Test Ride Honda Beat


Ketika Kopdar Banyumas II satu yang tidak terlewatkan adalah mencoba motor-motor yang ada di sana. Diantara motor tamu, hanya Honda Beat yang belum pernah saya coba.

Jadi mumpung ada kesempatan, saya tidak melewatkan kesempatan ini dengan mencaoba motor milik Cak Poer ini. Kalo Vixion (Shuenk) sudah pernah, Shogun FD 125 (Aji) malah pernah punya, dan motor Jupiter MX milik Tafri-lah yang ada di artikel ini.

Oke langsung saja pinjam kunci. Eits Jangan lupa pakai helm! Putar kontak, tekan tuas rem, tekan tombol start, dan langsung terdengar suara Bletakk! :mrgreen:

Breeem.

Kesan pertama tentang motor ini adalah ringan dan kecil. Ketika gas dibuka sedikit langsung ngacir, beda dengan Mio atau Skywave yang harus memutar gas lebih dalam, mungkin ini salah satu sebab kenapa Beat lebih irit.

Akselerasi juga khas matic, cepat. Namun karena trek pendek dan rame, ketika sudah mencapai kecepatan 60 kpj, langsung saya tekan kedua tuas rem. Tuas remnya juga enteng ditarik dengan agak mendadak walapun tidak ekstrem. Hal lain yang saya rasa adalah deknya terlalu kecil. Lutut saya ada hampir mentok.

Overall, Beat ini cocok untuk jarak dekat dan maksimal dikendarai dua orang. Serta satu lagi, sepertinya kurang cocok untuk postur saya.

 

 

Iklan

32 pemikiran pada “Test Ride Honda Beat

  1. dibandingkan Pak Rio eh Vario gimana Pakdhe? :mrgreen: skutik yang pernah saya naiki baru Mio, Soul, sama Vario. Soal kenyamanan berkendara Vario jauh unggul..

    Suka

    • @Anto
      tetap kurang cocok…
      @PB
      Byson kan touching your heart
      @Kang Propus
      belum dapat pinjaman Vario
      @tiyo 2010
      Yang cocok yang ini ya :mrgreen:

      @Mbak Puji
      Mmm belum terasa, soalany cuma 5 menit nyoba
      @ocho99
      walaupun diet tetap nggak cocok
      @Mercon C
      ide bagus
      @ardhinugros
      Vario belum pernah, aku juga cuma pernah naik Beat, Mio, Soul & SW
      @And2
      Kalo keseringan jadi nggak khas dan membosankan. eheheheh maksudnya belum nemu yang aneh dari Beat ini

      Suka

  2. Wehehe…si putih akhirnya nongkrong juga di blognya juragan BTS :mrgreen: thx kang baru bisa OL nih

    * ternyata tenaga beAT ditanjakan ok juga lho, tadi boncengan anak, istri & keponakan di daerah krumput-banyumas mak nyuzz bgt motor2 bebek bergigi dilibas semua :mrgreen: (pembelaan mode:ON)

    Suka

  3. Heran, yang dengkulnya mentok ke dek tingginya berapa sih? Di atas 170? Saya kalo naik beat kok dengkulnya jauh dari dek ya? Lebih dari 15cm.. Tinggi saya 167.. Apa posisi duduknya belum pas? Saya kalo duduk pasti mentok di tekukan jok, jadi posisinya mirip duduk di jok mobil, gak mincut-mincut ke depan jok kayak cewek..

    Suka

    • @aanhamzah, Cyber™
      Hehehe,benar, kayaknya memang semua matis kecil di desain buat kot-kota.

      @Pak Mitra
      Kalo kata sales Honda di mall katanya kencang Scoopy…sekali lagi itu kata sales lho.

      @Azizy
      400km, masih kalah sama Nick69

      @CakPoer
      juragan BTS wkwkwkwwkwkwk…..salah, yang tepat kuli BTS
      Matic emang kencang kok walopun ditanjakan.

      @Raya
      tinggi badan bukan jaminan, karena panjang kaki beda-beda. Aku duduknya yang aku rasa paling nyaman. itu belum mentok, tapi sudah hampir

      Suka

    • @MR.B
      wah ambles ya nggak. pipiku normal kok, cuma pas di foto kok selelu terlihat lebih gemuk dari aslinya. heran, aku perlihatkan ke orang lain juga begitu, gemuk di foto daipada aslinya.

      Suka

  4. Ping balik: Maaf Yah..Kalo Koment Yang Bener (contoh komengtator rese) « Asmarantaka's Personal Blog

  5. wah bini kedua ane dijadiin artikel juga wkwkwk.

    beat ini akselerasi/tarikan maknyuss..
    Irit pula,,bener2 irit dah swear!(bandingkan dgn yg lain)
    Palagi pake pertamax.
    Lhah,dibeat 90kpj aja udah serasa 100kpj dimatic lain

    Jago leader kota2 nih mtr.
    Coba aja dilampu merah,janjian dulu,start langsung tancap.
    Lalu lht spion.
    Dibelakang seperti anak2 ayam ngejar induknya :mrgreen:

    Kelemahan,
    -Jog keras,
    -Diatas 80kpj berat.
    (Topspeed 100kpj lbh duikit)
    -betul,buat org tinggi gak cocok.
    Mending rak nya diabuang aja x ya hehe.
    Kdg gak sengaja njadug dengkul.
    Kalo ngerem kudu kaki nya dibuka euy.
    Seblmnya udah ane bw tour 668km + 140km + 700km dalam seminggu.
    Sensasi ya begitulah,sama aja dgn jupiter z.
    Lari rata2 90kpj – 100(gaspol) dah cukup nyalip megapro boncengan yg jg lagi mudik.

    Rencana nih, mau tour 700km + 668km.
    Ditambah 140km x 3 dlm 10hari.
    Tunggu ulasan ane gan :mrgreen:

    *bus malam cepat mode on. 😛

    Suka

  6. Ping balik: Rute Ke Curug Gumawang « Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s