Motor Lampu Bertudung, Bagus Nggak?


Motor bertudung lampu sudah ada sejak dulu. Sekitar tahun 80’-90’an sudah ada motor yang menerapkan tudung di headlamp ini. Tujuannya jelas agar tampak lebih sporty, karena tudung lampu yang digunakan seperti fairing mini.

Tudung lampu jaman dulu berupa plug and play, jika tudung lampu dicopot tampaknya lampu aslin yang terpisah dari tudungnya. Motor yang menggunaka tudung seperti ini yang paling banyak ditemui adalah Yamaha RX-Z. Dari merk lain diantaranya Binter AR 125, Binter GTO dan Suzuki TRS.

Ketika motor India menyerbu pasar dalam negeri, mereka juga menerap fitur ini. Tudung lampu ini tipe fix, jika tudung dicopot maka lampunya ikut lepas juga. Setelah banyak motor india, orang kemudian banyak mencari motor lain di India yang mana hampir semua motor sport di sana bertudung lampu. Baik merk asli sana maupun motor merk Jepang. Namun dari komentar-komentar yang ada di internet, rata-rata agak alergi dengan style India ini.

Apakah yang menyebabkan adalah faktor Indianya? Takut dianggap terbawa India. Atau ada faktor lain?

Padahal dari segi fungsi, tudung lampu akan mendongkrak penampilan:

  • Lebih sporty
  • Lebih rapi
  • Punya ciri khas, apalagi di malam hari. Bandingkan dengan lampu bulat yang bisa dibilang serupa ketika malam.

Buktinya Kawasaki Ninja 150 R versi terakhir ada varian bertudung.

RX Z di Malaysia versi akhir juga tetap bertudung, dengan model baru.

Di dalam negeri bahkan sempat trend modifikasi ringan dengan mengganti lampu utama motor sport dengan kedok lampu Honda Nova Dash.

Atau jaman sekarang menggunakan kedok lampu Satria FU.

Eits hampir lupa, yang ini juga namanya bertudung kan lampunya:

Jadi, motor dengan lampu bertudung, bagus nggak?

Iklan

33 pemikiran pada “Motor Lampu Bertudung, Bagus Nggak?

  1. Tergantung designnya kali ya.
    Kalo model2 nmp,pulser aku gak suka.
    Di diatas yg aku suka cuma tudung n design lampu tiger asimetris

    Suka

  2. bagusan pake tudung kang… lebih aman.
    pengalaman, pas abis goreng ikan trus letak di atas meja bentar aja lupa di tudungin abis di embat meong.

    Suka

  3. jweleks pake tudung lampu…

    Gak sip, Ga proporsional..,Nanggung, Keberatan kepala,.. Kalo jatoh, srempetan dll sebagainya rawan gores, retak baret, mahal beli sparepartnya.

    *pendapat2ku dewe yo ben tho, ini negri bedebah, lho hubungane opo? 😀
    Xixixixixix pisss motor atcha..atcha..

    Suka

  4. oh iya rata2 artikel pak maskur ki kalo di perhatikan banyak intonasi tanya di akhir…
    Hehehehuw tanpa memberi clue menurut si empunya warung..
    Entaghlah apakah untuk memberi kebebasan seluas2nya pada komengtator seperti saya mengutarakan pendapat tanpa terpengaruh opini pemilik warung…
    Ataukah Pak. Maskur mau menjaring aspirasi dari para komengtator dan menyimpulkan pada akhirnya nanti semacam survey heheheheuw

    btw.. Ya teserah yg punya blog tho? Mau nulis apa kek , mau bikin apa kek, mau di gaya kayak gimana kek, kita komengtator tugasnya skedar komeng saja betul? Xixixxi

    Suka

  5. jelek.. jelek… jelek…
    menurut saya pribadi tetap jelek..
    bahkan ninja 150 pada di lepas tuh tudung lampunya
    coba liat di jalan yg pake tudung lampu sama pake lampu kotak rx-king banyakan mana si ninja 150?
    hehehehheuw

    Suka

  6. Kalo untuk motor tua tudung terbagus gue pegang suzuki TRS, karena design tudung trs hampir mirip tudung moge,bahkan sampe sekarang diliat tudung trs gak pernah bosen.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s