SIM Card, Dahulu dan Sekarang


SIM Card adalah benda yang sudah sangat umum di masyarakat. Mungkin bisa diibaratkan seperti pakaian, yang tidak menempel tubuh hanya ketika mandi. Selebihnya selalu ada di saku, tas atau nempel di sabuk.

Bagi yang baru kenal ponsel jaman sekarang, pasti tidak terlalu menghargai chip bernama SIM Card ini. Karena murahnya harga, maka biasa saja beli-pakai-buang. Malah lebih murah dari refillnya.

Tahun 2000 harga starter pack kartu perdana berkisar 1 sampai 2 jutaaan rupiah. Tahun 2001 turun menjadi sekitar 500 sampai 1 juta rupiah. Tahun 2002 berada kisaran dibawah 500 ribu, namun masih dalam hitungan mahal. Sehingga sangat dihargai. Saya dulu membeli starter pack Simpati Merdeka tahun 2002 di Singosaren Plaza Solo seharga 350 ribu, dan nomor itu masih saya pakai sekarang. Nomor 11 digit.

Tahun 2003, harga SIM Card turun menjadi puluhan ribu, masih agak mahal. Tahun 2004 – 2006 masih belasan ribu. Sekarang Rp 1000 rupiah sudah dapat SIM Card.

Dari packaging SIM card pun sudah berbeda. Jika dulu Simpati menggunakan wadah dari aluminium, kemudian plastik hitam tebal. Mentari menggunakan mika transparan. Pro XL malah menggunakan wadah berbentuk mika berbentuk seperti kemasan CD berwarna kuning. Isinya pegangan chip dan brosur-brosur dan keterangan harga lengkap.

Ketika harga menjadi puluhan ribu. Packaging SIM Card menjadi semacam kantong kertas namun isinya masih banyak brosur.

Kita lihat SIM Card sekarang, cuma kertas dilipat, brosur yang menyatu dengan kertas tersebut. Pegangan SIM Card kecil. Malah ada yang chip-nya cuma ditempel double tape. Pantaslah harganya cuma 3000 atau 1000.

Iklan

21 pemikiran pada “SIM Card, Dahulu dan Sekarang

  1. dulu saya beli sim card mentari tahun 1998, harganya masih 500 ribu. voucher pulsa nominal yg paling kecil 100.000, yg paling besar 1.000.000, beda banget sama sekarang 😀

    Suka

  2. masak sih thn 2000 sampe jutaan? tahun 2001 saya pernah ditawarin produk telkomsel seharga 150k, new, segel.

    ternyata skrg nmr lama masih laku bahkan laku keras lho, saya pernah menjual nmr2: mentari 10 digit, simpati 11 digit (2x) seharga 300k, dalam kondisi no pulsa, seken.

    kenapa saya jual? karena bosan ngasih makan dan setia pada 1 kartu (10 digit) dr operator lain.

    Suka

  3. Hehehe…kebetulan saya juga salah satu pemilik sim card lama keluaran 2001 yg masih 10 digit. Harganya emang mahal dan kebetulan dapet nomor cantik. Sempet mau pindah ke operator laen, gara2 dulu XL tarif nelpon and smsnya mahal, ga sesuai ama kantong mahasiswa. Tapi batal gara2 sayang ama nomer cantiknya yg masih 10 digit. Tiap ngisi pulsa:
    Tukang pulsa: nomornya berapa mas?
    Saya: 081 xxxx xxx
    Tukang pulsa: terus? (nanya nomer terusannya)
    Saya: udah, segitu aja
    Tukang pulsa: (sambil agak kaget) nomer lama ya mas? Waaah…nomer cantik lagi!
    Kalo udah gitu,saya cuma nyengir bahagia. Rasanya banggaaa banget! 😀

    Suka

    • @lady
      dulu teman kost beli segitu. 2 minggu lalu pembicara suatu workshop cerita yang sama. Saya pernah membelikan kakak, tahun 2001 simpati 750 ribu
      @basho
      sekarang nomor 10 bahkan 11 udah jarang

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s