Bondan feat Fade2Black


Sekali kali testimoni tentang musik, khususnya dalam negeri yang makin nggak jelas dengan lagu murahan, dan ini hanya pendapat pribadi.

Ditengah musik musik aliran alay yang sedang ngetrend, saya salut dengan satu group hasil kolaborasi Bondan Prakoso dengan Group Rap Fade2Black. Mungkin dari style mereka yang nge-rap, mereka terkesan gaul. Namun mereka termasuk kreatif dan unik, bolehlah kalo dibilang isi lagu-lagunya bermutu.

Lagu pertama yang mendapat perhatian dan termasuk terkenal adalah : Keroncong Protol. Memasukkan unsur keroncong dalam musik rap dan funk adalah bisa dibilang yang pertama. Dan yang tetap ditonjolkan adalah permaian bass dari Bondan Prakoso (entah kenapa saya suka musik yang menonjolkan permaian bass).

Ketika mendengar nama Bondan Prakoso, ingatan saya teringat ketika waktu SD atau SMP kelas 1. Waktu itu terkenal lagu anak-anak Si Lumba-lumba.

Ketika ada satu band bernama Funky Kopral, salah satu personelnya adalah Bondan. Saya pikir dia akan jadi vokalisnya, lho kok main bass?

Bondan baru kembali ke vokal setelah berkolaborasi dengen Fade2 Black. Mereka sudah mengeluarkan 3 album. Album pertama Berjudul Respect sepertinya kurang terkenal karena masih nge-rap banget. Album kedua Unity terkenal dengan Keroncong Protolnya. Album ketiga sedang terdengar di mana-mana dengan Ya Sudahlah.

Kita bisa membaca biografinya dari Wikipedia yang saya copy di sini.

Untuk album terakhir Unity, terdapat bermacam variasi style musik. Ada yang funk, punk, ska, rap murni, bahkan ada lagu dengan musik 80-an di lagu Tidurlah.

Saya tertarik dengan lirik lagu-lagu mereka. Isinya tidak murahan, bahkan kita tidak akan jengah bila mendengar Ya Sudahlah dinyanyikan anak kecil. Bandingkan kalo kita mendengar anak kecil menyanyi A..a..a..a..Aishiteru atau bahkan C.I.N.T.A, selain tidak pantas jangan-jangan nanti menjadi gagap :mrgreen:.

Banyak kritik sosial yang disajikan dengan halus dan bisa dicerna anak muda. Lagu Sang Juara adalah lagu yang bertujuan membangkitkan semangat. Lagu Bumi ke Langit, In My Opinion adalah tentang  : Shalat. Lagu Kita Selamanya dalah tentang persahabatan. Bahkan lagu bergenre punk : S.O.S berisi keresahan anak muda tentang kehidupan KAPITALISME, sangat jarang sekali yang seperti ini, lagu sekarang isinya hanya menikmati hidup.

Jika SID terlalu punk sehingga kurang cocok untuk yang sudah berumur, dengar Bondan Fade2 Black anda tetap pantas mendengarkannya.

I LIKE THIS!

32 pemikiran pada “Bondan feat Fade2Black

    • @shuenk
      lha nulisnya udah kemarin2 kok.

      @adjie
      oo…rame yah

      @Benny
      Wah cara pandang musisi sih memang beda ama orang awam.
      Kalo aku prefer yang lebih mudah didengarkan, contohnya;
      Pilih Power-Metal daripada Prog-Metal
      Pilih Yngwie dariapada Joe Satriani/Steve Vai

      Tentang unleash kemampuan itu kayaknya bertabrakan dengan pasar, mereka bermusik kan nyari duit juga :mrgreen:

      Suka

  1. Menurut ane mas Bondan ini skillnya bisa lebih dari sekedar memainkan lagu2 mudah seperti “ya sudahlah” ini.

    Buat ane lagu “ya sudahlah” ini masih ane kategorikan lagu alay. Liriknya bagi ane terkesan membuat orang mudah puas diri dan menjadi malas..ketemu masalah dikit “ya sudahlah”. Gak baik itu.

    Cobalah mas Bondan ini skillnya di unleash dengan mempopulerkan progressive rock atau funk seperti waktu di Funky Kopral dulu..ane terkesima melihat permainan slap bass mas Bondan.

    Kalau mas Bondan tetap kaya gini..walaaah..itu sama aja menaruh mesin V4 ala Aprilia RSV ke dalam form factor motor bebek..

    Waguuuuu…

    Ayo maju terus mas Bondan, engkau bukan ditakdirkan untuk menjadi kelas bebek..tapi kelas sport ke atas deeeegh…

    Suka

  2. nitip djempol pakdhe.,
    jadi inget ngeband jaman STM tiwas ngapalke lirik Stay on The Line, ndilalah sing ngebass raisoh ky bondan.,hihi..
    Ada jg yang lagune rada nge-jazz
    Like this lah pakde

    Suka

  3. wah, keren punya nich Bondan feat Fade to Black. sayang, pas kemarin konser di Lapangan Grendeng, temen2 sesama profesi malah dilarang masuk sama organizernya. Alesannya udah banyak yang motret di Ring 1. Ya sudah, mending ditinggal pergi saja. Buntutnya, tinggal sponsor yang teriak2 minta diliput…

