Yamaha SOLO


Seperti diberitakan di media elektronik, Yamaha meluncurkan motor pertamanya yang mengaplikasikan fitur lampu menyala otomatis ketika mesin dihidupkan.

Bahkan setelah Jupiter Z ini, fitur yang disebut dengan Switch on, Light on (SOLO) ini akan diterapkan di produk lain. Yang jelas disebut terlebih dahulu adalah Scorpio Z dan Byson. Hmm..kenapa ya isilahnya SOLO?

Ini adalah suatu kemajuan, keperdulian ATPM menyikapi UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Fitur yang bukan hal baru di luar negeri sana, bahkan sudah menjadi standar wajib keamanan bermotor. Bahkan sebelumnya Suzuki sudah mengawali dengan AHO-nya. Dan ternyata dari komentar di artikel tentang AHO di blog ini kebanyakan merasa tidak setuju.

Saya cuma mau membahas tentang istilah yang dipakai Yamaha yaitu Switch on, Light on. Kalo saya bilang agak sedikit rancu. Fitur lampu menyala otomatis atau juga Daytime Running Light pada motor ditandai dengan hilangnya switch atau tombol atau saklar lampu. Lha kalo Switch On Light On kan sama saja bedanya dengan Menghidupan Tombol dan Lampu Menyala. Bandingan dengan istilah Suzuki, Automatic Headlight On = Lampu Menyala Otomatis, jelas sekali otomatisnya.

Atau apakah yang dimaksud Switch di sini adalah tombol electric starter? Barangkali maksudnya seperti itu. Lha kalo pake kick starter gimana?

Iklan

44 pemikiran pada “Yamaha SOLO

    • @Adi
      Baik, selamat datang kembali di sini. memang hidip di 2 dunia genre blog agak susah bagi waktunya, hehhehe
      @Roso
      KOLO = Kick On Light On 🙂 apa Kick Byar!!!
      @Kang Ar-Dion
      Tegal saja kepriben?

      Suka

  1. Buahahahahah

    Imho ya,
    Secara maksud baik aho atau solo itu sama ya.
    Memang pengertian secara langsung lbh jelas aho.

    Switch on maksudnya udah mewakili mesin nyala.

    Kalo ditelusuri lbh mendalam, solo lebih lengkap, tp meskipun bgtu, aho cepat/mudah dimengerti/dipahami.
    :mrgreen:

    Suka

  2. switch on—>secara umum diartikan hidupkan (dalam konteks bahasa indonesia bisa jadi menghidupkan)
    kata tersebut merupakan istilah yang umum dipakai, kalo tidak ada penjelasan lain dalam satu kalimat maka harus melihat topik yang sedang dibicarakan (dalam hal ini tentu saja motor, terlepas bagaimana caranya “ngidupin” motor itu)
    😀

    Suka

  3. mungkin biar kedengeran lebih familiar pak dhe. . .
    susuki AHO ( bisa salah sebut jadi maho. . .)
    yamaha solo ( kalau yamaha semarang kan aneh. . . :mrgreen: )

    keep brohterhood,

    salam,

    Suka

  4. ah…fitur gitu aja dibilang otomatis, sama aja kabel dibendeng langsung, semua orang juga bisa. yang namanya otomatis itu kalo kunci motor di posisi “on”, mesin langsung nyala kayak mobil,ato kalo di bobol pake kunci T, otomatis motor gak mau nyala, itu baru otomatis…

    Suka

  5. Apapun namanya tetep ga stuju dg adanya peraturan DRL ni, cost produksi brkurang, harga tetap (harusnya kan turun) kualitas aki & lampu dipertanyakan (ajeg apa da prbaikan)

    Suka

  6. halah lha wong istilah saja kok, ya syah..syah saja bro…yg penting tujuannya sama……untuk kesekian kali saya tidak setuju kebijakan ini, karena:
    1. pemborosan
    2. menyilaukan mata, krn kebanyakan setingnya terlalu tinggi
    3. sebenarnya yg menyebabkan kecelakaan ini adalah bikernya sendiri, ugal-ugalan, main selongon sana -sini

    demikian

    Suka

  7. Istilahnyo boleh berbeda Mas, tapi yang penting ini sangat pantas diapresiasi, karna da kejelasn dan sangat membantu Konsumen, mudah2an menjadi Inpsirasi bagi ATPM lain.

