Tuas Persneling Motor Di Indonesia


Sejenak lupakan yang jauh, yang ada di delaer, yang kabarnya mau launching, yang di launching di luar negeri, yang sudah ada spyshotnya, yang harganya tidak terjangkau dan hal yang masih jauh lainnya. Mari kita lihat ke bawah. Tapi bukan buat pengguna matic atau vespa. 🙂

Sesuatu yang kita injak dan atau cungkil tiap hari dan sudah bukan barang baru dan aneh. Tuas persneling. Eh! Pernahkah anda menghitung berapa kali anda menginjak atau mencungkil tuas persneling anda?

Sejauh ini, tuas persneling untuk motor harian yang beredar di Indonesia ada tiga macam.

Tipe 1

Tipe yang dianut oleh hampir semua tipe cub, yang mayoritas pola perpindahan giginya maju-maju (menambah) dan mundur-mundur (mengudangi). Tuas terdiri dari 2 pelat kecil di bagian depan (untuk shift up) dan bagian belakang (shift down). Tipe ini hanya dioperasikan dengan menginjak (depan-belakang), kurang memungkinkan untuk mencungkil, kecuali menggunakan sepatu bermaterial kuat, dan tidak takut rusak tentunya.

Tipe 2

Model yang digunakan oleh hampir semua motor sport dan beberapa cub. Coba tengok motor sport jaman dulu, pasti menggunaka model ini. Tuas depan berupa batang pendek berlapis karet, sementara bagian belakang pelat kecil. Model seperti ini bisa dioperasikan dengan menginjak (depan-belakang) dan mencungkil (depan).

Tipe 3

Bentuk seperti ini dianut oleh motor sport, baik harian apalagi untuk motor untuk balap. Hanya terdiri dari satu tuas di bagian depan. Dioperasikan dengan menginjak dan mencungkil pada bagian yang sama.

 

Dari ketiga tipe tersebut, untuk motor harian jelas yang paling fungsional adalah tipe ke-2. Karena walaupun mengoperasikan dengan mencungkil tuas bagian depan sudah cukup, kita diberikan alternatif lain yaitu untuk menginjak tuas bagian belakang. Misalnya kita berangkat kerja dengan sepatu bersemir mulus, sayang kalo sampai rusak, maka kita bisa menghindari mencungkil tuas persneling. Namun banyak yang menganggap yang paling keren adalah tipe 3 karena ada aura spotnya :mrgreen: Aura sport cuma dari tuas persneling??

Bahkan pernah diulas di M+, banyak pekerja kantoran yang memodifikasi tuas persneling Tiger menjadi seperti tipe ke-2, karena sayang sepatu. Namun ketika Byson tampil dengan tuas persneling seperti ini, banyak yang protes karena kurang keren, karena FZ 16 menggunakan tipe ke-3.

Maaf, mungkin postingannya kurang bombastis. Hanya mengajak kita kembali untuk mengingat barang sepele yang ada di dekat kita.

Iklan

37 pemikiran pada “Tuas Persneling Motor Di Indonesia

  1. FYI, kenapa dicungkil ❓

    karena sebetulnya system ini disasarkan untuk motor sport, dimana respon akselerasinya menghentak, dan ternyata dengan mencungkil responce kaki lebih cepat terutama dirasakan bagi biker suka high responce coba rasakan dech pas pengen sifting down dalam waktu cepat dan dari kecepatan tinggi, namun tangan kiri harus merespon arm hand cluth, kira2 nyaman ga? apalagi kalo settingannya dalem, pasti tumit harus ngangkat2 :mrgreen:

    http://azizyhoree.wordpress.com/2011/02/09/yang-baru-saja-saya-tau-dari-bebek-tvs/

    Suka

  2. @Nick
    Motor Suzuki bebek jadul seperti Rc 100 sudah peka model 2, tapi Titan dan Shogun FD 125 malah pake model 1.
    @j4na
    enggak cuma bebek, lha GL Pro, RX King juga pake model gitu kan?
    @Aziz
    Benar juga sih, namun buat motor harian kecepatan tidak sangat-sangat penting.
    Kalo orang kantoran yang tidak mau repot (dengan membawa sepatu khusus) dan sayang ama sepatu pasti pilih yang ada model injaknya
    @rudy & Roso
    sudah disebut di atas, matic tidak masuk kategori
    @Kang Jamin
    Sepatu harus kuat.

    Suka

  3. kalo aku lbh suka yg kaya tiger.krn kebiasaan kali ya.
    kemarin nyoba2 pake jupie mx lawas punya teman.ternyata pedal persnelingnya merepotkan yg belakang ketinggian.yg depan mau dicungkil ternyata.gak masuk kakiku.apa kegedean kaki ya.
    request mas.soal ergonomi.karena selama 3hr berburu cesi aku minjem jupiter z punya kawan.ternyata ergonominya sangat tidak nyaman.seta terlalu rendah.dan posisi footstep agak terlalu mundur.(masih standar dar dar )
    berbeda dengan motor2 honda,suzuki dan kawasaki yg sekali nyoba langsung enak.motor2 yamaha butuh adaptasi lebih lama.(yg wes tak coba jupi z,mx,scorpio,vixion,byson,)

    Suka

  4. Kalau tuas persneling saya rasa kok beberapa motor agak kurang enak ya dipakainya. Misalkan Jupiter MX, Kayak kepanjangan gitu tuasnya, jadi posisi injekan untuk ke belakangnya agak jauh Jadi harus nyungkil. Padahal di Jupiter MX ini cukup keras loh nyungkilnya. Agak kurang nyaman lah…

    Terus ada juga beberapa yang rata tuas persnelingnya dari depan ke belakang, padahal menurut saya paling baik itu Posisi injekan belakangnya agak di nunggingin, jadi ketika mau menggunakan injekkan yang kebelakang, kaki tidak perlu terlalu mengangkat.

    Suka

    • @irfan
      kecil, diinjek-injek ama ditendang lagi 😆
      @boss speed driver
      benar, kayak orang megang rokok vs samsu, tapi gak ada apinya, ya dianggurin.
      @hadi
      tapi bebek rata-rata pake model 1.
      @blognyamitra
      nah ini dia orang kantoran yang seperti saya sebut di atas 🙂
      @raiderobie
      sama juga, sayang sepatu yah hehehe….
      @Mercon C lagi Dilema
      Oh iya Blade pake itu kok
      @kilaubiru
      pasang aja gimana? jadi semacam variasi.
      @gaplek mania
      Wah aku kemarin nyoba MX kok malah terlalu tinggi setangnya. Tapi sebaliknya kalo awalnya dari Yamaha ke merk lain juga perlu adaptasi, karena terlalu enteng stangnya. Motor Yamaha memang rata-rata rendah stangnya jika dibanding merk lain. Tapi sejak MX, Vega ZR & New Jupiter Z sudah tinggi kok.
      @sijidewe aka snalpot99
      keren cuma dari tuas persneling… 😛 yang bener saja ah. kecuali sekalian footstep racing.
      @Bali Property, bejo
      sepakat
      @Rizqibe
      pernah nyoba RX King? seperti itukah?
      @az147r
      asal sepatunya mendukung.
      @cak poer
      GL Pro kan tipe 2
      @Pak Bonsai
      padahal sudah biasa gonta-ganti yah.
      @aiefz
      gunakan saja itu sebagai alternatif.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s