Pengalaman Naik Ojek Di Jakarta


Kamis sore setelah menyelesaikan urusan di daerah Mega Kuningan, saya bermaksud kembali ke Benhil dengan Taksi. Tapi melihat suasana pulang kerja sudah pasti menguras kesabaran, akhirnya saya berjalan ke depan ITC Kuningan, disana terdapat tukang ojek dan saya pikir kenapa tidak mencoba naik ojek di Jakarta ini.

Begitu naik dan jalan, kok saya tidak di kasih helm padahal saya tahu ada helm di dek depan. Sebagai konsumen bertanyalah saya menuntut hak saya.

Saya : “Nggak ada helm nih pak?”

Tukang Ojek : “Nggak apa-apa mas, polisi jam segini masih jauh di belakang.”

(Hmmmm….berpikir….ternyata begitu pikiran ojeker ini)

Saya : “Lho tapi kan saya kena debu rambut sama mukanya nih pak.”

Akhirnya saya diberi helm TRX model kecil dan terkesan ringkih itu. Ada rasa was-was sebenarnya. Tapi begitulah keadaannya.

18 pemikiran pada “Pengalaman Naik Ojek Di Jakarta

  1. Jadi inget jaman kuliah di Bandung. Selama setahun (2 semester), berangkat kuliah selalu naek ojek. Macem2 kelakuan tukang ojek, dari yang baru bisa naek motor (pas tanjakan,motornya malah mundur), yang ramah dan nyetirnya kalem tapi masang tarif lebih mahal, sampe yang doyan mabok (minuman keras) dan ridingnya sruntulan….

    Suka

  2. itu wajar klo di kawasan kerjaku.., tukang ojek ga pernah ditilang, sementara masyarakat biasa yg bkn tukang ojek boncengan ga pake helm 1 aja langsung ditilang. Gimana tuh….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s