The Power Of Sandal Jepit


Sandal jepit adalah barang yang semua orang tahu. Gampangnya,sandal jepit adalah sandal yang cara menggunakannya dijepit dengan jari kaki. Walaupun banyak sandal bermerk mengeluarkan produk berbentuk sandal jepit.Namun yang umum disebut sandal jepit adalah sandal karet yang terdiri dari 2 bagian, yaitu alas dan bagian jepit. Yang terkenal misalnya merk Swallow dan Daimatu.
Sandal Jepit.jpg
Benda yang terhitung sepele ini ternyata rawan pencurian. Selain itu juga bisa menimbulkan fitnah dan pertengkaran karena tertukar. Di sisi lain orang tetap menggunakan sandal jepit padahal kondisinya sudah memprihatinkan. Di internet juga ada tips menyambung sandal jepit dengan sedotan .Padahal barang ini harganya murah.
Sandal Jepit buluk.jpg
Karenanya banyak cara dilakukan untuk “menyelamatkan” sandal jepit. Diantaranya:

Ditulis nama
Sandal Jepit dinamai spidol.jpg

Di gurat nama dan ditaruh bukan di tempatnya
Sandal Jepit dinamai gurat.jpg

Sandal Jepit taruh di kaca.jpg

Yang ini sungguh terlalu
Sandal Jepit bawah kotak infaq.jpg
Jika ingin sandal jepit anda berbeda dari yang lain, cobalah cara ini:
Sandal Jepit artistik.jpg dan Sandal Jepit artistik 2.jpg

Maka, kita lihat karakter sandal jepit adalah sebagai berikut;barang sepele namun rawan dicuri, tidak untuk menunjukkan gengsi jadi tidak dirawat, digunakan untuk ke kamar mandi namun digunakan juga untuk wudhu dan ke masjid,dipertahankan lifetimenya walaupun sudah jelek dan penuh sambungan, banyak jasanya tapi tidak akan dikenang.
Adakah karakter manusia seperti itu?

Posted by Wordmobi

26 pemikiran pada “The Power Of Sandal Jepit

  1. Terutama orang pedesaan, walopun sandah udah buluken tapi tetep dipake. Bahkan udah putuspun disambung. Kalo jepitnya yang rusak dipasar ada yang menyediakan onderdil sandal jepit

    Suka

  2. wah, sandal jepit bakal mahal, pemasok besarnya terbakar…
    klo tidak rawan pencurian , tetep ke masjid banyak yg
    pake sandal jepit. praktis dan tahan air 🙂

    Suka

  3. @Listy
    Berarti jangan di hotel, kost saja 😆
    @Juragan apem
    kalo rapet gak bisa dipakai 🙂
    @Mitra & Eltoro
    iya tuh, entar Indonesia krisis sandal Swallow, tapi masih ada Skyway, daimatu dll kok..tenang saja.
    @Dhuwur
    Iya, jangan2 itu sandalmu ya?
    @Shilla
    kayaknya tidak mungkin (baca : tidak mau)
    @Pak Nadhi
    Larang gembokke nimbang sandal-e

    Suka

  4. @Lekdjie
    Yang sandal ijo itu sandalku sendiri
    @Soewoeng
    Kalo begitu memang mental thief
    @Koplak
    mencuri pasti ada hukumannya
    @kosong
    Kebetulan pas memfoto posisinya lagi ramai
    @irawan
    aku lupa dimana, tapi ada tips yang menggunakan sedotan

    Suka

  5. pakdhe 😛

    kalau saya tak masukin kresek dan tak simpen di tas… dijamin aman, kecuali tasnya juga ilang 😀 [jangan sampe deh…]

    Suka

  6. jadi inget 2 janda pahlawan di pegadaian yg lg di perkarakan…jasa2ny benar2 dilupakan..sudah jd nenek2 msh diperkarakan tnpa hati nurani…

    Suka

  7. sandal suamiku dah bulukan tp masih dicari2, tali putus berkali2 tp masih tersedia di toko tali sandalnya 1500. jdnya masih aja kepake hingga sekarang. kl ketauan ibu mertua sampe mencak2, dikira anaknya ga kuat beli sandal 😛

    Suka

  8. @thwuerhouwnguisth (ngapalin tulisan ini bikin tidak waras 98 %)
    itu harus dengan kemampuan di bidang art tingkat tinggi
    @lady
    mencari jepit sandal itu yang sulit, tidak di semua tempat bisa didapat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s