Honda Blade Impression


Ketika tiba di Semarang sore hari, saya memang berencana ikut ke Kopdar yang sudah di infokan Dhuwur dan Lingga. Karena biasanya sampai malam saya nggak enak kalo minta di jemput mobil kantor. Akhirnya saya meminjam motor milik salah satu driver kantor.


Motor yang saya pinjam adalah Honda Blade motif Repsol. Motornya yang katanya sudah mau facelift, namun saya baru bisa mencobanya sekarang.

Karena terbiasa naik Gelombang di Langit lalu harus naik Belati, tahap awal adalah sedikit adaptasi. Agak kagok, karena ingatnya setelah mesin hidup, langsung gas. Juga stang kiri yang kosong karena biasanya aktif dengan rem belakang. Untungnya rute adaptasi ini ada di komplek perumahan, jadi tidak banyak bahaya.

Membaca review-review tentang motor ini, katanya seperti bebek Yamaha. Namun setelah mencoba sendiri, ternyata berbeda. Semula saya membayangakan akan persis seperti naik Jupiter Z. Berikut hal yang saya dapatkan ketika mencoba Belati ini:

  • Postur stang tinggi (Jupiter Z lebih pendek)
  • Pegangan stang seperti Honda pada umumnya, ringan. Namun stang lebih nekuk ke dalam persis Revo 100 (kalo bebek Yamaha pegangannya lebih mantap).
  • Tarikan awal galak (mirip bebek Yamaha). Namun terasa enteng, entengnya mirip banget dengan Supra X 125.
  • Perpindahan gigi rapat, menjadikan akselerasi cepat naiknya.
  • Gigi satu nafasnya terlalu pendek.

Setelah jalan 300 meter di kompleks, akhirnya sudah mengembalikan ingatan saya tentang naik motor bebek. Akhirnya keluar jalan raya, sudah siap mental dan skill. Masuk jalan Sudirman Semarang, lanjut jalan Sugiopranoto sampai Tugu Muda, sudah lincah main sruntulan selap-selip dan salip-salip, dengan tetap mematuhi aturan tentunya. Kalo nyalip jangan lupa menyalakan sein!

Di jalan Sutomo (arah RS Karyadi) sempat adu balap di trek lurus dengan GL Pro, lumayan imbang. Karena lalu lintas lumayan ramai, saya minggir saja.

Naik jalan daerah Gajahmungkur (jalan Veteran) yang menyajikan tanjakan dengan tikungan yang bisa dilibas dalam kecepatan tinggi. Motor ini enak sekali buat agak rebah. Dulu saya pernah di rute yang sama naik Supra Fit, tidak seenak ini. Sampai Taman Diponegoro yang mengharuskan putar balik, juga mantap di lewati.

Selanjutnya melewati Akpol dan Kaliwiru, melewati ada 2 lampu merah. Saya coba ngetrek, ternyata bisa mengimbangi Mio-mio milik anak-anak muda. Setelah Jatingaleh, ketemu lagi dengan tanjakan dan kelokan, namun dengan kondisi lalu lintas yang ramai. Tetap nyaman buat selap-selip.

Masuk kawasan Ngesrep (patung kuda ke timur), lho kok macet. Akhirnya melakukan manuver seperti halnya naik motor di Jakarta. Selap-selip, kanan-kiri, tapi tidak naik trotoar, karena tidak ada trotoar 😎  Ingat!!!tetap kasih kode sein ketika selap-selip.

Sedikit capek saya masuk ke SPBU Sumurboto untuk isi bensin. Ketika membuka bagasi, baru tahu ternyata bagasinya kecil

Setelahnya, ketemu dengan yang lain lalu Kopdar.

Pulangnya saya sampet mencoba top speed di depan Pasar Bulu sampai depan penjara, mumpung sepi. Saya baru sampai 90 km/jam sudah ketemu jalan bekas tambalan, otomatis saya melambat. Apalagi sampai tugu Adipura, sudah tidak bisa kebut-kebutan lagi. Sepertinya kalo treknya lebih panjang, masih bisa nambah lagi.

Yang enak dari Honda Blade ini adalah perpindahan giginya mulus, tidak terasa ngedrop.

Kelupaan mengenai nilai minusnya. Kekurangan motor yang saya pinjam itu adalah bodynya sudah bergetar, padahal umurnya belum sampai 2 tahun. Apakah AHM belum memperbaiki kekurangan produknya?

Demikian first impression saya (yang bukan biker) tentang motor ini.

Iklan

23 pemikiran pada “Honda Blade Impression

  1. Aq kok biasa aja ya bro
    ganti² dari CS1 ke HSX125 dan Beat.
    Malah sama Tongsam tempo hari juga
    jalan²nya nggak slalu paké CS1….

    Suka

  2. Blade yang versi repsol ini spek-nya aga beda mungkin ya dgn blade-striping biasa, any body know?

    “….sempat adu balap dengan gl-pro…lumayan imbang…..”

    he..he..”keponakan” kok berani lawan “pak-dhe” nya tho? mengko kuwalat lho xixixixi :mrgreen:

    Suka

  3. @Propus
    Senasib dengan Arashi

    @Wiro
    mmm…agak2 nggak mudheng aku

    @Cak Poer
    Motor boleh keponakan, tapi ridernya dari merk lain, FBS je.
    :mrgreen:

    @Pak Mitra
    Kalo ada trotoar ya saya nggak naik. bikin malu, masak member koboys naik trotoar

    @Tomi
    Oooo kuliah to… 😎
    maksudnya kuliah di Undip to?

    Suka

  4. saya pernah nyoba juga mas….gigi 2 bisa dapet 60KM … kondisi masih 300KM ….yg ane sayangin …tuas persnelingnya coba dimodel macam SUpra X 125…yg bisa dicungkil…pasti tambah enak buat ngebut

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s