Kopling Ndak Kopling, Yang Penting Supra Tak Iye


Masih ingat tagline di atas? Kata-kata itu diucapkan oleh pelawak Kadir yang ditemani ikon Honda saat itu yaitu Mandra. Kadir tampak mendatangi sebuah dealer motor. Kemudian Mandra menunjukkan dua produk Honda terbaru dan menjelaskan keunggulannya.

Itu adalah sebuah iklan di televisi untuk 2 produk cub honda. Iklan televisi itu ditayangkan sekitar tahun 2002. Ya… itu adalah iklan untuk Supra XX dan Supra V, dua produk bebek kelas ekonomi.

Supra XX

Honda Supra XX

Dari segi fitur, motor ni adalah upgrade dari Supra X dengan penambahan fitur kopling manual. Namun dari segi harga ini justru versi ekonomis dari Supra X. Kenapa ya?

Biasanya statement dari pabrikan adalah karena menggunakan cetakan yang sama dengan Supra X. Selebihnya???? ❓

Secara kasat mata, penghematan yang dilakukan adalah dengan mengganti tutup crankcase (pelindung panas) sebelah kanan dengan material plastik, seperti halnya yang di gunakan di Honda Legenda dan motor-motor Cina plagiat Supra dan versi lainnya. Karenanya banyak yang mengira, blok silinder motor ini juga seperti Legenda, yaitu dengan sirip melebar. Namun ternyata blok silindernya sama dengan Supra X, yaitu sirip memanjang.

Honda Supra XX Blok Silinder

Fitur lain sama dengan Supra X, termasuk rem cakram di depan, serta adanya indikator posisi presneling di panel speedometer. Supra XX ini juga tampil dengan warna duotone, dengan stripping yang berbeda dengan Supra X tentunya.

Honda Supra XX Speedometer

Penggunaan kopling manual diikuti dengan perubahan style perpindahan gigi. Bebek umumnya menganut perpindahan gigi 0-1-2-3-4 maju. Supra XX ini sudah menganut seperti motor sport yaitu  0-1 maju kemudian 1 0-2-3-4 mundur.

Supra V

Jika Supra XX adalah versi ekonomis dari Supra X, Supra V ini adalah downgrade dari Supra XX. Ada dua fitur utama yang dihilangkan yaitu rem depan menggunakan model drum atau teromol, kedua adalah indikator perpindahan gigi yang hanya menganut N atau Netral dan Top. Supra V ini hanya dijual dengan warna monotone.

Honda Supra V

Selain hal diatas, ditambah perbedaan stripping, fitur selebihnya sama dengan Supra XX.

Honda Supra V Speedometer

Kedua motor diatas bisa dibilang termasuk produk gagal. Karena penjualannya yang tidak memuaskan. Dan yang beredar di jalanan juga termasuk langka.

Penggunaan kopling manual sepertinya untuk menunjukkan, “ini lho, Honda juga bisa membuat motor bebek kopling manual”. Tidak cuma dua pabrikan lain yang masih mengandalkan motor 2 tak. Yaitu Yamaha F1ZR dan Suzuki Satria 120 R. Sedangkan harga murah sepertinya untuk menghadang produk Cina.

Namun sepertinya pasar kurang menerima sesuatu yang radikal dari sebuah Supra. Kopling manual hanya bikin ribet, padahal Supra ditujukan untuk motor keluarga yang tidak ribet dan family friendly. Motor ini juga tidak cocok untuk balapan, terbukti bisa dikatakan tidak ada team Road Race yang menggunakan Supra di ajang balap.

Jadi! AHM pun bisa mengalami kegagalan. CMIIW

picture taken from : ins.co.id; motorplus; detikforum; kapanlagi; kaskus

Iklan

45 pemikiran pada “Kopling Ndak Kopling, Yang Penting Supra Tak Iye

  1. Soale saya dikirimi juga, dan beliau minta alamat sampeyan . . . jadi deh saya kasih

    * komen sambil cukur habis podium xixixixi :mrgreen:

    MASKUR® : Wah nggak atau belum Kang, ada apa memangnya, mau diajak plesir ke India kah :mrgreen:

    Suka

  2. Wa…mas Taufik lagi “nggragas” podium xixixi :mrgreen:

    ————————-
    Supra XX ini sudah menganut seperti motor sport yaitu 0-1 maju kemudian 1-2-3-4 mundur.
    —————————

    koreksi kang berarti gigi 1-nya maju-mundur dong he..he..he…, btw njenengan jan apal ‘men karo sejarahe supra-xx kuwe :mrgreen:

    + oot: deneng theme ganti maning? 🙄

    MASKUR® : Sudah diedit Cak hehehhe, bener juga ya. Apal?…wah kemarin materinya keluar di Ujian Akhir Nasional Blogger Mata Pelajaran Motor Bebek

