Antara Garang Asem, Sayur Asem, Asem Asem Dan Brambang Asem


Suatu siang saya melintas di sekitas kampus UNDIP Pleburan tepatnya jalan Erlangga, melihat ada satu warung bambu yang memajang tulisan bahwa disana menjual Garang Asem. Siang-siang cocok nih pikir saya, langsung hentikan motor sambil membayangkan daging ayam yang empuk berpadu dengan kuah cair yang beraroma asam, dan blimbing wuluh yang ada sensasi sendiri ketika dikunyah.Mmmmm…

Saya kenal Garang Asem ini pertama kali ketika masih kuliah di Solo. Ada satu warung yanng menjual masakan ini di Jalan Ir. Sutami sebelah barat-selatan jalan, posisinya timur-utara tugu Cembengan. Ketika di Mampang juga sering mencari makanan ini di Warung Wonogiri yang jualan di deoan SMPN 43 Mampang.

Sambil makan, saya jadi terbayang makanan dan masakan lain yang menggunakan kata Asem. Berikut diantaranya:

Sayur Asem

from : anekatripdantrick.co.cc

Ini makanan yang sudah sangat umum di Indonesia. Berupa semacam sop yang kuahnya menggunakan asam jawa atau belimbing wuluh. Dulu saya tidak suka sama sekali sayur asem ini, namun sekarang selera berubah. Saya sekarang suka. Ketika Kopdar Solo di SS, saya juga pesen sayur asem ini.

Asem-asem

from : langsungenak.com

Yang ini semacam tumisan dengan kuah yang agak banyak dengan campuran belimbing wuluh didalamnya. Yang sering saya temui biasanya isinya sayur buncis dan daging sapi. Rasanya? gurih dan segar (jadi pingin).

Brambang Asem

from : ahmedfikreatif.wordpress.com

Kalo yang ini khas Solo. Berupa daun ketela rambat (di Banyumas disebut Munthul) yang direbus lalu diuleg dengan sambal yang diberi asam jawa. Biasanya juga dilengkapi dengan tempe gembus atau karak. Bisa digado bisa juga untuk teman nasi. Bikin fresh asal perutnya tahan. :mrgreen:

Bonus, si pembuat rasa asam: Belimbing Wuluh dan Asam Jawa:

 

Iklan

15 pemikiran pada “Antara Garang Asem, Sayur Asem, Asem Asem Dan Brambang Asem

  1. Hmm ra patek doyan kok kang, di ‘kamus’ ku yg namanya ayam & ikan itu harus digoreng & dibakar aja, kalo di sayur, dipepes dll waduh…engko ndhisit (nek sing ngaweh mertua ya ora kepenak xixixi)

    Suka

  2. Ping balik: Motor Sandal Bata, Bagaimana Menurut Anda « Learning To Live

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s