    Suka

  4. Tentang pendapat pribadi soal musik sekarang anda ga sendirian kok mas, kebanyakan Band sekarang memang “alay” bisa dihitung jari Group Band yang berkelas…tapi eranya memang sedang spt itu kok…
    Major label yang bermutu dan masih memelihara idealisme musiknya juga ga banyak…kebanyakan justru cuma memikirkan sisi komersialitas…

    sy belum denger sih lagu anak ini cm sejak kecil menurut saya dia termasuk penyanyi cilik yang cukup berbakat sama seperti agnes monica..

    mudah2an kedepan muncul group2 band yang tidak hanya memikirkan komersialitas tapi lebih kepada menciptakan musik dg komposisi yang ciamik…

    bravo musik Indonesia…

    hehehehe btw, peluang lorenzo menjadi juara dunia makin terbuka setelah pedrosa crash dan mengalami patah tulang pada free practice 1 di sirkuit motegi siang ini. hahahah ga nyambung ya…sorry…

    Suka

  5. Ping balik: Bondan Prakoso, Ibarat Mesin V4 dalam Motor Bebek « bennythegreat.wordpress.com

  6. @Adicuzz
    Wah jadi kayak apa dong, wong lagu Stay on The Line intro-interlude isinya solo bass semua ❓

    @Adjie
    Wah ati-ati digrebeg

    @Shuenk
    United apa Unity sih?

    @Pak Abenk
    Makanya cari yang berbeda, dan nggak (terlalu)pasaran

    Suka

  7. saya taunya jingle iklan XL, ternyata aslinya lagunya Bondan & Fade 2 Black toh.. :mrgreen: udah lamaaaaa banget sih nggak dengerin musik Indo. kalo ndengerin permainan Bondan di Funky Kopral jadi inget Red Hot Chili Peppers.. agak ngelantur dikit (mungkin perasaan saya aja) tiap denger lagu-lagu Indo, pasti terasa mirip lagu-lagu manca, bahkan lagu Semut Hitam-nya God Bless mirip sama She Don’t Know Me-nya Bon Jovi.. mungkin musik indo emang masih berkiblat ke manca..

    Suka

  8. favorit inyong sekarang Journey… rapih banget…. kalo dalem negeri yg sekarang2 hoeks NOOOO….. enakan dengerin power slave, andy liani, voo doo, slank, dewa, ten 2 five, dan terutama KLA paling muantaf(dr lirik sampe aransemennya inyong suka)….

    Suka

  9. Pendapat sy ttg fade 2 black & Bondan niy :
    Lagu nya yg Xpresikan asli bikin joged, dentuman bass ama drum kompak banget, klo arti dari lagu itu sih ttg kreatifitas.
    Ada lagi lagu yg aga sedih2 yaitu RIP (Rest In Peace) kayaknya menceritakan salah seorang kawannya yg telah mendahului mereka.
    Terus ada lagi judulnya BUNGA ini arti moralnya juga kuat banget ttg perempuan era kini, yg tak beraturan lagi.
    namun untuk YA SUDAHLAH ini emang artinya kena banget buat org2 yg kesabarannya tinggi, buat org2 yg hampir putus asa waktu mencari kerja, wuih klo denger niy SUDAHLAH pasti bikin kita merasa ternyata ada yg mengerti keadaan kita, walau hanya dilewatkan sebuah lagu.

    Suka

  10. Menurunnya kualitas musik Indonesia lah yg udah bikin saya and temen2 beralih kiblat ke musik2 dari negeri Sakura jaman kuliah dulu. Kalo musik barat, saya prefer yg era 70-80an awal. Merindukan masa2 SMP-SMA, dimana masih banyak band2 Indonesia yg bisa bikin lirik2 bagus macam: KLA Project, Dewa 19, Slank, Sahara, GIGI, Sheila on 7, Padi, dsb. Kalo sekarang, saya lebih suka band2 indie label, salah satunya The Adams. Menurunnya kualitas lirik band2 di Indonesia menandakan menurunnya pula kualitas pendidikan di Indonesia. Menggenaskan!

    Suka

  11. Kalo soal selera musik lokal masih vote ke Dewa 19 dan Padi, soale kedua group band tersebut mempunyai style musik yang segmented dan agak berat untuk anak muda jaman sekarang yang demen ama band-band instan gak jelas gitu, btw telinga ini masih merindukan lengkingan suara khas band tahun 90an macam voodoo, kidnap katrina, sahara, slank, dewa19, power slave, grass rock, padi, power metal, boomerang dan off course god bless 😀

    Suka

  12. ga nyangka diulas disini, mantap pakdhe ide menulisnya..

    buat saya bondan itu berjasa besar membuka pemahaman ttg bass. sebelum denger album respect ga pernah tertarik ama dunia bass, monoton, ga asik. penyebabnya apalagi klo bukan karna suara bass yg ga kedengeran, embuh lah kenapa pakem settingan sound bass itu keknya pelit bener, ga boleh kedengeran terlalu jelas. waktu di funky kopral juga ga jelas kok bassnya. jadi percuma deh main sebagus apa klo ga kedengeran gt. sejak solo karier baru bebas arransement total, sampe semua alat musik dia mainin sendiri. klo format band tentunya memang dibatasi, sperti rindra padi jg ngalamin gt.

    klo ciri liriknya pokoknya anti-pesimistis. tp dari musiknya paling suka yg album respect, mungkin jg karna album kenangan.

    .: Rezpect :.

    Suka

  13. Waaah… kirain aku aja yang pemikiran seperti itu.
    Memang jaman sekarang kebanyakan musik yg nga jelas maknanya.
    jujur aja gw juga dulu suka bngt lagu yg si lumba-lumba eh nga nyangka sekarang yang ciptain lagu ya sudahlah bondan..mantap bgt.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s