    Suka

    • @Kang Taufik
      Naik Ninja 250 memang peru pertamax, oooo ini masalah mindset ya, bukan masalah blue ocean atau time will tell atau contra stategy…wkwkwkwkwk 😆
      @Cak poer
      terima kasih ralatnya, ganti theme, karena kecelakaan, salah klik lagi, tapi bisa aja dulu, kapan2 ganti lagi
      @Karet putus
      tunggu testimoninya besok
      @az147r
      Kalo juragan ninja, beli sekalian SPBU nya
      @Mercon
      Supra V lebih jarang, lagi ngetrend-ngetrendnya Supra X pake cakram, eh malah balik ke teromol
      @Adi
      Jangan lupakan Rozzy Ousbourne with his single Dreamer xixixixx

      Suka

  3. andalane Arloji eh… alrozi juga nih!!! :mrgreen:
    Pakdhe… kelihatannya waktu itu setelah keluar SupraXX dan SupraV AHM iseng nasukkin CBU Thailand Honda Nice110, Sonic 125 dan NSR RR. bisa dibedah tuh Nice 110 nya! dulu sempat jatuh cinta sama Nice, sayangnya kasih tak sampai (Padi) 😥

    Suka

    • @Pak Irawan
      nah itu dia, dulu aku juga penasaran sama motor-motor itu, yang ada pernah lihat sekali yang dibeli orang cuma Nice 125.
      Kalo model Nice 110 adanya plagiatnya alias motor cina, misalnya Sanex.
      Namun sepertinya Ayam Jago kurang diterima sama masyarakat, sebelum ada Satria FU. Dan sepertinya mindset orang Indonesia, ayam jago harus powerfull.
      Kalo aku naksir Nice 125 nya
      @Aria Deanova (namanya keren, artinya apa ya)
      Tunggu artikelnya besok

      Suka

  4. DETEKTIF BLOGGER in action
    Kasus ny menguak keberadaan supra series yg krng d trima psr…

    bro maskur
    Klo blh request bwt artikel ttg mtr ayam jago yg prnh beredar di ina donk sblm satria fu lahir ky sonic, cool, tiara dkk (soal ny bc di blog babad 150f krn puas tp klo bro maskur yg ulas kn psti puas coz komplit n detail bngz)

    Suka

  5. E
    ED
    EDU
    EDUK
    EDUKA
    EDUKAS
    EDUKASI PASAR-nya kurang GREGET!! :mrgreen:
    EDUKAS
    EDUKA
    EDUK
    EDU
    ED
    E

    ➡ atau aneh yak? xixixixixi

    Suka

  6. sebenarnya kurang tepat klo disebut “mengganti tutup crankcase sebelah kanan dengan material plastik”

    tutup crankcase sebelah kanan tetap menggunakan alumunium- sedangkan penutup plastik tambahan tersebut digunakan sebagai penahan panas- pengganti jalu besi (kawat besi) yang sering kali nyantol di celana…

    Suka

  7. @Mas Taufik
    istilah lain selain jinjit balet, dingklik detect, ada lagi cungkil
    @Dhuwur
    kalo HSX125 tracker?
    @Pak Mitra
    ya sekedar Supra sajalahhhhh…
    @Abon
    Hehehhe…untung beda
    @Mr_Long’S
    Wah, hiperbola
    maaf motor-motor itu adanya di kota, di desa nggak ada, say kan pengamatannya di desa saja
    @Rozzy Ousborne
    M
    MU
    MUNG
    MUNGK
    MUNGKI
    MUNGKIN JUGA
    MUNGKI
    MUNGK
    MUNG
    MUN
    MU
    M
    @Pak Widyo & Abon
    Iklannya di TV pak bukan di pasar
    @Alvian
    maksudnya pelindung panas. Udah ditambahkan di atas.
    Jalu besi cuma yamaha yang pake (dulu). Sekarang Blade dan Abs. Revo. juga memakainya

    Suka

  8. kalo temenq punya supraxx pake speedo digital koso. Asli koso lho,hhe.
    Eh y, buat tmen2 supra rider, n anggota klub supra seindonesia. ayo bsk sabtu kumpul2 di tawangmangu.
    Acaranya rakerda FSI (federasi supra indonesia) regional jateng diy. Di tawangmangu, karanganyar

    Suka

  9. yg menyebabkan nih motor peminatnnya kurang dari motor supra non kopling manual mngkin perpindahan giginya…. :mrgreen:
    eh dirimu mngkin mo diajak test ride pakde…kan alamat WPnya diminta ama orng India..xixiix…. :mrgreen:

    Suka

  10. asli koso pak!
    Warnax oren, tp yg aneh tachonya. Jd tachometerx tuh bukan analog apa bar gt. Tp angka.
    Kalo lg idle gt y tulisanx 1.300 rpm gt. Bukan bar nunjuk ke angka 1 lbh. Xixixi
    wktu itu alvian ngliat lgsg pengen og pak,hhe

    Suka

  11. tambahan Pa’de,untuk supra V, setahu saya ada down grade yang lain yaitu tidak adanya double stater, alias kalo menghidupkan motor harus nyelah, alias cuma pake engkol dooang ( mirip C- 50 ) dan C – 70 versi awal ( buatan jepang ), cmiiw……….

    Suka

  12. ini ada supra V 2003, pakai kopling hanya pakai kick starter, kalau mau lego? 3jt aja. lokasi pekanbaru. Plat sumut, mati 2 tahun, heheheheheh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s