    Suka

    • @Tiyo 2010
      Seharusny penerapan sistem ini ditunjang dengan kualitas aki dan lampu yang lebih bagus.
      Minimal kampanye perawatan aki tu bagaimana.
      atau penggunaan kiprok yang lebih besar.
      Kalo harga turun seharga switch lampu itu berapa sih?

      @varioputiih
      Bukan, bukan tentang emisi tapi tentang keselamatan.
      @bejo
      yaah, walau bagaimanapun ini mengikuti stadar luar negeri/eropa.
      @cihanshans
      telat memang…tapi lumayan lah..telat aja banyak yang tidak setuju.
      @raya
      Pertama kali diterapkan pada motor Yamaha

      Suka

    • @Sarah
      tinggal tunggu semua produk menerapkannya.
      @Kang Jamin
      singkatan mawut
      @Rizqibe
      Sistem pertama di Indonesia (buat motor Yamaha) di detik.com ada penjelasannya.biasalah motong kata-kata biar hiperbola.
      @f41z
      Kita tunggu saja kelanjutannya bagaimana…

      Suka

    • @Nick
      Analisa yang mendalam.
      @Sigit
      Tapi siap2 punah, nikmati tombol konvebsional dulu sebelum hilang dari muka bumi indonesia heheh
      @sa469
      ini analis yang labih dalam lagi hehehhee 🙂
      Motorcycle with Automatic Headlight On = MwAHO 😎 😐
      @SG
      Kalo Demak-Kudus-Pati-Rembang saja gimana.
      @Roso
      Solotigo saja = Switch On Light On Time To Go.
      @van der syur
      kalo itu dijamin tidak laku, karena terlalu mahal.

      Suka

  8. bikin boros lampu dan aki, aneh bgt. ntar klo pas bongkar2 motor dan mau setting motor masa lampu mau dihidupkan, trus klo sore2 pulang kerja masuk gang/ kampung banyak warga yang duduk2 bercengkrama kita sorot pake lampu. apalagi 2 motorku pake lampu 55 WATT, gimana coba! klo pas muter2 perumahan/ kampung mo cari sarapan di gerbang perumahan ngapain pake lampu?
    SOLO, AHO, DLR, dll ga cocok di Indonesia. diluar sono mungkin.
    ntar klo kluar jalan raya baru dihidupin kan beres.

    Suka

    • @J4na
      tinggal nunggu TPM lain
      @Adi
      top lah kalo gitu…aku juga sih hehehe
      @tiyo
      Wah kurang tahu, apakah ada perbaikan di sisi lain agar tidak terjadi hal tersebut.
      @kang_ulid
      ooo begitu yah.
      tapi kenapa yah di Eropa yang biasanya lebih ribut masalah global warming, justru sudah diberlakukan?
      apa karena di sana motornya sedikit?

      Suka

  9. sudah ad yg mneliti tentg menghidupkn lamp d siang bolong dg pemanasn global? Coba byngkn, siang bolong, panas terik, macet, n ratusan motor menyalakn lampu… Apa yg terjadi? Pemanasan globalkah? Silaukah?
    *save our earth!

    Suka

  10. kita jngn hanya mengutamakn kslamatan sesaat tp mlupakn kslamatn anak cucu kita! Global warming, efek rumah kaca! 1 org dsiang bolong ngidupn lampu tak brart apa2, tp bgaimana jka d indonesa ad 1jt motor yg didupn lampunya, kira2 ad dampaknya ga’ terhdap global warming???
    *save our earth!

    Suka

  11. Alasan dieropa dihidupkan,
    -Disana lebih jarang dapet siang,(terutama nordic cm 3-4jam matahari bersinar dibln tertentu)
    -daerahnya dingin/dataran tinggi.
    -populasi sedikit
    -lebih banyak wet season daripada dry season.
    (Lihat amsterdam,paris,moskwa,oslo,stockholm,helsinki,brussel dll..yg jalannya terlihat basah tapi gak kotor meskipun gak hujan)

    Menurut nick, kalo ditelusuri dari sisi efisien memang gak efisien, yah spt efek panas, boros aki/lampu terus mtor jadi gak bisa lari (katanya)
    Tp kalo demi kselamatan, ya baguslah.

    Susah juga sih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s