Dulu Laki-laki, Sekarang Harmoni


Bulan Juli 2010, di pintu keluar masuk penumpang ke bus di Halte Benhil, tertulis logo Laki-laki dan Perempuan.

Logo tersebut berupa kertas yang di print dan ditempel di pintu kacanya. Yang sebelah kiri logo laki-laki sementara yang kanan perempuan.

Bulan November ini, lho kok tulisan di pintu kaca ini berubah. Yang kiri Dukuh Atas -Harmoni, yang kanan Kota. Laki-laki menjadi Dukuh Atas/Harmoni, Perempuan menjadi Kota.

Kenapa ya? Apa karena dalam prakteknya seperti ini?

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Iklan

18 pemikiran pada “Dulu Laki-laki, Sekarang Harmoni

    • @aiefz
      BIsa jadi yah
      @Febri
      Kapan ya tidak biasanya.
      @Kang Jamin
      Realitas lho
      @Roso
      Nama daerah itu bukan jenis kelamin :mrgreen:
      @Pak Mitra
      Salah siapa……yang melanggar salah…yang buat aturan tidak konsisten juga salah….kalo ternyata saya yang salah mohon dimaafkan..
      @Kang Elsa
      Nah itu dia, kapan budaya menjunjung tinggi aturan dilakukan..dulu jaman sekolah nilai PPKn nya bagus kan?
      @Ridertua
      Wah…mulai tidak normal ini……

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s