Suzuki Axelo, Fitur Automatic Light On Kira-kira Bagaimana?


Sekarang ini sedang hangat pemberitaan tentang bebek baru dari Suzuki yaitu Suzuki Shogun Axelo. Facelift dari Shogun 125 ini membawa banyak perubahan. Namun ada satu hal yang pasti akan menjadikan orang pada umumnya. Fitur tersebut adalah Automatic Light On, yaitu lampu utama akan menyala tanpa perlu switch di on-kan dulu. Dalam hal ini switch lampu sudah tidak berguna sehingga absen dari panel di stang.

Sebelumnya di JMCS Suzuki sudah memamerkan fitur ini untuk Suzuki Titan dan Satria FU.

Namun ternyata produk yang pertama kali menggunakannya adalah Axelo.

Bisa dibilang fitur ini adalah fitur yang kontroversial. Peraturan lampu menyala sepanjang hari saja sudah menimbulkan perdebatan antara yang pro dan kontra. Dibilang boros, tidak berguna, lucu dan sebagainya. Apalagi tipikal orang indonesia yang paranoid karena malas merawat. Dalam hal ini pasti accu akan bekerja lebih, jadi boros dan seterusnya. Kenapa ya orang indonesia malas merawat aki? Hal yang sama yang berhubungan dengan aki juga pernah terjadi di Suzuki Thunder 125 keluaran pertama yang menghilangkan kick starter.

Kembali ke absennya switch lampu di Axelo, kira-kira masyarakat akan menerima atau ini akan menjadi blunder besar, yang nantinya akan harus segera direvisi?

Pendapat saya pribadi:

Fitur ini kan menjadi titik lemah Axelo. Lebih banyak yang tidak tahu fungsi Day Time Running Light (DRL), daripada yang memahaminya. Kedua, karena yang menerapkan hal ini adalah Suzuki, bukan Honda. Seperti di artikel sebelumnya, fitur motor akan menjadi trend ditentukan penguasa pasar. Fitur Automatic Light On ini sepertinya baru menjadi trend jika Honda sudah memasangnya di motor-motor keluaran produksinya. Nanti jika honda sudah menerap hal ini, motor lain yang tidak akan dibilang Jadoel. :mrgreen: Hal yang sama terjadi pada fitur Kunci Magnetik.

Bagaimana dengan pendapat anda?

foto Axelo dari TMCblog

Iklan

52 pemikiran pada “Suzuki Axelo, Fitur Automatic Light On Kira-kira Bagaimana?

  1. Peraturan lampu nyala disiang harinya jga gak tegas,sejumlah oknum pun ikut tidak menyalakan lampu utamanya…
    Jadi seperti kata pakde “siapa yang salah?”

    tolong dibetulkan klo salah,xixixii :mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

    Suka

  2. munkin di kota macet kaya jakarta da gunanya jg lampum menyala tapi klu di pedesan buat apa siang2 nyalain lampu…da da ja…wak..hehehe

    Suka

    • motornya honda/yamaha ya??? aki suzuki ga akan jebol, sebab sumber arus lampu bukan dari aka langsung (DC) tapi dari koil (AC) yg pengaruh paling bohlam lampu dan projektornya, tp untuk produk2 suzuki, dah diantisipasi bro.

      Suka

  3. kalo saya bilang suzuku adalah pioneer dalam beberapa hal dimotor bebek, sekarang tebak, siapa pelopor bebek bercakram belakang versi lokal? siapa pelopor penggunaan kunci magnetik versi lokal? siapa pelopor penggunaan indikator persneling versi lokal? siapa pelopor mesin ber cc besar versi lokal? siapa pelopor engine cut off versi lokal? jawabnya ada dimotor2 bebek suzuku semua tho? 😀

    Suka

  4. peniadaan saklar lampu mekanis (diganti dengan lampu nyala otomatis) bisa jadi ajang pengujian suzuki terhadap respons masyarakat pemotor. pakdhe mensinyalir ini menjadi kelemahan axelo, n harusnya dirintis oleh Honda sebagai penguasa pasar. kalau ternyata penjualan axelo sukses, bisa saja ini mengarah pada kesimpulan yang dibuat oleh para petinggi suzuki bahwa mindset pemotor di Indonesia sudah terbuka dengan hal2 baru. ujung2nya, mereka jadi pede nelorin GW250 di marih 🙂

    Suka

    • bener tuh. klo mw pasang switch gampang koq… bukan masalah lah…
      tapi matar gw nyalain lampu bukan aki yg jebol, tp lampunya yg meleleh…. medan panas coy….

      Suka

  5. Blunder pakdhe. Why? Saya punya kebiasaan kalo sebelum masuk area parkir pertokoan pinggir jalan,selalu matiin lampu dulu. Tujuannya supaya satpam,tukang parkir,pengunjung dan pelayan toko,serta orang2 yg suka nongkrong di depan toko ngga bakal terganggu dg sinar lampu motor saya. Begitu juga kalo kebetulan saya lewat daerah atau gang yg agak rawan dimana suka banyak orang yg nongkrong2 di pinggir jalan, saya juga suka matiin lampu. Tujuannya demi kenyamanan dan keamanan bersama. Nah,kalo saya pake motor kaya axelo gini, ga bakal bisa gitu kan? Masak sebelum masuk area parkir atau mau lewat gang,saya harus matiin motor dulu trus didorong? Ngga lucu kan? Cape kan? Kesimpulan saya, ini fitur yg ngga etis, ngga sopan, dan cenderung berbahaya

    Suka

  6. @16. van der syur – Januari 6, 2011

    kita mau hidupkan lampu atau tidak adalah hak kita.

