Komparasi Footstep Boncenger Matic


Biasanya artikel utilitas seperti ini diulas oleh tabloid Motorplus. Namun karena saya sudah tidak berlangganan Motorplus lagi jadi saya kurang tahu apakah sudah diulas atau belum.

Karena bentuknya yang rata-rata berbody lebar dan kompak di bagian belakang, adanya footstep boncenger menambah lebar body kendaraan secara keseluruhan. Nah! diantara model-model footstep tersebut dari motor matic yang beredar di Indonesia manakah yang paling ideal.

Komparasi yang saya tulis disini tidaklah dibandingkan secara detail, namun lebih ke visual. Berdasarkan kriteria tertentu, saya bagi menjadi 4 kelompok:

Kelompok 1

Di kelompok ini terdapat Yamaha Mio lama (2005 ke bawah) dan Honda Beat. Saya mengelompokkannya karena dua motor ini tidak menggunakan footstep tambahan, namun cukup dengan dek yang diperpanjang sampai ke belakang. Model seperti ini ideal, karena lebar kendaraan sudah pasti/fixed. Juga baik pengendara maupun pembonceng bisa berpindah-pindah kaki dengan nyaman karena area yang lebar.

Khusus untuk Mio, sepertinya posisinya agak terlalu tinggi sehingga jika yang membonceng orang dewasa, akan terlihat menganggkang dan seperti orang jongkok. Namun jika yang membonceng adalah anak-anak, justru akan pas. Untuk Beat ketinggiannya pas, namun kalo ditambah panjangnya sedikit ke belakang, sepertinya akan lebih nyaman.

Kelompok 2

Di sini saya mengelompokkan Honda Vario, Vario Techno dan Yamaha Xeon dalam satu kelompok. Pertimbangannya adalah tinggi footstep, lebar body yang hampir sama serta bentuk footstep yang mirip juga.

Model yang digunakan adalah additional footstep, atau footstep yang tidak menyatu dengan body. Seperti yang digunakan motor bebek dan sport.

Model seperti ini membuat kaki pembonceng bisa bergerak bebas dengan tumpuan footstep tadi.

Namun, jika diaktifkan (tidak dilipat), footstep ini akan menambah lebar motor kurang lebih 15-20 cm. Dengan asumsi satu footstep panjangnya sekitar 10 cm.

Walaupun lebar, sepertinya untuk 3 matic ini masih memungkinkan untuk dibuatkan model seperti Honda Beat dan Yamaha Mio.

Ketinggian footstep untuk ketiganya ideal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah.

Kelompok 3

Di sini saya masukkan dua produk Suzuki yaitu Skywave dan Skydrive. Dasar pengelompokannya adalah karena tinggi footstep dan body yang termasuk paling lebar.

Karena dimensi lebarnya ini sepertinya agak kurang memungkinkan untuk dibuatkan perpanjangan dek ke belakang. Untuk Skywave, body lebar untuk mengakomodasi bagasi yang besar, sedangkan Skydrive sepertinya hanya mengacu ke penampilan.

Walapun keduanya mempunyai bentuk yang berbeda, namun penambahan lebar ketika footstep pembonceng diaktifkan, kurang lebih sama. Sepertinya bisa menambah lebar body kurang lebih 20 cm.

Ketinggian footstep boncenger untuk Skydrive dan Skuwave lumayan tinggi, mungkin akan menyulitkan untuk beberapa orang.

Kelompok 4

Mio Soul menggunakan footstep additional berupa aluminium. Ketika diaktifkan, memang terjadi penambahan lebar body secara keseluruhan, karena bentuknya footstepnya yang kecil.

Mio setelah tahun 2006 menambahkan additional footstep boncenger di sebelah bawah perpanjangan deknya. Untuk Mio ini terasa sekali penambahan lebarnya jika diaktifkan.

Mio Smile mengadopsi footstep yang sama persis dengan Mio Soul, jadi penambahan lebarnya berkurang. Secara fungsi sebenarnya membuat Mio mempunyai 2 footstep boncenger yang bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Dua motor ini saya kelompokkan menjadi satu adalah kerena ketinggian footstepnya.

Posisinya footstep terlalu rendah sehingga rawan terkena aspal ketika membelok dengan sedikit miring.

Kelompok 5

Suzuki Spin dan Honda Scoopy saya kelompokkan jadi satu karena bentuk footstepnya yang posisinya tidak terlalu rendah, juga penambahan lebarnya tidak terlalu besar ketika diaktifkan.

