Desain Knalpot (2) – Cover Knalpot


Cover knalpot merupakan suatu perkembangan positif terhadap fitur yang diterapkan sepeda motor. Cover atau disebut juga heat protector berfungsi mencegah terjadinya luka bakar yang parah ketika ada bagian tubuh yang tanpa sengaja menyentuh bagian knalpot. Fitur keamanan ini (CMIIW) digunakan pertama kali (di motor 4 tak) oleh Suzuki Shogun.
Knalpot 1 datar.jpg

Heat protector ini biasanya dipasang di silencer karena bagian itulah yang berada paling luar serta paling tinggi luas penampangnya. Sehingga paling mungkin tersentuh secara tidak sengaja. Pertanyaanya adalah : Penting ataukah tidak fitur heat cover ini dipasang? Kalo penting, kenapa pabrikan tidak konsisten menerapkannya pada produknya?

Kita ambil salah satu ATPM produk sebagai contoh. Suzuki sebagai (CMIIW) yang pertama memakai fitur ini tampak konsisten di awalnya dalam menerapkannya pada produknya. Termasuk pada Suzuki New Smash yang walaupun kecil, namun tetap dipasang. Suzuki Shogun FD125SP yang menerapkan muffler sporty juga menerapkannya. Varian light sport, Thunder 125 tak ketinggalan memasang pelindung panas ini.

Namun kenapa akhirnya Suzuki juga tidak konsisten. Varian bebek sport Satria FU dan bahkan bebek (biasa) Smash Titan tidak memasang heat protector ini?

Apakah karena model knalpot seperti Supra X 125 (dan juga Satria FU) memang tidak memakai heat cover? Buktinya Shogun FD125SP dengan model yang sama juga tetap menerapkannya.

Masih ingat dahulu di perdebatan di suatu artikel di TMCblog, tentang knalpot Supra X 125 yang tanpa pelindung panas. Dari perdebatan itu ada yang menyangkal bahwa knalpot HSX125 mempunyai 2 lapisan jadi tidak terlalu panas.

Awalnya saya percaya saja karena blum pernah membuktikan. Namun hal tersebu terbantahkan setelah membaca komentar-komentar yahonsuwakanja di artikel Knalpot Berkondom, Keren Dan Aman.

Yang masih konsisten menggunakan heat protector dari ATPM dalam negeri adalah di varian skutik. Dan dengan adanya dua motor dengan silencer ber-kondom, yang juga bisa berfungsi sebagai heat protector, semoga ke depannya ATPM memperhatikan hal ini.

Akhir kata, saya ingin bertanya kembali, penting atau tidakkah cover/heat protector di knalpot?

Iklan

29 pemikiran pada “Desain Knalpot (2) – Cover Knalpot

  1. ❓ apa karena pengaruh trend saja ya pakdhe??? tapi, ada juga trend yang terud diterapkan pabrikan pakdhe…

    cover cranckase motor plastik (seperti di supra series, mpe supra 125 juga masih memakai plastik di blok kanan mesinnya)…

    kalau itu, sudah jelas2 untuk keamanan…

    Suka

  2. iya pak, di si rio ane hbs dipakai tak dumuk-dumuk ga begitu panas, pelindung panase pakai plastik thn panas jd (mungkin) lebih bgus sbgai isolator

    Suka

    • @all

      mayoritas mengatakan penting. Jadi pengen tau komentar dari komentator yang dulu ribut masalah ini di blog lain?

      @Pak Bedunduk

      Selain jawaban Aji tadi. Kalo cover plastik kalo pecah …ya sudahlah. Kalo pelat tidak bisa pecah, kalo penyok bisa di kentheng

      @Adicuzzy

      No picture = Hoax! 😎

      Suka

  3. menurut saya penting.. tapi kalo misalnya nggak dipasang pun saya yakin pabrikan udah punya perhitungan sendiri kenapa nggak dipasang.. alhamdulillah muffler new HSX 125 saya belum pernah makan korban.. 😀

    kalo bahan cover, saya prefer plastik, karena isolator.. kalo plat logam, sama aja, panas.. meski ga sepanas muffler-nya.. pernah nyoba megang cover muffler jupri zed bokap saya, pas mesin nyala.. tetep panas.. :mrgreen:

    Suka

  4. cover mufler pada athelete jaraknya sempit banget, jadi klo abis jalan terasa panasnya klo dipagang, walopun ga sepanas muflernya tapi khawatir juga kena kaki orang apalagi anak kecil….

    Suka

  5. Kalo dipake harian suuangat perlu…hampir seluruh keluarga (yg pake celana pendek..:) ) pernah tersengat knalpot dan mereka malah bangga…aneh…. makanya kalo parkir di rumah kanlpor hadap dinding rapat biar gak ada nyang lewat ke sebelah knalpot

    Suka

    • @sa469
      Oh iya kalo 2 tak nggak di silencernya ya..

      @ardhinugros & Shark
      yang sudah pernah jadi korban Supra X 125 yaitu senior komentator YAHONSUWAKANJA
      Iya bahan plastik terkesan lebih dingin, tapi pelat besi yang digunakan juga jedanya lumayan jauh. Kecuali untuk Shogun 110 dan motor-motor kawasaki,cover heatnya kayak nempel di badan silencer

      @hampura
      celana pendek apa rok mini :mrgreen: kan tidak recomended

      @renra
      terimakasih telah mampir

      Suka

  6. @6

    Kalau cover plastik di crankcase kan buat mengurangi panas kan ya(lumayan signifikan sih, tapi kalau motor udah dipake lama ya tetep panas) ? sempet tergantikan dengan besi yang berguna untuk menahan kaki supaya tidak bersentuhan dengan crankcase. Cuman katanya sering ada kasus terseangkut di celana, jadi sampai sekarang ada merk yang kekeuh untuk tetap pake tutup crankcase plastik.

    Cuman kayaknya paling aman knalpot kondom deh yang kayak byson, dia soalnya tertutup keseluruhan knalpotnya, soalnya yang mungkin kena knalpot gak cuman kaki boncenger doang, tapi orang-orang yang jalan atau anak kecil juga bisa. Kalau di mall parkir dempet-dempet, terus kena kanlpot kan maknyus juga tuh.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s