Selera Pemberani


Tiap pagi melihat barisan pengawal Busway berupa motor-motor berbagai macam. Hal itu sudah biasa terjadi karena mereka memang dibolehkan oleh petugas untuk lewat. Demi melancarkan lalu lintas alasan pastinya.

Dan memang hal tersebut merupakan dilema karena di satu sisi, melancarkan lalu lintas. Namun pendidikan moralnya bahwa petugas itu :”TIDAK KONSISTEN! Melaksanakan peraturan.

Karena hal itu pula banyak pengendara yang jadi terbiasa menerobos jalus busway. Apalagi kalo banyak temannya, jadilah para petugas seperti tidak berdaya.

Namun ternyata adapula yang masih menegakkan peraturan. Seperti foto ini tampak seorang pengendara motor tertangkap basah sendirian menerobos jalus Bus Trans Jakarta. Jadilah dia disemprit oleh Pak Polisi.

Kemudian tampak Petugas meminta surat-surat, kemudian si pengendara disuruh mengangkat motornya melewati separator dan keluar dari jalus Busway. Lalu disuruh ke pos terdekat.

Pengendara itu memang SELERA PEMBERANI karena melanggar aturan sendirian.

Namun kalo banyak temannya gimana ya?Apakah akan ditilang juga?

Posting via email, edit dengan wordmobi

Iklan

24 pemikiran pada “Selera Pemberani

  1. Mas, itu namanya manusiawi. kalo di larang malah dilanggar 😦
    moga kalo banyak di tilang juga, tapi kayaknya petugasnya kewalahan karena banyaknya.

    ngakak baca komentar kilaubiru no 2

    Suka

    • @kb

      wkwkwkwk

      @anto

      bukan nasib tapi nekatd

      @kang deny

      melanggar itu bukan manusiawi. Tapi syaitoni

      @adjie

      Eh iya, rokok apa ya? Lupa

      @nunoe,zaqlutv, makanan organik

      Polisinya terlalu dikit

      @pak mitra

      posisi apa nih, itu fotonya? Bawah jembatan penyebrangan mampang.

      @lekdjie

      iya, tapi bukan email via HP lho. Eh HP juga ding, tapi hewlett packard. Kan di kantor ga ada internet, adanya intranet. Tadi kepikiran karena hari ini belum ada artikel. Trus nyoba aja post via email.

      Ni bales koment pake email juga, tapi pake ponsel.

      Suka

  2. Mungkin pesannya Pak Pulisi sama si pelanggar gini:
    “Besok2 jangan diulangi lagi ya….untung sampeyan pake helm, kalo ga wajah sampeyan bisa masuk internet lho….tuh di dalam bis ada yg lagi motret kita. Semoga aja zoom kameranya ga nyampe”

    jawab si pelanggar: “Njih pak…mugi2 sing motret niku mboten niru kelakuan kulo”

    NB: Peace kang Maskur…just kidding, jangan di bata-in ya… :mrgreen:

    Suka

  3. ternyata Mas Kur tetap setia ngisi halaman……..tidak separah dugaan kemarin yang bakal slow down….

    di balik kemacetan tetap ada sesuatu yang dapat di sampaikan……Mas Kur memang jurnalis blog sejati

    tetaplah menulis Mas Kur….pembacamu setia menanti

    Suka

  4. sering gemes yak? melihat tingkah laku sesama pengendara… sering iri juga kalau orang lain melanggar, tetapi lolos hukum. giliran kita nglanggar, ealah malah ketangkep basah… :mrgreen:

    Suka

    • @Cak Poer
      Wah aku nggak di Bis je, masih di Halte, jauh lagi

      @Mimpipribumi
      Inspirasi datang karena kejadian tersebut, sekalian mencoba test posting via email
      berarti posting tetep jalan, tapi moderasi yang agak sulit

      @Alrozzi
      iya benar tuh, sering banget merasa begitu, gemes, geregetan hhhhhhrrrrrghhhhhhhhh

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Adi Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s