Jika Aku Menjadi – Penyeberang Jalan


Di jalan, selain sebagai pengguna jalan, kita juga kadang menjadi penyeberang jalan.

Seyognyanya memang pengendara kendaraan memberi kesempatan kepada penyeberang jalan, seperti halnya di luar negeri penyeberang jalan sangat dihormati. Namun sebagai penyeberang jalanpun kita tidak cuma bisa minta hak untuk di hormati, namun juga ber-empati kepada pengendara di jalan. Jadi kita bisa memperkirakan bagaimana cara agar dalam menyeberang kita selamat dan tidak mencelakakan pengguna jalan. Pokoknya sebagai penyeberang jalan kita harus terdeteksi alias harus Eksis! Seperti halnya motor dengan lampunya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan kurang lebih adalah:

Jarak

Kita perlu memperhatikan jarak kendaraan yang lewat, kira-kira masih aman atau tidak, selain kita selamat, pengguna jalan tidak perlu hard braking yang bisa bikin celaka.

Terlihat/Eksis

Jika di malam hari carilah tempat menyeberang yang kena sinar lampu. Karena pengendara itu berkurang sekali penglihatannya di malam hari. Apalagi ketika terkena buta sesaat.

Di siang hari diusahakan kita menyeberang di area yang terbuka, jadi sebelum menyeberang, pengguna jalan sudah melihat kita yang akan menyeberang, jadi mereka sudah siap mengerem dan bermanuver. Jangan mengejutkan, misal muncul dari balik pohon atau dari balik mobil yang diparkir.

Kompak

Ketika menyeberang secara berombongan, harus kompak. Jadi harus ada semacam decision maker, yang lain mengikuti. Kalo ada yang ragu-ragu bisa menyebabkan celaka.

Gunakan Bahasa Tubuh

Ketika kita mengambil keputusan untuk menyeberang sementara jarak dengan kendaraaan yang lewat agak tipis, kita gunakan bahasa tubuh baik berupa pandangan mata atau kalo bisa gesture /kode-kode tangan. Jika merasa kendaraan yang lewat lebih cepat sampai di tempat kita menyeberang kira bisa mempersilahkan mereka lewat dulu.

===============================================

Hal tersebut perlu diketahui karena adat di Indonesia ini kurang menghormati penyeberang jalan. Penyeberang jalan bisa tertabrak karena pengguna jalan tidak mau mengerem atau kurang waspada. Namun sering kali penyeberang celaka karena ragu-ragu. Juga sering kali pengendara motor celaka karena menghindari penyeberang jalan yang ngawur. Jadi masing-masing harus ber-empati.

Kejadian lucu pernah saya alami di depan Swalayan Ratu Luwes Pasar Legi Solo (The Spirit Of Java :D). Saya berjalan menggunakan motor dari arah selatan, di depan Ratu Luwes ada bapak-bapak mau menyeberang. Saya berusaha menghormati dengan mengerem dan mempersilahkan bapak tersebut lewat. Ternyata bapak itu juga berusaha menghormati pengguna jalan dengan mempersilahkan saya lewat dulu. Akhirnya perlu waktu agak lama saling mempersilahkan jalan duluan.

Akhirnya saya ngomong  :“Pak monggo njenengen rumiyin.” Barulah bapak itu menyeberang. Kalo sama-sama sopan jadinya begitu :mrgreen:

Dalam hal ini kita juag harus hati-hati, soalnya setelah sama-sama mempersilahkan, bisa jadi sama-sama maju, malah tabrakan, jadi salah satu harus mengambil keputusan yang lain menunggu dulu.

Jika ada masukan lain silahkan ditambahkan.

Iklan

28 pemikiran pada “Jika Aku Menjadi – Penyeberang Jalan

  1. beberapa kali kejadian gtu pdahal motor sama motor mandeg kabeh 😀 – tp pernah liat di samping SGC (pasar sayur) ada bapak2 nyebrang asal sampai mau ketabrak motor, ee malah bikernya yg di gebukin pakai kubis sama bpk yg nybrang tsb

    Suka

  2. Kalo didenpasar baik penyebrang ataupun pengendara pada liar mas.
    Yg naik kendaraan tetep kenceng, yg mau nyebrang jg asal.
    Tp heranku ya pada bisa mengendalikan diri.

