Review MotoGP Jerez 2010, Lorenzo Terlihat Makin Dewasa


Last late but not Least (Bahasa Indonesianya : biar telat tapi tetap nulis). Melihat gelaran MotoGP Seri 3 2 di Sirkuit Jerez Spanyol, sang juara yaitu Jorge Lorenzo terlihat semakin dewasa. Kita bisa bandingkan dengan seri pertama, dia menggunakan strategi yang sama. Tidak ngotot dari awal, konsisten selama jalannya race, kemudian menusuk dengan telak ketika balapan sudah mendekati final. Memang untuk seri Qatar banyak yang mengatakan dia berhati-hati karena baru saja cedera.

Walapun banyak yang mengatakan bahwa Jorge Lorenzo gila dan nekat. Tapi sekarang kegilaan dan kenekatan pembalap 23 tahun tersbut sudah terkontrol. Bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, atau bahkan di tahun pertama di masuk MotoGP yang pure nekat, malah sepertinya paling nekat diantara sesama rookie kala itu. Menyebabkan dia sering jatuh dengan mengerikan.

Lorenzo bisa memainkan strategy pressure. Mengetahui bahwa motornya mempunyai kemampuan lebih, dan mengerti bahwa Dani Pedrosa lemah ketika ditekan, di lap akhir Lorenzo terus menekan sampai beberapa kali side-by-side atau malah bisa jadi sedikit bersenggolan. Ketika gagal overtake itu terlihat dia seperti akan melebar namun dia bisa mengontrolnya. Justru Pedrosa lah akhirnya yang benar-benar melebar karena tekanan Lorenzo itu, sehingga kehilangan podium 1 bahkan hampir saja di salip Rossi.

Tampaknya pula J-Lo sudah memperhatikan segi entertainment. Memberikan sesuatu yang dramatis kepada seluruh penggemar MotoGP dengan memenangkan balapan ketika menyisakan setengah lap terakhir. Kemudian ketika merayakan kemenangan pertamanya di Jerez itu dia nyemplung ke kolam. Selama ini sang entertainer di MotoGP hanya Valentino Rossi, pembalap lain sepertinya kurang memiliki kemampuan seperti itu.

foto : detik.com/Getty Images

Tentang balapan sendiri hampir saja monoton. Dani Pedrosa, Rossi, Hayden, Stoner dan Dovizioso dari awal bapalan sampai finis bisa dibilang statis. Duel menarik justru ada di perebutan posisi 7 antara Melandri, Simoncelli dan Mika Kalio. Ben Spies tidak bisa menunjukkan Terror nya karena masalah ban. Juara GP 250 terakhir Hiroshi Aoyama juga belum terlihat.

Team Pramac Ducati seperti seri di Qatar, langganan trouble dengan motornya ya, apa nanti cukup cadangan mesinnya sampai akhir musim dengan adanya pembatasan? Team Rizla Suzuki sepetinya jarang kena shoot kamera. Untuk team Gresini Honda dan terutama Melandri sepertinya sudah ada peningkatan, namun belum bisa me-rehebilitasi namanya setelah rusak di Marlboro Ducati. Khusus Valentino Rossi, dua seri ini sang juara bertahan terlihat biasa-biasa saja seperti pembalap lain.

Ada satu pertanyaan, “Kemana topspeed team Repsol Honda yang begitu superior di Losail, kok di Jerez terlihat biasa-biasa saja?”

foto : Motogp.com & detik.com

Iklan

13 pemikiran pada “Review MotoGP Jerez 2010, Lorenzo Terlihat Makin Dewasa

  1. kan di Jerez track lurusnya minim banget beda dengan Losail bro, jadi power honda tak banyak berperan,justru sasis yamaha yang gampang ditekuk lah yang amat berperan, so duo yamahalah yang berjaya

    Suka

  2. sudah diapprove kumendan 🙂
    kalo kuota pembatasan mesin sudah habis masih boleh balapan koq cuman konsekuensinya startnya mundur sekian grip gitu deh (kalo di F1 ganti mesin mundur 10 grip dari sesi hasil kualifikasi resmi) – cmiiw

    Suka

  3. Ping balik: Tweets that mention Review MotoGP Jerez 2010, Lorenzo Terlihat Makin Dewasa « Learning To Life -- Topsy.com

  4. kliatannya lorenzo mulai udah belajar banyak dari ilmunya rossi soal seni membalap (entertain) ini……smoga saja jadi the next rossi…..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s