Anak Sekarang Semakin Kritis


Ngomongin hal lain terus selama ini, malah tidak pernah cerita keluarga sendiri.

Heran sekaligus bahagia, jika melihat perkembangan kedua anak kembar saya. Heran karena logikanya jalan. Kalo ada sesuatu mereka bisa menyimpulkan dengan tepat. Atau jika ada sesuatu yang tidak pada tempatnya, mereka langsung protes.

Berikut sedikit contohnya:

1. Ketika si ibu sedang menasehati agar anak-anak mengurangi permen. Istri saya mencontohkan mbahnya (mertua saya) yang terkena diabetes. Tanpa diduga si kecil menjawab : ” Lho berarti mbah waktu kecil suka makan permen ya ma?” ❓ ❓ ❓

2. Ketika saya ajak ke Semarang, kalo jalan-jalan (jarak dekat) selalu naik becak. Ketika dibahas, jika di rumah tidak pernah naik becak. Si kecil langsung nyeletuk : ”Ya jelas lah, kan di rumah ada motor.”

3. Ketika beli buku baru, ada bab berjudul Sinar Matahari Baik Untuk Kesehatan. Si Kecil langsung teriak : ”Itu kan bagus, ibu sih suka melarang kalo main di luar!”

Oh iya di saat umur 4 tahun si junior sudah bisa membaca (Padahal saya umur 6 tahun baru bisa). Begitulah keajaiban-keajaiban selalu saya temui setiap hari pada diri si kecil. Karenanya ketika mendapat brosur keselamatan berkendara, langsung saya bawa pulang dan saya kasihkan ke anak saya. Dengan harapan, mereka mempunyai dasar yang kuat tentang berlalu lintas yang benar.

Kita sebagai orang tua harus mengarahkan anak-anak ke jalan yang benar.

Ada pendapat, anak mulai nakal diabiarkan saja, apalagi buat anak laki-laki. Bagi saya tidak berlaku. Prinsip saya seperti halnya naik motor, ada kemudi, ada gas, ada juga rem. Kemudi untuk mengarahkan ke kanan, kiri atau lurus. Gas untuk membuatnya berjalan. Terakhir rem untuk mengendalikan kecepatan.

Jika anak nakal apa-apa diiarkan dibiarkan, bagaikan motor tanpa rem.

29 pemikiran pada “Anak Sekarang Semakin Kritis

  1. gizi anakx tercukupi mungkin,apalagi klo minum susu yg kandungan gizix bagus ditambah stimulasi ortu n lingkungan,mkax mereka lebih cepat paham

    Suka

    • @agungde13, ●●●ЄЯШЇЙ●●●
      iya memang, orang tua harus banyak belajar juga. agar bisa mengimbangi dan mengarahkan mereka.
      @kang Jamin
      tunggu 2 tahun lagi.
      @Kentas
      iya setuju, aku juga tidak berusaha memanjakahn mereka. tapi itu juga hal sulit karena mereka bisa menganggap orang tua tidak sayang. seperti kita dulu salah sangka pada orang tua kita.
      @az147r
      sepertiny pemenuhan gizi jaman sekarang memang lebih mudah.
      @Pak Mitra
      berarti Indonesia semakin maju atau terburu-buru?
      @Pak Bon
      Tergantung kemampuan.
      @Ocho
      betul, kita harus membuka wawasan. ibarat anak itu punya buku. kita harus jadi terjemahan kata-kata, frase-frase, idiom-idiom, majas, peribahasa, dan semua yang ada di dalamnya

      Suka

  2. Mungkin karena susu formula yang diminum anak2 sama ibu2 hamil sekarang udah banyak yang ditambahin macem2, jadinya anak2 sekarang pada kritis 😛

    Yang penting :
    1. Jangan suka bohong sana anak. Somehow, mereka bakal tau kalo ortunya ngibul
    2. Kalo menasihati, barengi dengan memberikan contoh
    3. Kalau melarang, barengi dengan memberikan penjelasan yg logis yang bisa dimengerti anak. Jangan justru ditakut2i dengan hal2 yg ngga jelas
    4. Cari nafkah yang halal, supaya Insya Allah berkah ke anak
    5. Tambahin sendiri yaaaaaa…. 😛
    6. Maaf kalo saya sok tau dan menggurui. Cuma sekedar sharing :mrgreen:

    Suka

  3. Maskur ini termasuk Bapak yang sadar.

    Beberapa kasus yang sama sering kali memang dialami oleh sebagian besar orang tua. Saya setuju dengan cara beroikir Maskur, karena jika salah menerapkan pendidikan terhadap anak itu artinya menyiapkan “kegelapan masa depan”.

    Salah dalam menerapkan pendidikan sama saja dengan menyediakan narkoba yang berujung pada penyesalan.

    Suka

  4. intinya sih pakde,,,
    yang paling penting buat anak-anak tuh, tanamkan sejak dini kalo merokok, narkoba, miras apalagi main cewek tu hal yang paling buruk sedunia,,,
    trus kalo mengenai berkendara ya,,,
    kasih pengertian kalo motor buakn untuk anak dibawah umur :mrgreen:

    Suka

  5. “Prinsip saya seperti halnya naik motor, ada kemudi, ada gas, ada juga rem. Kemudi untuk mengarahkan ke kanan, kiri atau lurus. Gas untuk membuatnya berjalan. Terakhir rem untuk mengendalikan kecepatan.”

    SETUJU .. bener banget nih ..
    nice info .. ^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s