Si Kuning Yang Menggetarkan


Si Kuning sudah termasuk barang jadul namun masih diakui keberadaannya. Banyak yang memandang sebelah mata, namun tidak sedikit yang menghargainya sebagai barang agak antik. Gini-gini dia termasuk nenek moyang CBR 250 maupun CBR 150 new yang sedang heboh-hebohnya melanda dunia maya.

Motor ini berjasa, pertama jelas buat pemiliknya karena telah mengantar kemana-mana. Kedua, ketika Kopdar Banyumas II , motor ini membuatnya menjadi semacam rambu petunjuk, ooo disini to tempat kopdarnya.

Karena motor tersedia dengan kunci kontak terpasang, agak gatel juga untuk mencobanya. Barang antik biasanya menyimpan sesuatu dibaliknya, jadi tidak ada salahnya melakukan pengecekan terlebih dulu sebelum menyemplaknya.

Berdoa dulu sebelum jalan

Hidupkan kontak, genjot batang starternya, bruuumm…terdengar bertenaga. Masuk gigi satu, buka gas, lepaskan kopling, hentakan awal mantap juga, kayaknya bukan standar nih. Geber dikit sampai dirasa pas untuk shift up, mulai gigi 2 dan seterusnya baru terasa, Si Kuning Memang Menggetarkan. 😎 Getaranya itu terasa ke seluruh tubuh

Masih ingat problem chatter yang menimpa YZR-M1 Camel Yamaha di tahun 2006 yang menggagalkan Rossi menjadi juara dunia. Sepertinya hal tersebut senasib dengan yang saya rasakan ketika masuk sirkuit dengan motor ini. 😎

Senasib

Kembali ke jalan raya, kemungkinan Si Kuning ini terlihat imut dan menggemaskan, sehingga wanita-wanita tampak tidak sabar untuk segera mengovertake-nya.

Menggemaskan bagi para wanita

Hal yang sama dialami pemilik asli Si Kuning, seperti yang dia ceritakan di Kisah Curhatnya . Berikut saya kutip salah satu paragraf dari sana:

Betapapun kubetot gas, ternyata tetep disalip sama cewek cakep yang pakai Mio baru. Berhubung usia motor jauh lebih uzur, mending ngalah wae lah. Si cewek Mio sesekali melambat, ngeledek kayaknya. Tak salip lagi, terus aku disalipnya lagi. Begitu terus sampai tiga atau empat kali. Yo wis lah, monggo mba, sampeyan duluan saja. Aku nggak nafsu kok (nyalip kamu).

=============================================

Ooops ada yang kelupaan, sewaktu mematikan mesin  Si Kuning ini juga perlu “digetarkan”. Yaitu dimasukkan gigi 1 dan kopling dilepas cepat.

=============================================

Demikian kisahku dengan Si Kuning yang getaran mesinnya benar-benar menggetarkan .

 

Iklan

35 pemikiran pada “Si Kuning Yang Menggetarkan

  1. cb mbah.wah,perlu dilatih otot balung wesine ning tanah njowo sisih wetan pakdhe,supoyo diwenehi elmu kanuragan tingkat tinggi koyo tinju angin sirah sibier satus seket iku..

    Suka

    • @Shuenk
      kuning = menggemaskan 😛

      @Lekdjie
      Nggak usah ke jawa weta, di Banyumas saja bisa, cuma sepertiny karena sibuk, pemiliknya nggak sempat melangkah lebih jauh

      @Cak Poer
      masa harus pake ngintip. kalo naik sport feelingnya langsung nyetel kok

      Suka

  2. :mrgreen: Ha… Ha… Ha… :mrgreen:

    Ngakak Pakdhe…
    Pakdhe, kalau lihat crankcase kiri kok sudah ganti punya GL Pro Yak? Atau ini GL atau CB sih? (sorri, jan gak paham…)

    Tapi salut yah, perlengkapan masih lenkpab banget… Walau body dah diacak-acak, fiturnya masih lengkap (kec. spion yang cuma 1)…

    Suka

  3. wkakakakakakakakaka,….. sikuning memang masih belum gahar betotan gasnya kangmaskur,…. beberapa kali aku nyobain juga belum ada geregetnya,….. kaburrrrrrr takut yang punya baca,…. xixixixixixixix

    Suka

  4. Wwwwwaaaaaaaa….sing ndue malah cuma keduman nomor 20…Chatter ya…? keren kue istilaeh. Aku malah kelalen. Soale wis sue istilah kue ora dinggo.
    Foto sing balapan karo mba2 kue lho kang…wakakakakakakakakak

    Suka

    • @Alrozi
      bisa dilhat di artikel ini

      @Anto
      maksudnya polos?

      @Kang Uung
      justru gregetny kerasa banget, sampai geregetan nagan getarnnya..mau kabur yang punya sudah datang

      @Kang Tri
      ’74 je

      @Lingga
      Narsis?enggak lah

      @Pak Irawan
      Kayaknya memang begitu

      @MR. Bonsai
      Wah si merah masih terliaht standar

      @Billy Koesoemadinata
      Asal kuat mental

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s