Karena kedua matic ini menggunakan pegangan footstep kecil yang menempel rata dengan body.

Sehingga jika diaktifkan hanya footstepnya saja yang keluar.

Silahkan share pendapat anda, dan CMIIW

Iklan

26 pemikiran pada “Komparasi Footstep Boncenger Matic

  1. beat ga ada footstep tmbahannya…untk perjalanan jauh ga nyaman klo boncengan…sedangkan mio baru terlalu rendah klo jlanan macet sring saling sentuh dng pengendara tpi emang klo buat prjalanan jauh nyaman….klo yg lainnya ga tahu ga pernah pake boncengan soalnya wkwkwkwk

    Suka

  2. menurut gue..

    matik honda:
    vario-sutekno-skupi model gantung & cukup tinggi, posisi aman tapi kurang nyaman untuk jarak jauh, betis-paha cepet pegel.. apalagi cewek bonceng nyamping, repot bgt ini futstep ketinggian, kasian.. untuk beat juga terlalu tinggi & sempit walau aman tp kurang nyaman, bonceng nyamping apalagi, repot.. :mrgreen:

    matik suzuki:
    spin-skywave-skydrive, posisi gantung, tinggi, aman tapi kurang nyaman &cepet pegel.. apalagi mau bonceng nyamping, paling susah ini.. :mrgreen:

    matik yamaha:
    xeon sama kayak vario series.. mio soul posisi rendah, buat bonceng nyamping /ngangkang mau jarak jauh, paha-betis ga pegel tapi posisinya kurang aman.. terakhir mio sporty mnurut gue paling ideal.. futstep bawahnya kayak mio soul, buat bonceng nyamping/ngangkang ga cepet pegel (nyaman) tapi posisi kurang aman.. ada futstep deck memanjang ke belakang, pas buat remaja ke bawah.. :mrgreen:

    kalo gue pas jalan sama cew gue, pas kondisi padat gue suruh lipat futstepnya, pake futdeck atas, begitu jalan cukup aman, boleh dipake tuh futstep bawah.. good :mrgreen:

    Suka

  3. double futstep mio sporty juga paling enak.. boncengan ber-3, yang tengah bisa pake futstep atas, yang belakang bisa pake futstep bawah.. :mrgreen:

    bayangin yang cuma punya 1 futstep, kaki bakal gantung, pegel ga enak

    Suka

  4. wah….no offense….tapi futstep boncenger mio series (kelompok 14, selain soul) terkesan sangat dipaksakan…
    kasian saja liat boncenger yang pake fotstep tsb,kalo ridernya gak waspada bisa nyangkut tuh dengkul.
    masih lebih aman pake fotstep di dek, meskipun secara kenyamanan pasti berkurang.

    Suka

  5. hem….kalo jatuh foot step matic (mio) sangat membantu…yang kebanting di aspal footstep duluan,bukan kaki….soale dah pernah jatuh dobonceng mio…xixixi…body juga aman..karena dilindungi foot step yang nongol….

    Suka

    • @A Seen
      Paling nongol itu Skywave lho

      @nunoe & sobek2
      nah itu dia yang agak gilee

      @Kang Nadi
      Sekali kali tenanan lah

      @Arianugroho
      One Heart harusnya dilawan dengan Touching Your Heart

      @Sa469
      Sepertinya memang dipaksakan, tapi keuntungannya sudah dijawab oleh Martini

      @danan
      wah betul juga ya..baru nyadar fungsi lainnya. Tapi apa nggak nekuk ke dalam dulu.

      Suka

  6. nggak mas…….foot stepku malah abis kemakan aspal…sampe sekarang juga masih…soale lom tak ganti!!! sempat kepikiran beli tapi beres gak nyediain!!!
    kalo mo diphoto silakan….barange isih ono!!!

    Suka

  7. Aku pernah nyobain jadi boncenger di Spin sama Skywave, IMHO, Spin terlalu tinggi posisinya, Ditambah tempat duduk boncenger yang gak terlalu tinggi jadinya kayak orang jongkok deh. Tapi kalau di Skywave kerasanya jauh lebih nyaman, Mungkin karena Jok Lebar, Footstep gak kecil banget, Jok boncenger agak tinggi, dan Suspensinya yang maknyus

    Pernah juga nyobain MIO yag footstep dibawah, Gak enak, Gampang nyentuh aspal

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s