Skywave Kalah Oleh Vario, Faktor PWR


Terinspirasi dari komentar di TMCblog yang menyatakan bahwa Skywave dilewati dengan entengnya oleh Vario ditanjakan. Walaupun belum mencoba pernah head to head langsung mengujinya. Sebagai pemilik dan pengguna Skywave, saya maklum dan tahu pasti alasannya.

Jika melihat data teknis, memang kapasitas mesin serta power maksimum Skywave (125 cc/9.37 hp) lebih unggul daripada Vario (110 cc/8.87 hp). Namun dari data teknis tersebut jangan menganggap Skywave lebih superior, perhatikan juga perbandingan berat kosongnya yaitu Skywave 113 kg berbanding Vario 99 kg.

Skywave itu bobotnya cukup berat, sehingga dibenci tukang parkir karena berat untuk digeser.

Dari data diatas tersebut dapat dilihat selisihnya dengan Vario mendekati 15 kg. Apakah dengan selisih yang lumayan banyak tersebut akan berpengaruh terhadap performa kedua motor tersebut?

Mari kita hitung perbandingan power terhadap bobot kendaraan, atau yang lebih dikenal dengan Power To Weight Ratio (PWR).

Dalam perhitungan ini kita ambil sampel lain sebagai pembanding. Salah satu pembanding adalah motor dengan berat kosong mendekati Skywave yaitu Yamaha Vixion dengan berat kosong 114 kg. 😯

Sampel lain saya ambil secara bebas yaitu Yamaha Mio. Hasil perhitungan saya sajikan dalam bentuk tabel:

Motor Berat Kosong (kg) Power (hp) PWR (hp/kg)
Skywave 113 9.37 0.083
Vario 99 8.87 0.090
Mio 87 8.78 0.101
Vixion 114 14.89 0.131

Jadi dengan hanya memperhatikan data power dan berat kosong (masih ada faktor lain), dapat diketahui Vario lebih tinggi nilai PWR-nya daripada Skywave.
Jadi…jika ada yang mengatakan : “Skywave dilewati dengan entengnya oleh Vario ditanjakan”....saya katakan WAJAR.

Iklan

35 pemikiran pada “Skywave Kalah Oleh Vario, Faktor PWR

  1. tergantung yg bawa juga sih, matik ga bisa asal gas mentok kalo di tanjakan. kalo dibandingin Vario, saya pernah di ketep itu kalah tapi cuma tipis kok, ga sejauh yg dibilang itu(dg enteng Vario nyalip). tapi pas itu saya bawa SW berat 60an + yg bonceng 100an kg, sementara Vario temen cuma 50an+40an kg saja. ga tau sih kalo berat ridernya imbang, belum pernah..

    Suka

    • @Cyber, Skyrider, Moko.
      Memang banyak sekal fakor, namun jelas yang bisa dibandingkan adalah data teknis keluaran dari pabrikan.
      Sebagai jawaban atas statement yang cuma melihat dijalan.
      @Roso
      Lha ban 16 bukan nambah tenaga, malah menambah bobot. Namun JELAS! lebih stabil.
      @Kang Jamin
      Ini bukan motor balap kang.

      Suka

    • @Omen
      sekali lagi ditekannya, ini bukan komparasi di lapangan. namun komparasi teknis dengan membandingkan data di atas kertas. Kalo kenyataan di jalan……..mmmmmmmm….beda lagi

      Suka

  2. weh pada ribut yak?? urun rembug pak-dhe……..
    dilihat dari spek mesinnya pario punya compresi ratio 10.7:1….kalo ngasih minumnya bener (pertamax)…jelas2 skywave kalah galak dan kalah getak-an….lha kompresinya dah kayak mesin road race kok…itu satria FU yang sangar juga cuma 10.2:1 mas bro……….

    Suka

  3. kata bapak guru fisika samping rumah…dengan torsi yang hampir sama..lebih ringan memutar roda diameter kecil dari pada roda diameter besar…makanya vespa kalo buat nanjak yo asik2 saja……soale kalo buat nanjak yang dibutuhkan bukan power…tapi torsi…di mek-tek pasti ada tuh…….

    Suka

    • @Danan
      heheheh akhirnya pakar mesin komen juga…….sengaja tidak titampilkan data lain..cukup PWR saj sudah terlihat kok.
      kalo di rumusan ini namanya PEMBATASAN MASALAH…..
      kalo dibahas semua faktor..artikelnya jadi panjaaaaaaangggggggggggggggggg dan lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
      Selain karena faktor diameter (lebih tepatnya radius/jari-jari)……secara kasat mata…..jumlah material lebih banyak….otomatis bobotnya bertambah..
      @Hampura
      direksi….apa pula itu……..

      Suka

  4. ^ betul…PWR malah banyak yg ga tau. makanya jadi kaget waktu kejadian spt itu, CC lebih besar bisa kalah ditanjakan oleh CC yg lebih kecil dgn kondisi standar.

    Suka

  5. yang naik vario mas benny boncengan mas wiro plus mas dono kayak gimana ya?
    oh ya.komparasi kurang imbang. coba Xeon…
    aku belum pernah jajal SkyWave.di rumah ada Vario CBS Techno + BeAT..tanjakan keduanya gak masalah tuh..

    Suka

  6. Juragan DOHC boncengin saya pake Beat lawan mio gak berboncengan ternyata mionya kesalip padahal yg pake mio udah nunduk-nunduk. he he he he :mrgreen:

    Suka

  7. akur mas maskurrr …..

    aku jg punya SW kmrn tak bawa ke jogja, di ece karo mio … asemmmm.

    ra popo lah hehehe

    tp matic paling ngacir tuh Xeon, buktikan sendiri! :mrgreen:

    Suka

  8. Saya sudah mencoba ngetes ama vario, vario saya suruh laju duluan tp ttap msih bs d.kejar ama skywave yg aku punya….
    Dari segi tenaga aja udah keliatan lebih kencang skywave dr pada vario, jd mana mngkin skywave kalah dngn vario dr segi stndar pabrik. . .

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s