Panel Speedometer Dicopot, Kenapa Yaa?


Speedometer set dibuat dan dipasangkan di sepeda motor tentu maksudnya bukan cuma sekedar hiasan. Indikator kecepatan ini dibuat satu set dengan indikator-indikator lain seperti indikator lampu, indikator sein, odometer, indikator bahan bakar atau juga tachometer atau indikator lain.

Fungsi-fungsi tersebut dibuat untuk mempermudah pengendara mengontrol kondisi motor. Selain itu dari segi estetika akan mendongkrak penampilan motor itu sendiri, sehingga Speedometer set ini dibuat dengan desain khusus untuk tiap-tiap motor.

Namun kenapa banyak pemilik kendaraan yang mencopot Speedometer set ini?

Ooops lupa, kali ini saya membahas motor sport alias motor laki alias motor batangan, katanya sudah bosan dengan bebek :mrgreen:

Saya sama sekali tidak tahu alasannya, bukankan kita jadi tidak bisa melihat berapa kecepatan kita, tinggal berapa bensin kita, apakah sein kita masih menyala padahal kita berjalan lurus, kita menyalakan hi-beam atau lo-beam untuk lampu kita dan sebagainya.

RX King

Motor yang paling umum dicopot Speedometer setnya adalah Yamaha RX King. Motor lain bagaimana? Sama saja, namun tidak sebanyak RX King. Bahkan motor yang terhitung agak hi-tech seperti Vixion yang sudah mengadopsi Radiator dan Injeksi tetap ada yang mencopotnya, bukankah kontrol heat dan ECU sangat penting?  Selain itu dengan odometer kita jadi tahu riwayat kendaraan kita telah menempuh jarak berapa kilometer. CMIIW

Jika pemilik ditanya kenapa mencopot Speedometer set, jawaban seperti dibawah ini yang pernah dan mungkin terdengar:

+Biar awet, nanti kalo dijual lagi speedometernya masih bagus, kacanya belum buram…😯

+Biar nggak pake indikator bensin kan bisa mbuka tutup tangki, lampu sein juga kelihatan kok…😦

+Ngontrol RPM kan pake feeling saja cukup, posisi gigi netral juga kan, pake perasaan laagh…😡

+Lampu? kan kelihatan sorotnya, mana lampu jauh mana lampu dekat…😮

+Apa?motornya jadi kelihatan kayak orang botak, aah Ahmad Dhani juga sekarang botak…😕

Terakhir…

+Ngapain juga ngurusin motor orang lain, motor-motor gue sendiri, apa urusan lu…. 😈 👿

Berikut beberapa motor yang terlihat mencopot speedometer (Foto-foto jepretan sendiri dan dari internet)

Thunder 125
Mega Pro
GL Pro
Ninja 150
Tiger

UPDATED:

Vixion
Iklan

36 pemikiran pada “Panel Speedometer Dicopot, Kenapa Yaa?

  1. dijual bro, buat nambah2 cicilan…
    sebenernya pengen juga sih so2 buka spido buat ngejer gaya sembalap n minimalis…tapi ga ada budget khusus buat bayar tilang huhuhu

    Suka

  2. @kang Taufik:
    klo ditutup selotip aja gimana? khan tetep ga keliatan
    dan yg jelas ga kena Tilang Pasal 285, ayat 1

    (salah satu isinya “musti ada alat pengukur kecepatan”, atau denda 1 bulan / 250ribu rupiah..)

    Lha tuh orang di atas pada copotin Speedometernya, ini aja rasanya speedometer yg ada di mimin gw masih “kurang lengkap”,
    musti tambah pasang GPS, laptop, indikator tekanan ban, indikator sabuk pengaman, indikator laper-tidaknya drivernya, dll dsb, dst

    :mrgreen:

    Suka

  3. Jawaban asal : BIAR DITULIS DI BLOG INI

    Jawaban seurieus : (panel) speedometer itu tidak hanya sebagai pengukur kecepatan. Tapi juga menampilkan sejumlah indikator lain seperti yang ditulis Kang Maskur. Apalagi, untuk motor yang sudah dilengkapi ECU atau Immobilizer yang semua indikatornya nempel di panel dashboard.

    Makanya saya sempat takjub bin ngenes, ketika melihat motor lanang injeksi yang bagian depannya trondol habis, gak ada panel dahsboard. Lalu bagaimana dia bisa tau kalau ECUnya bermasalah? Sensor di crankshaft eror, sensor suhu rewel, dan lain-lain?

    Jangan-jangan jika motor sudah dilengkapi immobilizer, dicopot juga itu alatnya. Pikirnya,”Wah kok ada lampu kecil merah kelip-kelip saat parkir. Jelek ah! Copot saja!.” :mrgreen:

    *setia pada fungsional dan estetika*

    Suka

  4. Alasannya sebenarnya hanya 1 yaitu WEDI DIMALING SPEDOMETERE (takut di embat spidometrnya) karena ada beberapa oknum yang suka mreteli motor yang diparkir tanpa penjagaan…

    Suka

  5. karena memang karakteristik konsumen beraneka ragem bin nyleneh, pakdhe… landasan pesawat saja dijabanin. apalagi spedometer… 😛

    turut berduka bagi korban yang meninggal tetapi kok bisaaa yaa…??? apa ndaak nekaaat… 😀 ups, malah OOT

    Suka

  6. @Kang Nadhi
    Wah setia sekali yah :mrgreen:
    @Gendown
    waduh kalo apa-apa takut dicuri yaaa, karburator aja bisa dicuri, kok nggak dicopot juga? 😀
    @Kang Irawan
    Waduh mending Sepeda dan Motor yah.. tanpa panel speedometer
    @Icaq’s
    Itu kalo tukang ojek, lha kalo bukan? tapi ojek sekarang di desa pun pakenya bebek
    @Alrozi
    Wah itu kelalaian yang punya landasa. Tapi ngetest topspeed di runway memang mantab, tanpa hambatan.
    **pernah nyoba di runway bandara Tunggulwulung Cilacap, tapi memang pesawatnya cuma 1 minggu sekali**

    Suka

  7. saya tidak mencopot speedometer motor saya tapi menutupinya dengan scotline hitam bening, wal hasil speedometer jadi remang2. kanapa saya lakukan itu? karena ketika saya ngebut & angka menunjukkan mulai melewati angka 100kpj tanpa sadar tangan saya mengendurkan gas (memang saya cemen) maksudnya adalah supaya ketika saya ngebut & melihat speedometer yang remang2 saya tidak mengendurkan gas. he he mau cari bala tapi Alhamdulillah sekarang udah gak ngebut2 paling 80kpj.

    Suka

  8. kalo motorq ,,spedooox rusak parah,,,,abis kecelakaan,,,,beli lg mahal,,aq pribadi suka bgt dengan kelengkapan,,tp mau gmana lgg?????,,rusak mazz broooo,,,ya ntr lo ada duit byk bgt,,tak beli lggg,,,

    Suka

  9. Ping balik: Speedometer Tidak Penting, Tombol Lebih Penting « Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s