Blogger Nyebut Merk, Salahkah?


Karena komentar di artikel Akhirnya Ku Menemukanmu. Jadi kepikiran, berarti banyak yang menganggap blog itu sama dengan media umum, semisal Detik.com misalnya. Sehingga ada komentator yang menyarankan agar tidak menyebut merk dan jenis satu produk tertentu.

Bagaimana sebenarnya? Menurut saya, blogger itu bukan wartawan. Tidak tergantung dan terikat oleh produk tertentu. Jadi syah-syah saja menyebut TVS Neo, misalnya.

Blogger itu orang independen, artikel yang ditulisnya bukanlah editorial. Jika mereview suatu produk, maka tidak ada sesuatu dibaliknya. Jika dia menilai positif, bukan berarti memuji. Jika hasil penilaian itu negatif, tidak berarti menjelek-jelekan produk tersebut. Blogger pun tidak dibayar karena tulisannya.

Jadi tidak ada salahnya seorang blogger menyebut merk dan type suatu produk.

Blog ≠ Media

Blogger ≠ Wartawan

Artikel blog ≠ Tajuk rencana

yang benar adalah:

Artikel blog = Surat Pembaca

Karena artikel blog adalah surat pembaca, maka harusnya jika ada review suatu produk oleh blogger dan sang produsen mengetahuinya, bisa menjadi masukan, sekaligus iklan gratis jika review positif.

Bagaimana menurut anda?

48 pemikiran pada “Blogger Nyebut Merk, Salahkah?

  1. Saya setuju..
    Tapi tidak ada salahnya jiga blogger menggunakan blog sebagai sarana pembelajaran tentang menulis yang baik dan benar..
    Jadi kalo memang merasa menyebut produk ataupun copas alangkah sebainya kita memberikan sitasi..

    Suka

  2. Sah-ssah saja, tapi jangan asal-asalan. harus di dukung dengan fakta yang kuat. Misal kita menilai produk ini lemah, kita harus memberikan data dan fakta pendukung yang kuat. Apapun itu, sebuah tulisan tetap ada pertanggungjawaban, karna setiap tulisan selalu ada etikanya, apapun itu namanya. mungkin seperti itu pendapat saya

    Suka

  3. sengtuju Den…tapi hati-hati dalam stiap tindakan apapun itu lebih baik untuk mengantisipasi segala kemungkinan, tapi jangan sampai keheti-hatian itu membatasi/membelenggu kreatifitas…

    Suka

  4. @traveler2009, Pak Guru rizal hadi, Adi & kang Tri
    Maksudnya gini, seperti di atikel tentang obat batuk, saya menyatakan, Obat A tidak manjur bagi saya kemudian saya berpindah ke obat B.
    saya tidak menjelekkan produk A. Cuma CURHAT bahwa yang manjur bagi saya yang mana.
    Tapi memang merk dan jenis saya sebutkan
    Silahkan baca artikel Akhirnya Ku Menemukanmu

    Suka

  5. gak masalah mbah nyebut merk…emang tujuannya memberitakan toh? lagian blog sebenernya adalah halaman pribadi, catatan pribadi. jadi gak ada yang salah

    IMO, saya justru lebih pusing baca tulisan yang ada bintang-bintang sensornya ****….hah….malah jadi minum bintang 7 nanti

    Suka

  6. hmm klo gak nulis merk ya sama jg boong lah bro…hmmm ngreview apaan ntar klo g, klo sebut merk kan nanti ada yg kontra dan pro jd atmosfer diskusinya bisa muncul! klo cuma merk A vs Merk b sy mah ogah, wong ga jelas :D, ntar informasinya jg jd ga jelas, bisa2 dipelintir oleh klonengan2 tdk bertanggung jawab!

    Suka

    • @Pak Mitra, Sigit Bhakti, Fajar A
      Wah komen terdahulu agak setengah tegas
      kalo dari Blogger motor & komentatornya tegas banget : BOLEH dan HARUS
      @Penerjemah
      Bingung kenapa ya????
      masih bingung sekarang

      Suka

  7. mau komen…..
    justru karena blogger yang sifatnya cenderung independen dan tidak terikat oleh lembaga, dia punya ruang gerak lebih bebas menyebutkan merek. itu dalam konteks semata-mata obyektifitas dan apa adanya. nah, independensi macam itu menurut saya bahkan belum tentu bisa dirasakan oleh wartawan yang berada di bawah organisasi atau lembaga tertentu, pasti ada rasa sungkan dan rikuh. nah beda lagi kalo siapapun termasuk blogger nyebut merek hanya untuk menjelek-jelekkan…….

    tapi kalo pakdhe maskur udah jadi blogger selebritis dengan kunjungan per hari sampai 1000 hit atau lebih, nah baru deh nyebut merek pun harus hati-hati, betapapun “mulia” tujuannya :mrgreen:

    Suka

  8. setuju banget ama pak dhe, lia semisal kita bahas komparasi brand masa’ harus gini
    komparasi si jadul vs si katanya jadul
    atau
    h*n*a diserang abis-abisan oleh pabrikan g*r*u*a*a
    atau
    TV* meluncurkan *e*
    jajal, ra bingung piye?

    Suka

  9. eh, ada lho yang namanya post paid, alias tulisan berbayar. Sepengetahuan saya, ada beberapa kok, narablog senior yang post paid. Tentu mereka elegan dengan menyebut bahwa itu merupakan post paid. Ini sama dengan media konvensional yang membedakan halaman berita dengan advertorial (iklan). Nah, halaman iklan itu biasa ditulis di (umumnya) di bagian bawah berupa iklan/advertorial.