    Didenpasar ga sperti dulu lg.
    Sekarang smrawut.
    Yg naik kendaraan rt2 agresif.
    Ngerem mendadak dah jd budaya.
    Asal ada trek lurus, langsung pada kenceng wess

    Suka

  3. Titi Dj aja, baik biker atau pun penyebrang jalan, krn jalan adl milik brsama, btw imho pemerintah selama ni dr membaca komentar2 masyarakat di koran kurang memperhatikan keslamatan & kenyamanan pengguna jalan,

    Suka

  4. cover album paling legendaris dan ikonik. the beatles – abbey road :mrgreen:
    saya sering tuh memelankan kendaraan mempersilahkan penyeberang jalan.. eh.. penyeberangnya juga berhenti 😀 tapi kudu ati2 juga waktu memelankan kendaraan. kurang waspada bisa diseruduk kendaraan lain dari belakang.

    Suka

    • @And2 & Nurhidayat
      Itulah tipe penyeberang jalan yang kurang ber-empati bagaimana rasanya menjadi pengendara motor.
      Barangkali memang tidak pernah merasakan sebagai pihak motor, jadi menggangap dia harus diuatamakan.

      @pakbambangnunggangjaran
      Nggih pak Bambang….

      @Nick
      berarti sudah jadi stylenya, sudah terbiasa, telah menjadi budaya. Jadi bisa mengatasi keadaaan.

      @Tiyo 2010
      Yang diperhatikan gajinya saja. masih kurang terus.

      @shumy27
      harusnya begitu sayang sepertinya zebra cross kurang dianggap.

      @ardhinugros & Kang Jamin
      itu pengendara motor lain yang tidak ber-empati terhadap penyeberang.

      @Cak Poer
      lha kalo nggak ada polisi?

      @Motken
      mirip juga nggak apa-apa. Itung-itung nostalgia buat saya pernah di sana.

      Suka

  5. Setuju Mas, Tambahan saja, Menyeberang di Tempat yang sudah disediakan=kadang kadang pejalan kaki tidak menggunakan zebracross yang merupakan wilayah aman bagi pejalan kaki, kadang-kadang ada rombongan nyeberang di zebra cross, 2 orang sebelum zebra cross, dan satu orang tiba-tiba berlari setelah zebra cross. kacaukan. Jangan sok uji Nyali.

    Suka

  6. Saya pernah main di Suwon-Korea (“ada yg bayarin”), salut sama warga disana tertib berlalu lintas, saling menghormati sesama pengguna jalan, yang paling dihormati pejalan kaki tentunya. Sangat berbeda dengan keadaan di Indonesia, disini pada ga ada yg mau ngalah, klo salah malah marah marah, sangat ironi dengan julukan Indonesia yg katanya orang Indonesia ramah-tamah.

    Suka

  7. setuju ama yg diatas ini.waktu training kejepang dulu.saya sampai heran.benar2 tertib.aku kira mobil dijepang gak dipasang klakson.(hampir gak pernah dipake.semacet apapun tetep antri)
    pernah pas jalan2 bersepeda .temenku hampir ketabrak mobil gara2 gk tengok kanan kiri dulu.tp malah sopire turun nanya apa ada yg kena.dia jg minta maaf.(pdhl jelas2 temenku yg salah)
    mau nyebrang aman.semua pasti mendahulukan pejalan kaki dan sepeda.
    kapan ya indonesia begitu???????????

    Suka

    • @Pak Bon
      seperti kata pepatah : JANGAN RAGU DALAM MELANGKAH Menyeberang
      @Sarah
      Kadang orang menyeberang tidak milih2 tempat.
      @cihanshans & gaplek mania
      orang-orang yang menggunakan jalan apalagi di kota besar saya yakin mereka pernah merasakan lalul lintas luar negeri yang menghormati pejalan kaki. tapi tidak mempraktekkannya di sini.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s