Ini Salah Atau Tidak?


Di jalan kampung di kelurahan Benhil terlihat seorang anak SMP mengendarai Honda Revo berwarna kuning. Si Anak hannya mengenakan pakaian sekolah, tanpa piranti keselamatan berkendara.

Jika artikel kemarin, kesannya sudah benar-benar menyalahkan, dan sepertinya banyak yang tidak sependapat. Sekarang pertanyaannya berubah : “Ini Salah Atau Tidak?”

Si Anak dan orang tuanya bisa jadi pasti merasa dia tidak salah:

  • Sudah terampil naik motor kok.
  • Motornya beli sendiri kok.
  • Di jalan kampung kok, kan nggak ada polisi.

Jadi jika semua orang berpendapat : SEMUA DIKEMBALIKAN KE PRIBADI MASING-MASING. Salah satu contohnya adalah seperti ini.

Pentingnya aturan baik berupa hukum, norma atau yang utama adalah Aturan Agama adalah demi kebaikan manusia itu sendiri.

Iklan

32 pemikiran pada “Ini Salah Atau Tidak?

  1. salah..

    dari segi umur aja dah salah, karena ada kan batas minimal mengendarai kendaraan bermotor (lupa berapa)
    kesalahan lainnya seperti yang dah ditulis di atas.

    dan yang namanya ancaman kecelakaan bisa di mana saja, kapan saja

    safety riding first 🙂

    Suka

  2. Harusnya sih salah ya
    Tapi yo piye, baru kemarin saya liat 4 anak SMP, masih pake seragam SMP, cewe2 semua pula
    Nyetir mobil di tengah2 kota, duh mereka kan belum ada yang punya SIM pasti. Repot memang =.=a

    Suka

  3. saran dari ane, kalo ngeliat anak-anak dibawah umur bawa kendaraan, jauhi segera! kenapa? mereka belum punya pemikiran jauh atas apa yang akan dilakukan. Seenak udelnya aje bawa motor/mobil. Yang ada, kita yang kena getahnya.
    Waspadalah, waspadalah, waspadalah….
    *lanjut makan mendoan*

    Suka

  4. Tuhh anak Bibit road race unggul bro… Yg dha di didik dr kecil utk bwa bebek melewati tikungan patah dlm gang kecil… Jdi ga salah… Siapa tahu udah gede jdi Doni tata… Hehehe

    KaboOorrr…

    Suka

  5. kalau jenengan lihat di kampung2 jangankan anak SMP, anak SD aja sudah diajarin pakai sepeda motor. Dan kelihatan betul bangganya orang tua mereka.
    1. bangga bisa beliin motor buat anaknya.
    2. bangga anaknya yang masih kecil udah jago membalap
    3. bangga bisa melanggar undang2

    Suka

  6. Ya tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Jika dari norma hukum memang salah tapi klo sudut pandang si empunya motor fine aja asal dia nggak nyenggol gue…

    Suka

    • @Danan
      Aku nggak kayak gitu dong……
      aku blajarnya pake SuperCub jadi nggak jinjit…:mrgreen:
      helm kayaknya pake, tapi di desa dulu belum wajar pake hlem kalo nggak ke kota
      **ngeles mode**
      @Mbah Dukun
      Wah asyik nih udah ada blogger papan atas masuk di marih…….
      eh ternyata sudah ada artikel ini yah :kampretto! anda sendiri belajar motor gimana ?
      tapi tetap berpatokan pada point2 di artikel mbah dukun:
      -Tetap pakai piranti keamanan.
      -Pengajar selalu dibonceng dan menasihat.
      -Pilihlah waktu dan jalur sepi.
      -Tetap di Komplek sampe punya sim.
      Ssssst……menunggu komentar mbah Edo nih………
      alasannya boleh jug anih

      Suka

  7. Tapi kadang-kadang Orang Tuanya terbantu dengan adanya anak yang bisa bawa motor dirumah, disaat tidak ada lagi yang bisa membantu untuk urusan Sepeda Motor, Perlu namanya Pengawasan, Pengarahan, baik dirumah dan di sekolah terkait cara berkendara yang aman dan nyaman, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, agar Orang tua terbantu dan juga keselamatan anak dan orang lain tetap terjaga.
    Jangan setelah dikasih dibiarin saja, tidak diawasi dan di kontrol.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s