    ======================

    Maap bro mau ngelurusin. Nyalain lampu saat berkendara bukan “HAK” kita tapi “KEWAJIBAN” kita sebagai pengendara roda dua. Ada UU-nya bro.

    Kalo soal Anda ngga mo beli motor model gini itu baru bener memang “Hak” Anda. 😀

    Suka

    • @Pak Mitra
      lha ini statusnya sudah dimatiin, ngidupin kembalinya susah.
      @Roso
      Itu modifikasi apa merusak??????? 😎
      @van der syur.
      lha memberikan fitur itu juga hak prosuden………mbulet 😛
      @Dani
      ya kalo ada yang nyusul segera…kalo dah lama biasanya dilupakan.
      @Basho & arie Sesat serta Mercon C
      heheheh iya, aku kalo ngelewatin orang juga aku matiin lampu motor.

      Suka

  7. ya nih..bisa diomelin nih ama anak2 nongkromng di gang ane malem2 gara2 kesiloan..ga sopan juga kan tuh… lagian di jalan2 tertentu nggak perlu nyalain lampu lah..ngapain di komplek pake lampu…

    Suka

    • @Rahmat
      mungkin keluaran pertama kurang laki, v_2 pake switch..dan langsung laku…..kecuali kalo Honda juga mengeluarkan motor tanpa switch lampu juga…nanti yang lain dianggap ketinggalan.
      @arif rakhman
      gambling kan.
      @Ay
      bisa pasang sendiri, tapi ribet
      @Amamoto
      benar sekali, sudah pernah diulas kok.

      Suka

  8. ^
    Betul bro. Ada wilayah yg (wajib) nyalain lampu, ada juga wilayah yg (sebaiknya) matiin lampu. Jangan samain kondisi INA dg luar negeri, dan jangan (sekali2 coba2 nekat) nyamain kelas bebek dg Ducati :mrgreen:

    Suka

    • @Cyber
      nggak tegas serta nggak konsisten……..itulah masalah hukum di indonesia secara umum.
      @diding
      malah diketawain maksudnya..
      @Kang Jamin
      Wah di Jakarta wajib hukumnya, najan njelahi 😦
      @Dnugros
      benar sekali itu semua muanya….tapi dia bukan penguasa, jadinya yaaaaaahhhh gak dianggap.

      Suka

  9. saya juga mau share lho pakde, soalnya tuh kalo malem lewat kompleks tu gak sopan aja kalo nyalain lampu di deket orang tua yang nongkrong

    Suka

  10. 8. dnugros – Januari 6, 2011

    “kalo saya bilang suzuku adalah pioneer dalam beberapa hal dimotor bebek, sekarang tebak, siapa pelopor bebek bercakram belakang versi lokal? siapa pelopor penggunaan kunci magnetik versi lokal? siapa pelopor penggunaan indikator persneling versi lokal? siapa pelopor mesin ber cc besar versi lokal? siapa pelopor engine cut off versi lokal? jawabnya ada dimotor2 bebek suzuku semua tho?”

    jawabannya : BETTUUUULLLL

    Suka

  11. Ping balik: Honda CBR 150 R Fitur Automatic Light On, Bagaimana Dengan Ini? « Learning To Live

  12. Ping balik: Axelo iniii… Akh,,, Suzuki Jangan blunder lagi donk…!! « Mercon Motor™

  13. Ping balik: Realis Axelo, Semoga 2011 Suzuki Tidak Keseleo « Menulis Untuk Belajar, Diskusi, Mengingatkanku dan yang mau di ingatkan

  14. Pendapat saya pribadi:

    Fitur ini kan menjadi titik lemah Axelo. Lebih banyak yang tidak tahu fungsi Day Time Running Light (DRL), daripada yang memahaminya. Kedua, karena yang menerapkan hal ini adalah Suzuki, bukan Honda. Seperti di artikel sebelumnya, fitur motor akan menjadi trend ditentukan penguasa pasar. Fitur Automatic Light On ini sepertinya baru menjadi trend jika Honda sudah memasangnya di motor-motor keluaran produksinya. Nanti jika honda sudah menerap hal ini, motor lain yang tidak akan dibilang Jadoel. :mrgreen: Hal yang sama terjadi pada fitur Kunci Magnetik.
    ================================================
    Setuju mas, memang Honda selalu menjati Trendsetter, tapi untuk yang kali ini, Suzuki patut diancungi jempol karna berani melakukan ini. sangat membantu konsumen kalau Pak Polisi sudah main tilang ( cuman sekarang masih anget2 tai ayam ) di padang, Pak Polisi sudah bekerja sama dengan Distributor Sepeda Motor untuk melakukan perubahan terhdap motor konsumen, agar saat mesin nyala lampu Utama langsung nyala. sangat membantu konsumen yang pelupa, sehingga tidak ditilang Pak Polisi

