Pengamen Part 2


Pengamen Rambut Semir.jpg
Lihat pengamen tersebut saya jadi bertanya-tanya? Kira-kira sehari dia dapat berapa ya? Apa cukup buat makan? Atau ngamen itu cuma sambilan, selingan dan isi waktu luang?
Bukan apa-apa, kok dia masih sempat menyemir rambutnya. Apakah itu sebagai bentuk hiburan. Sebagai lambang eksistensi kah?

Lanjutan Pengamen Part 1

Posted by Wordmobi via Nokia 6120classic

Iklan

13 pemikiran pada “Pengamen Part 2

  1. belum mengerti hakikat mencari uang dan untuk apa bekerja..
    itu bocah udah gede Pakde, malah saya pernah liat bocah SD ngamen sekedar buat beli sepuntung rokok, seperti yang dibilang Om Mitra..

    Suka

  2. menurutku itu sebagai bentuk ekspresi dalam berkesenian dijalan, kadang masih banyak masyarakat kita memandang rendah kaum marjinal seperti mereka, padahal mereka ini cumanlah dampak dari ketidakadilan oknum penguasa dinegeri ini, coba kalau kalau pembangunan dalam segala bidang bisa merata dalam segala aspek, bisa dikatakan kaum tersisih tersebut tidak akan banyak bereksistensi dijalan-jalan negeri ini 🙂

    Suka

  3. mudah mudahan buat sementara
    saya pernah liat bekas pengamen (asongan)malah sukses jadi pengusaha jamu malah sukses kalau ngga salah jamunya akar lawang daerah jatilawang

    Suka

  4. itulah yang kadang membuat saya berat ngasih uang ke pengamen,,,
    mereka ngamen masih pada nyemir rambut, bikin tato, pake anting, ngerokok,,, :salut:

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s