsentasi pengendara.

Dari ketiga penempatan di atas, memang penempatan di belakang adalah yang paling disarankan. Pengendara tidak dan helm juga tidak terganggu, jadi safety riding tetap terjaga. Namun tidak praktis karena perlu waktu untuk mengikat maupun melepasnya. Sehingga kebanyakan orang membawa helm di samping maupun di dek. Padahal kedua posisi itu berresiko baik untuk pengendara maupun helmnya, bahkan body motor juga rawan tergores.

Sebenarnya untuk motor jenis Vespa, telah memperhatikan hal itu. Di deknya telah tersedia gantungan dengan pengunci untuk helm

Cara yang benar-benar membuat helm kedua tidak terganggu dan mengganggu adalah di bagasi. Namun sepertinya hanya Suzuki Skywave yang bagasinya muat menampung helm, itupun sepertinya untuk helm type openface

31 pemikiran pada “[Share]Helm Kedua, Bagaimana Cara Membawanya?

  1. skywave muat ko helm full face.. asal tdk ada yg mengganjal.. dan posisi tepat yaitu miring.. lagian helm kedua biasanya lebih hanya half face.. jd inget waktu SMA, jemput pacar bawa helm ke2 tp hanya helm cetok…

    Suka

  2. …nah yang ini tidak terdetect, dia bawa helm atau barang lain di tasnya…

    barang lain upuuuu???

    heeee_

    ya misal laptop atau dokumen gitu :mrgreen: udah diedit kok

    Suka

  3. Kalo aku
    -> iket di jok belakang pakai karet jaring
    -> masukin ke tas helm . . .kebetulan dapet gratisan waktu beli INK
    -> Masukin ke konsol box . . . cuma si pinky doang (soale yang laen gak peke box)

    Suka

  4. @lilypud, Mas Nadhi & MasTaufik
    gak pernah kepikiran mengenai tas, padahal tiap ke Gramedia lihat tas helm. Kalo dijalan gak kelihatan sih yang mana tas helm yang mana yang bukan. Padahal ke Gramedianya hampir tiap hari.
    Kapan2 beli tas helm ah

    Suka

  5. kalau aku tak masukin aja ke box 2 helm fullface muat lagi 🙂
    pernah juga sih dulu waktu belum pake box tak iket pake jaring di jok belakang tapi celakanya waktu itu mungkin kurang kenceng jatuh dan goodbye dah helm ama jaringnya 😦

    mas aku wong cepu lho. . .
    tiap lebaran mudik pake si gambot dan lewat semarang yang jalanya bikin keder. . .

    keep brotherhood,

    salam,

    Suka

  6. ….dan helm juga tidak terganggu,jadi safety riding tetap terjaga….

    dari nadanya,sepertinya pemahaman pakdhe akan safety riding telah berubah(lebih baik).sepertinya seperti saya pakdhe telah mendapat ilmu safety riding dari tempat kang Temmy,..alhamdulillah!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan ke SkyrideR Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s