Bagaimana Memboncengkan Anak Kecil?


Sepeda motor sekarang hampir d imiliki oleh semua kalangan masyarakat. Dari kalangan yang duitnya berlebih sampai kalangan ya pas-pasan. Dari orang yang menggunakan sepeda motor untuk alternatif sampai orang yang menggunakan motor untuk segala-galanya.

Karena merupakan alat transportasi satu-satunya, maka untuk mengangkut anggota keluarganya pun menggunakan sepeda motor. Dan seringkali, yang menjadi pembonceng motor itu adalah anak kecil. Dan kebanyakan bikerΒ  mengabaikan perangkat keselamatan anak kecil.

Yang sering terjadi adalah memposisikan pambonceng anak kecil di depan pengendara.

Dari segi safety riding, memboncengkan lebih dari satu pembonceng sangatlah tidak disarankan.

Namun karena kondisi ekonomi masyarakat kebanyakan yang tidak memungkinkan untuk membeli mobil. Mereka terpaksa melakukannya. Saya yakin mereka sebenarnya merasakan susahnya memboncengkan seperti itu. Ditambah lagi, kepentingan mereka yang tidak terakomodasi oleh angkutan umum. Dan tahu sendiri, bagaimana kondisi angkutan umum di sini.

Jika memang memboncengkan anak kecil tidak bisa dihindari, usahakan mereka berada di belakang pengendara. Posisinya di antara pengendara dan pembonceng yang sudah bisa “dipercaya”.

Namun kadangkala pengendara juga memboncengkan anak kecil tanpa orang ketiga yang sudah bisa “dipercaya”. Dengan kondisi seperti ini banyak yang khawatir, kondisi anak tidak terkontrol jika si anak tetap diposisikan di belakang pengendara. Pengendara tidak tahu apa yang dilakukan oleh si anak, apakah bermain-main yang membahayakan atau bahkan mengantuk. Karenanya anak kecil terpaksa diposisikan di depan pengendara. Ada pula yang tetap menempatkan sang anak di belakang dengan mengikat mereka dengan kain. Namun cara seperti ini sepertinya tetap kurang meyakinkan.

Mungkin salah satu solusi agar sedikit lebih aman adalah melengkapi si anak dengan piranti keamanan yang lengkap. Atau mungkin perlu memodifikasi motor dengan visor tambahan. Karena posisi didepan menyebabkan sang anak langsung terkena angin dari depan. Angin adalah sesuatu yang jahat untuk anak kecil. Ingat!anak kita bukan tameng angin.

Jadi, adakah saran untuk pengendara yang terpaksa memboncengkan anak kecil?

Iklan

46 pemikiran pada “Bagaimana Memboncengkan Anak Kecil?

  1. Laporrr.,, !!
    Ketigaxxx diamankan …

    Kalo bawa anak kecil dan kondisinya dia duduk didepan dan bila perjalanan jauh, menurutku diikat aja pake kain emban, jadi kalo si kecil ngantuk tidak mengganggu ..

    Suka

  2. Oooo alat yang diciptakan oleh seorang ibu itu kah?
    Kok belum pernah lihat aslinya? Apakah kurang praktis bongkar pasangnya, jadi orang tidak memakainya. Tahu sendiri, motor kan alat serbaguna, tidak dikhususkan untuk membawa anak saja.
    Eh alat itu katanya justru dipertanyakan, ketika motor jatuh malah si anak jadi pasif karena terikat, dikhawatirkan malah tambah parah

    Suka

  3. pakdhe, kalau mau silaturrahim dengan bu Iat ada di FB ku… beliaunya merintis bisnis dari 0 lho… saya kenal baik dengan beliau… πŸ˜›

    Suka

  4. 2 dewasa + 1 anak = konfigurasinya sang anak duduknya diapit
    2 dewasa + 2 anak = konfigurasinya dari depan anak, dewasa, anak, dewasa
    2 dewasa + 3 anak = konfigurasinya dari depan anak, dewasa, anak, anak, dewasa
    Ini berdasarkan pengamatan ketika para biker mudik πŸ™‚

    Suka

  5. mbak Iat domisili di Cimanggis, Pakdhe… saya sudah kirim profil mbak Iat di FB panjenengan… dulu sama-sama ikut shell LiveWIRE Bussiness Start-up Award 2008… seumpama tertarik, matur saja; temen rozi ikan pari, Yogya. nuhun

    Suka

  6. @Alrozi, sudah aku duga kalo njenengan itu salah satu peserta Shell Livewire. Masuk jadi pemenang atau cuma finalis? Kalau tidak salah para pemenangnya mendapat kesempatan untuk diekspos media massa.

