Cakram Flat vs Lekuk


Membandingkan bentuk rem cakram di motor harian yang kita temui, akan kita dapatkan dua perbedaan mendasar. Yaitu cakram yang flat serta cakram yang punya lekukan ke dalam.

Yang mudah kita temui, cakram flat ada di bebek Yamaha dari Champ sampai Jupiter MX. Sedangkan cakram lekuk kita temui di bebek Honda mulai dari Supra X sampai Supra X 125.

Namun kita tidak bisa menyebut bahwa merk A flat, merk B lekuk, karena kita lihat Honda Megapro – flat, RX King – lekuk, Kawasaki Kaze – flat, Suzuki Smash – flat, Shogun 110 lama – lekuk CMIIW. Jadi beda-beda tiap merk dan tipe.

Kira-kira apa beda, untung-ruginya apa ya?

Kalo diperhatikan, cakram flat akan menyalurkan pengereman lebih cepat karena dia langsung nempel ke teromol/hub roda. Sedangkan cakram lekuk, ada jeda karena ada jarak antara cakram dengan teromol/hub roda.

Biar makin afdal kita tanya ke ahlinya. Saya minta pendapat ke Pak Imam Budiharjo yang punya blog bengkelsepedamotor.

Berikut jawaban beliau:

Dari segi biaya produksi yang flat paling murah… dan juga lebih stabil buat fungsi rem karena tidak ada lenturan (saat di rem) pada cakram seperti model yang melekuk.
Yang melekuk paling tidak praktis rugi dan tidak untung, namun karena ada lekukannya maka hub (bagian tengah tempat memasang jari-jari) tidak perlu dibuat tebal untuk mengejar cakram yang rata… jadi bahan aluminium bisa dihemat.

Namun saat ini mungkin setelah ditimbang-timbang dari fungsi, proses produksi dan biaya material besi vs aluminium maka CAKRAM FLAT lah yang paling efisien

Mungkin dulu aluminium mahal…

Mudah-mudahan jelas Bro…

O iya nambah satu lagi hub yang lebar membuat jarak antara bearing lebih jauh… jadi lebih stabil…

Mungkin kalo kita lihat faktor efisiensi tersebut, barangkali itulah kenapa sekarang bebek Honda juga menerapkan cakram model flat di Abs. Revo dan Blade.

Iklan

33 pemikiran pada “Cakram Flat vs Lekuk

  1. tambahan, pada newsmash, antara tipe jari-jari dan palang beda bentuk cakramnya, yg jari-jari flat sedang yg palang bergelombang.
    kalo menurutku pemberian opsi bergelombang atau bukan lebih didasarkan pada dudukan piringan tersebut.

    Suka

  2. “Yang melekuk paling tidak praktis rugi dan tidak untung, namun karena ada lekukannya maka hub (bagian tengah tempat memasang jari-jari) tidak perlu dibuat tebal untuk mengejar cakram yang rata… jadi bahan aluminium bisa dihemat.”

    klo pada thunder 125, smash sr, shogun lama, itu gimana yaaa???
    secara lengkungannya cmn beberapa milimeter (kira2 4mm) klo mo hemat bahan aluminium koq nanggung, gak seperti supra yg lengkungannya lebih dalam…

    Suka

  3. yang jelas model flat lebih murah biaya produksinya, tapi kemampuan melepas panas kalah bagus dari yang melekuk kedalam. saya pernah baca artikel ini, entah. kalo ketemu lagi saya kasi link kesini

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s