    Back to topik, soal narablog post paid, itu juga ada dua model. Pertama, tulisannya itu berbayar tetapi kontennya diserahkan sepenuhnya kepada si narablog, tanpa ada campur tangan si pengiklan. Paling si pengiklan hanya memberikan guidence seperlunya saja.

    Yang seperti itu, biasanya si pengiklan (yang biasanya perusahaan besar) sudah mengenal baik reputasi si narablog. :-D. Jadi percaya betul akan kualitas dan konten posting yang dipesan.

    Kedua, baik narablog dan pengiklan terlibat langsung dalam konten tulisan. Nah, biasanya, sebelum diposting, ada semacam proses “approval” dari si pengiklan. Setelah semua OK (judul, isi, format, etc) barulah diposting oleh si narablog.

    Begitu yang saya tahu. 😀

    *menulislah karena itu ikhtiar untuk melawan lupa*

    #menulis tidak hanya menggores pena, mengetik di keyboard. Tapi dia bisa hadir dalam wujud pendokumentasian foto dan video.

    #asal jangan merekema pideo AP, LM, dan CT lhooo :mrgreen:

    Suka

  10. @pak nadi
    oh iya benar. Contohnya mario devan itu ya, juga ahass bintang motor. Jelas2 mewakili merk. Juga yang pake wp hosting pribadi yang bisa ditempelin iklan di dalamnya

    Suka

  11. nyebut merk jelek/bagus?
    ane sih free aja…kunjungan kadang lebih dari 1000/hari

    santai aja ane ngomong kalo bebek itu culun…

    xixixixi..

    namanya juga blogger, nulis karena “passion”

    kalo jelek ya bilang aja jelek, kalo bagus bilang bagus..

    Suka

  12. haiyah…ane mah blogger nubi cupu..kalo yg selebritis itu kang Taufik sama mas Tri tttuuhh…

    menurut ane salah satu tanggung jawab blogger selain mewartakan dengan jujur, adalah juga harus mendidik pembacanya..

    apalagi di era kemalasan manusia sekarang ini..

    Suka

  13. @ nadhi
    ane termasuk blogger pre-paid di salah satu media..(bareng mas Tri juga..hehehe)

    tapi mereka gak ngatur2 konten dan gaya bahasa…alias suka2 ane..

    bayarannya…ya buat nabung bayar hosting..hehehe

    Suka

  14. @ Maskur 24, sepengetahuanku blognya mario dan ahass itu “corporate” blog, karena tidak mewakili individu (personal blog). Kenapa saya tulis menggunakan tanda petik ” untuk corporate? Itupun karena mario “tidak mewakili” HQ Yamaha Indonesia. Dia merupakan representasi Yamaha di Jatim. Mungkin sejenis main dealer atau Direct Distribution Sales (DDS) itulah. CMIIW.

    Sedangkan ahass blog juga bukan murni corporate blognya Honda (AHM), karena dia hanya mewakili dealer Bintang Motor yang memang jualan produk Honda.

    Oleh sebab itulah, blog individu itu sebenarnya sangat bagus untuk personal branding. Karena blog yang dibuat secara jelas menerangkan siapa, apa, dan bagaimana kita. Oleh sebab itulah, beberapa #koboi sudah mempunyai kartu nama blognya masing-masing. Termasuk saya 😀

    Itu untuk membedakan dengan dimana kita mburuh dan siapa kita sebagai narablog. Khan tidak lucu (ora ilok) jika kita diundang sebagai narablog tetapi memberikan kartu nama pabrik gaplek dimana kita bekerja.

    Ini untuk meminimalkan konflik of interest yang kemungkinan timbul. Memang sangat wajar jika dikemudian hari kedua belah pihak sama-sama membutuhkan interest masing-masing sesuai kapasitasnya.

    namun, di awal, garis demarkasinya sudah jelas, i’am blogger bukan pegawai pabrik gaplek :mrgreen:

    *waaah, kok malah posting di sini? 😀

    Suka

    • haha..btw mercon yang bagus merk apa? Xixixi themesnya karena mau pilih ‘preview’ tapi mencet ‘activate’. Tapi gak apa2. Sesuai requestmu biar ada nomor koment nya

      Suka

  15. Jujur …
    kalau saya …
    dari pada bagaimana-bagaimana nantinya …
    maka sedapat mungkin saya tidak menyebut merek …

    kalaupun terpaksa biasanya saya sebut merek beramai-ramai …
    heheh

    But ,.. saya setuju sekali …
    Blog adalah Surat Pembaca …

    Dan sebagaimana layaknya sebuah surat … tentu harus ditulis dengan norma yang baik …

    Nice Thinking …

    Salam saya

    Suka

  16. kalo menurut inyong..
    Nge-blog itu kebebasan tiap orang untuk menuangkan pikiran dalam tulisan..
    Jadi kalo yang ada di pikiran mengharuskan nyebut merk,yaa..sebut saja..
    kan niatnya hanya ‘menuangkan’,bukan untuk ‘mengeruk’ kembali..

    @nick..
    iku poto profil fb mu smakin kehilangan jati diri..
    Malah jadi kaya profil grup..

    wkwkwk..

    *kabuur,takut dibalang kacamata item 😆

    Suka

  17. yup bener juga saya setuju.. saya juga kadang sebut merk di tulisan saya.. tapi kita gak ada maksud untuk mempromosikan atau menjelekkan.. blog kan hanya lah catatan kita pribadi..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s