Antara Cabe Dan Gelombang Cinta


Cabelampot.jpg
Dua tanaman yang pernah menjadi “mahal”.
Gelombang cinta adalah tanaman hias yang tadinya tidak dikenal kemudian menjadi tanaman bernilai ratusan juta. From zero to hero kalo boleh kita sebut. Sekarang? Back to zero sepertinya. Itulah Indonesia, orang rela membayar mahal demi suatu trend

Cabe! Tidak dicinta, tapi selalu dicari. Bukan barang istimewa. Ora mbejaji. Tapi baru terasa pentingnya ketika tidak ada. Padahal cabe adalah rempah utama masakan Indonesia. Sampai ada istilah tobat sambal, yang mengacu ketika orang berkata tobat ketika kepedasan namun selalu ingin lagi dan lagi.

Cabe sempat menjadi sayuran pasaran termahal. 100 ribu sekilo! Barang mahal karena demand lebih tinggi dari supply. Karena jumlah cabe sedikit di pasaran. Karena gagal panen, karena hujan atau karena lahan cabe sekarang disulap jadi perumahan.

Andai tiap rumah menanam cabe di area rumahnya, di dalam pot, dibawah atap. Dimana tidak terpengaruh hujan, kemungkinan tidak akan terjadi krisis cabe. Kalo kang taufik punya kebun tambulampot, bagaimana kalo kita memulai dari yang kecil : CABELAMPOT. Cabe dalam pot! :mrgreen:

Posted by Wordmobi via Nokia 6120classic

Iklan

19 pemikiran pada “Antara Cabe Dan Gelombang Cinta

  1. aku kemaren dah tanam cabe tp gatot sebab tanamannya busuk kehujanan jd wajar klo mahal, supply-nya hampir gak ada sedangkan demand selalu ada

    mas iki tower telkomsel hasil karyamu dudu? tower telkomsel mlenyek tadi malam di sukabumi cepogo boyolali :mrgreen:

    Suka

  2. Di daerahku Tegal sekarang harga cabe dah turun Pa’dhe,demikian juga dengan harga beras. Hal ini mungkin desebabkan karena stok yang berlimpah karena habis masa panen kemarin, btw, blog motor kok mbahas masalah cabe juga yak…..

    Suka

  3. mpun mas.dirumah BTN(bayar tapi nyicil) saya yg cuma 6×4 meter.ada blimbing wuluh,rambutan,belimbing,kunir,jahe,cabe rawit,cabe keriting,jeruk purut,bengle,pepaya,singkong,sere,cincau.
    beneran lo pak…hi hi hi

    Suka

  4. lha wong masalah’e iku pakde,…lombok aka. cabe butuh sinar matahari minimal 7 jam/hari…cmiiw…lha,nek nandur’e neng pot…ketutupan atap…mengko’ hasil’e yo gak isok maksimal…seng jelas iku…di dunia penanaman cabe,musim hujan = musim penyakit…mangkane harga cabe jadi PEDASSS…! btw…salam kenal buat semuanya…

    Suka

  5. Saya salut sama tetangga samping rumah walaupun pekarangan depan rumah luasnnya hanya 2×5 m ternyata bisa ada cabe, dari cabe rawit, cabe merah, cabe keriting, ada bawang merah, putih, bombay, ada sayuran dari sayur bayam, kangkung, col, sampe kentang sama jengkol juga ada, yang saya salut lagi bisa menyisakan tempat juga buat ikan lele sama ikan emas. Saking penasaranya selidik punya selidik lalu bertanya sama siempunya pekarangan , Bu kobisa komplit begini depan rumahnya? si Ibu menjawab, gampang de buat aja meja dari kayu buat dua tingkat, yang atas buat sayuran ama bumbu bumbu yang bawah buat ikan, trus tiap pagi2 buta belanja ke pasar sayur entarkan kalau habis subuh kan banyak ibu ibu beli belanja katanya …… ( ehehe ternyata tatangga sebelah warung jualan sayuran …… gaaaaaa lucuuuu kwkwkw )

    Suka

  6. @arif
    teriam kasih
    maklum lagi mobile, dan di desa dengan sinyal XL yang kurang bagus.
    @kurniawan
    Cabe bisa bikin greng!
    @Roso
    wah belum
    @Pb berarti musimnya hehehe..
    @Ridertua
    kebetulan bukan hehehe

    Suka

  7. @Adi
    sudah lewat si Jemari eh jemani , sekarang ke jerami saja
    @Kang Elsa
    di Cepogo? sepertinya bukan, selain bukan projectku, sepertinya itu dibangun lama yah
    @Tiyo
    blog motor? yakin?
    @gaplek mania
    top deh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s