Motor Plat Merah


Setiap melihat motor milik pemerintah yang ditandai dengan pelat nomornya yang berwarna merah, saya selalu bertanya-tanya dalam hati, kenapa tidak menggunakan motor yang dianggap sebagai motor produksi dalam negeri?

Dalam pikiran lugu saya, jika pemerintah punya itikad untuk memajukan industri dalam negeri, kenapa tidak mulai dari pemerintahan sendiri yang memulai langkahnya. Misalnya semua kendaraan dinas menggunakan merk Kanzen.

Ketika dulu Kanzen yang mengklaim dirinya sebagai motor anak bangsa, dan sedang gencar-gencarnya mempromosikan varian Taurus dengan beberapa modelnya, timbul pertanyaan juga, apakah pemerintah memang tidak mensupport sama sekali terhadap produk-produk dalam negeri.

Apakah karena pemerintah juga memikirkan merk dan mendewakan produk Jepang. Tidak juga! Karena motor dinas juga ada yang produk Cina. Belakangan saya mendapat informasi, sepertinya memang ada tangan-tangan lain yang sangat mempengaruhi pemerintah dengan kuatnya. Atau karena otonomi daerah sehingga pemilihan diserahkan masing-masing, jadi menggunakan sistem tender, yang menguntungkanlah yang dipilih.

Tak tahulah, ini hanyalah pikiran orang awam.

Baca Juga

Iklan

21 pemikiran pada “Motor Plat Merah

  1. Sebagai orang indonesia saya sebenarnya bangga jika Bangsa kita mempunyai produk otomotif sendiri… bahkan sekarang dengan bangganya saya memiliki pesona 5 produk dari kanzen yang luar biasa kuatnya… dikendarai oleh karyawan saya 2 kali/bulan perjalanan PP Banjarmasin-Balikpapan

    Suka

  2. entahlah mas.. untuk BRI motor dinasnya udah bukan win lg tp old megapro (order khusus krna sharusnya dah ga dijual)
    hayoo kenapa bukan kanzen

    Suka

  3. Kanzen kan ada hubungannya dengan Rini Suwandi, sedangkan Rini Suwandi dekat dengan Megawati, Megawati Ketua Umum PDIP, PDIP adalah oposisi dari Pemerintahan sekarang… jadi yo maap aje sudah garisnya Partai yang berkuasa tidak akan memberi jatah apapun kepada Oposisi….. dan efeknya bisa seperti Kanzen ini… tidak itu saja, siapapun yang berkuasa akan mengganti petinggi BUMN dengan orangnya… biar kalo ada dana siluman bisa masuk ke kas partai penguasa….

    Jadi bukan masalah produk dalam negeri ato bukan tapi penguasa melihatnya dari “menguntungkan kantong apa Nggak”….

    Suka

  4. Begini mas…
    jika pemerintah Indonesia berani mendukung program monas (motor nasional) atau mobnas (mobil nasional) seperti Malaysia, “bantuan” dari Jepang bisa ilang…
    dan akibatnya jalan raya ribuan km tidak mendapat anggaran untuk pengaspalan.

    Kenapa? karena “bantuan” dari Jepang memang diprioritaskan untuk pembangunan jalan agar Honda, Yamaha, Suzuki, dan semua produk otomotif Jepang ngglundhung dengan lancar di Indonesia.

    Jadi sampai ganti presiden 40 kali-pun gak bakalan ada program monas atau mobnas….kecuali kita punya presiden yang berani bertindak radikal dalam menentukan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri.

    Suka

  5. Adalah hil yg mustahal bagi Pemerintah menjadikan mobnas & motnas utk kendaraan dinas krn terlalu banyak kepentingan yg ‘bermain’ dibalik kebijakan ni, sebut saja mulai dr pembuatan proposal, tender, lelang, etc,

    Suka

    • Hhhhh…baru sempat mbuka-mbuka koment nih..tenyata udah banyak juga.
      @Joenet.
      Wah Pesona 5 itu Kanzen yah, gimana tenstimoninya? tentang perawatan, suku cadang dsb. apa bisa subtitusi merk lain? Honda Supra misalnya, kan bentuknya sama?
      @Nurhidayat.
      Masih ada yang pesan motor dinas sport to? setahuku sekarang semuanya bebek.
      @kang Jamin
      tepatnya yang megang keuangan.
      @Rahmat.
      Sepertinya enggak ah, kan anggarannya katanya berlebih-lebih… 👿
      @Kang Uung
      baik, dirimu bagaimana?
      @Kang Jo
      Oooo begitu yah, aku kurang memperhatikan masalah politik, Jadi masalah partai mengalahkan masalah negara yah. pantesan negaranya ancur-ancuran gini.
      @Dismas
      benar, memberi contoh lah minimal.
      @Mario & aanhamzah
      Eh..kalo pemda kayaknya dengan pelatnya yang merah itu sudah Eksis dan bergengsi namanya.
      @mas-Giy
      Nah ini dia ternyata. Kita ternyata di jajah dan disetir kehidupannya.
      Kita akan dijajah terus jika pemeritatahannya lembek seperti sekarang ya.
      @Tiyo
      Berarti suppliernya juga ada semacam menyogok ke pemerintah. Karena Kanzen itu pabrikan kecil, sogokannya kurang, jadi kalah tender. Begitukah?

      Suka

  6. After sales service masih jadi pertimbangan ketika membeli kendaraan.Contoh utk kendaraan roda 4 hampir semua institusi Pemerintah pake produk Toyota (Avanza, Innova, Camry). Itu info yang saya dapatkan dari rekan yang bekerja di bagian logistik institusi Pemerintah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s