    Suka

  15. Saya penggemar suzuki, tapi apa benar sistem light on ini tidak bisa dimatikan saat mesin nyala. Kalau benar begitu mungkin ini kurang tepat sasaran khususnya warga yang tinggal di komplek TNI, sebab pada pos-pos tertentu sebelum masuk kita diwajibkan mematikan lampu utama jika tidak pasti mendapat teguran/hukuman “ini berbahaya”. Jadi saran saya sistem nyala otomatis “it’s ok” untuk menhindarkan kita dari pelanggaran lalu lintas. Tapi tetap harus ada tombol On/Off untuk digunakan pada tempat-tempat tertentu (seperti contoh di atas) karena hal tsb juga berarti melanggar peraturan di kompleks TNI. Jika tidak demikian kami yang tinggal di komplek TNI praktis tidak mungkin memakai motor tipe ini padahal fitur-fitur lainnya sangat menyenangkan. Sukses untuk tim SUZUKI.

    Suka

  16. Ping balik: Fungsi Lampu Motor Itu Buat Apa Sih? « Learning To Live

  17. Saya tidak setuju dengan Komentar diatas yg mengatakan ” Lebih banyak yang tidak tahu fungsi Day Time Running Light (DRL), daripada yang memahaminya. Kedua, karena yang menerapkan hal ini adalah Suzuki, bukan Honda. Fitur motor akan menjadi trend ditentukan penguasa pasar. Fitur Automatic Light On ini sepertinya baru menjadi trend jika Honda sudah memasangnya di motor-motor keluaran produksinya” lha.ini jelas memojok kan…kita sebagai penggemar Suzuki.. emang kalau ngeluarin tehnologi yg pertama Haram….kalau selain Honda/Yamaha justru malu…kalau belum mengeluarin tehnologi terbaru…..Yang komentar ini Maniak HONDA….ndak ngaruh…..sy malah salut ama komentar yg ingin lampu tetep dipasang On/Off khususnya sewaktu memasuki lingkup ABRI/TNI sepeti Komentar TNEOLIB dan SARAH bagus komentarnya.setuju itu……

    Suka

  18. Khusus untuk anggota TNI kendaraan sy rasa tetep pakai on/off untuk lampu……. karena sdh menjadi aturan kalau kita memasuki…lingkungan/markas TNI

    Suka

  19. IMHO. Semuanya balik lagi ke pihak aparat penegak hukum, konsisten atau tidak menegakan aturan yang mereka buat sendiri. Tapi menurut saya, fitur ini lebih memiliki banyak manfaat daripada mudaratnya. Saya pernah beberapa bulan tinggal di Kal-Bar dan keliling2 di sana dengan menggunakan mobil, dan sangat merasakan manfaat dari peraturan ini, karena jalan-jalan antar kota di sana(khususnya jalur Pontianak-Sambas), cukup lengang dan lurus yang sangat memungkinkan kendaraan dipacu habis2an, dengan menyalakan Headlight, maka motor akan lebih mudah terlihat walaupun jaraknya masih jauh, sehingga memberi pengendara lain kesempatan untuk menghindar dan mengurangi kecepatan, begitu juga dengan pejalan kaki yang mau nyebrang jalan, bisa tau kalau ada motor kencang yang mau lewat. Dan menurut polantas setempat(saya bisa banyak ngobrol dengan polantas karena saya bekerja sama dengan mereka) jumlah kecelakaan fatal berkurang cukup signifikan setelah peraturan tersebut di berlakukan. Kalau masalah jalan di gang, menurut saya kalau gak pakai beam, gak akan menyilaukan orang2 yang lagi nongkrong2, cuma masalahnya, banyak orang yang tidak tau etika menggunakan lampu besar, sehingga anteng aja pakai beam di gang2, n di jalan yang padat. Kalau masalah aki tekor, itu sih tergantung perawatan, dan kebiasaan ridernya(kalau mau awet, sebelum matikan mesin, pastikan sein udah mati, kalau mau hidupin mesin pagi2, ya di selah dulu).

    Suka

  20. Yah ini banyak yg gak atu ya, yg pertama kali menggunakan shutter key itu suzuki shogun 125, trus honda menyusul dst pada nyonto

    Suka

  21. alangkah bijak seseorang bila tidak menyudutkan suatu produk, jika memang light on itu peraturan ya kita lakukan saja, jika suzuki memproduksi motor dengan aturan tersebut itu berarti suzuki telah memenuhi standar keamanan, mengapa kita orang indonesia sering menghujat produk? bukan kita pelajari….
    saya punya motor 4 (empat) yaitu :
    supra 125
    yupiter Z
    kaze dan
    axelo
    dari ke empat motor tersebut punya kelebihan tersendiri dan kekurangan masing masing.
    cobalah dulu baru berkesimpulan, nyaman dan sesuai dengan selera ada di hati kita, mengapa saling menjatuhkan ?
    renungkan dan bijaklah,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s