    *numpang ya kang maskur*

    Suka

  7. @Om Nadi
    mmmm… pripun nggeh? kebetulan saja saya termasuk penerima awardnya πŸ˜› oh ya, tahun 2010 ada lagi lho… saya tag njenengan posternya via FB. seumpama badhe ndherek batas pengumpulan form sampai akhir bulan ini. mengenai publikasi, alhamdulillah dulu diliput oleh Kontan, Tempo, majalah Duit, trans7 program Tunas Bangsaku dan surat kabar harian di Yogyakarta. ada 9 pemenang di program LiveWIRE, dan mbak Iat memang salah satu pemenangnya, salut banget saya sama tekadnya… nuwun2.. πŸ˜€

    [pakdhe, numpang lagi yaa… πŸ˜› ]

    Suka

  8. @Alrozi, waktu itu menang untuk produk chip atau kulit pari?
    Diwawancara atau dimuat di media massa kapan? 2008 atau 2009?
    jangan-jangan yang wawancara itu saya? wawancara by email bukan? kalo iya coba cek email pertanyaan wawancaranya mas.

    * nunut ngiyup kang maskur*

    Suka

  9. komen sama artikel bener2 out of topic :mrgreen:

    tapi ternyata saya jadi makin salut, kemaren2 saya ketemu artis, dan kontributor blog saya pun ternyata orang terkenal… wah.. hebat πŸ˜€

    Suka

  10. pernah jadi pembicaraan hangat dulu di komunitas HTML . .. tentang ibu dan anak yang membonceng motor (bapaknya yg nyetir)
    itu anaknya di gendong dtengah dengan posisi menghadap si ibu sehingga apa pun yang terjadi dengan si anak tetap dapat dipantau sang ibu, cmiiw

    Suka

  11. CLBK= celana lebar barang nya kecil.. *mlayu sak banterrrr-banterrreee….:mrgreen:

    btw mebaca cerita mas nadi mbek mas rozy tadi jadi terharu, kayae bisa dibikin sinetron nih,, πŸ˜€

    Suka

  12. @kang Taufik
    tapi pernah ada kasus anak kecil yang kehabisan nafas karena hal tersebut
    @Kang Nadhi
    Silhahkan gajul-gajulan di sini, kalo lapangan rumput 300 ribu/jam, lapangan biasa 200 ribu/jam. Kalo berlangganan ada diskon

    Suka

  13. @pakdhe Maskur
    pakdhe makasih banget… saya tidak mengira akan bertemu dengan kang Nadhi di sini, dikasih glove AHM dan kaos KoBOI lagi… bener2 susah dinalar peristiwa ini… πŸ™‚

    @Kang Nadhi
    makasih kang duah mampu “membentuk” jati diri saya, luar biasa banget dulu wawancara dari TEMPO. banyak job dan kerjasama di sana-sini setelah artikelnya dimuat, bener2 ruarr biasa. ketemu sampeyan setelah 2 tahun… πŸ˜€ nuwun sanget dan kapan ke Jogja Kang?

    @kb
    makasih banget bro, atas muatan artikel njenengan, ini sudah ada follow up dari hasil artikel njenengan niih. syukur alhamdulillah ada yang siap kerjasama!!! … [lupa, kemarin gak kasih royalti ke bro KB]…

    @HaGe
    maksih bro, supportnya….

    @madev
    ik meneh, apa sudah bosan sama Dani Ramad*an… xixixi πŸ˜€ kabur ah….

    @dhuwur
    usul juga; model chips rumput laut yang sampe sekarang gak dibayar!!! πŸ˜› sampeyan wes tokoh utamanya….

    @ahsanfile
    haha, dbawa santai saja mas bro… just kidding kok… πŸ˜›

    PAKDHE, numpang makan pagi-makan siang-dan makan malam sekalian yaa….. πŸ˜€

    Suka

  14. La tenan to..jebule wong indomotoblog iku dudu wong2 sembarangan…cuma aku yg semprul wae..walah,kudu nyedhak2 ki,ben ketularan pinter…

    Suka

  15. @ 32 dhuwurs : CLBK = Cilik rapopo, ning Lak Bokonge Kenyal
    *oyak nganggo monster jilihan*

    @ Alrozi, toootweeeet ….. :mrgreen: (plesetan pecinta twitter)

    @ Likji : gayamu ndlosor-ndlosor …. :mrgreen:

    Suka

  16. bener2.. sampai mengharu biru.. ko bs ya.. wis moga2 aja bro rozi bsk bs jd menteri. biar bs dompleng di departemennya.. πŸ˜€

    Suka

  17. numpang tanya…saya sangat tertarik dengan artikel ini….karena sangat unik sekali
    1. Bagaimana cara anda menaikan dan mendudukan anak kecil ke atas safety seat itu??
    2. adakah tumpuan kaki buat si anak kecil itu??
    3. bisa dibongkar pasang yah sehingga orang dewasa bisa duduk juga??
    Terima kasih atas perhatian dan balasannya…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s