Pak Edo, Aktivis Yang Konsisten


Edo Rusyanto, di dunia blog dia adalah blogger senior, silahkan cari banyak pengetahuan di blognya. Di dunia nyata dia adalah seorang jurnalis. Namun dia juga adalah seorang aktivis. Aktivis keselamatan berkendara.

Tentang beliau, sudah ada yang pernah mewancarainya di sini

Beliau giat berkampanye tentang keselamatan berkendara lewat banyak cara. Lewat blog sudah pasti, lihatlah artikel-artikelnya yang banyak mengulas tentang hal ini. Selain itu juga beliau juga rajin menyebarkan ilmunya lewat milis, banyak sekali milis yang diikutinya. Dalam dunia nyata Pak Edo bergabung dalam Road Safety Association, dan sangat aktif disana.

Masih ada, yaitu lewat buku. Beberapa buku sudah ditulisnya. Masih ada lagi lho, yaitu secara langsung. Setiap ketemu dengan beliau, pembicaraan selalu mengarah ke sana.

Walaupun wacananya bisa dibilang terlalu saklek dan terlalu idealis serta susah dilaksanakan dalam kenyataan, namun beliau tetap konsisten berkampanye. Salah satu contoh yang agak sulit dilaksanakan adalah penggunaan sepeda motor untuk maksimal 2 orang. Ini hal yang sangat sulit dilakukan masyarakat umum, yang baru mampu beli motor. Beliau pasti tahu, bahwa ini sesuatu yang dilematis, namun tetap tidak lupa untuk membahasnya.

Dan yang paling saya salut adalah dia juga menerapkan hal tersebut kepada keluarganya. Mbah Edo ini pernah bercerita tentang anaknya yang benar-benar dilarang naik motor sampai mempunyai SIM.

Jadi bisa dipastikan anak ini bukan putra pak Edo 😆 :mrgreen: 😎

Pertanyaannya sekarang adalah. Bisakah saya dan anda bersikap seperti beliau, terutama hal terakhir di atas? Kalau sekarang saya jawab : Saya tidak yakin bisa. Bagaimana dengan anda.

26 pemikiran pada “Pak Edo, Aktivis Yang Konsisten

  1. sayangnya,,, dia gak begitu sayang ama badannya sendiri,,, safety riding tapi gak safety badan,,, ngebul terus :mrgreen:

    Suka

  2. ndilalah ngepasi dah 4 hari jalan brusaha sabar di jalan max speed 70 (tergantung sikon) tdak terpancing 4l4y baik muda ataupun stw.

    -padahal niat awal pengen tau milage si domba kalau diajak jalan santai 😀

    Suka

  3. kl gw udh b’usaha safety pke helm yg ajib+SNI,jket tbal&glove kulit kolaborasi kain,itu aja sih,,,gw jg udh pny jket protektor armor&knee protektor,tp yg dua ini jrng gw pake dgn alsn “cuma sbntar/dekat aja” &yg pasti msh pke sendal…..hehehe.

    Suka

  4. waduh….Eyang Edo kalo secara fisik dah safety, tapi daleman kagak bisa baaaahaya tuhh padhe….. kalo boleh kasih saran mulai sekarang kurangi dah rokoknya. kalo aku sendiri emang dari remaja alhamdulillah dah komit untuk tidak merokok. Btw, Aku sendiri mudah2an kalo anakku dah besar nanti ta ajari naik motore kalo dia dah SMA, karena secara usia & fisik layak naik motor dan ada tapinya nih… dia juga harus bikin SIM C, biar laik jalan…

    Suka

  5. jawabannya terkahirnya sama seperti sampean pak de, lha kalo bawa motor cuman berdua, gimana dengan anak? padahal kalo mo pergi kepasar aja yang jaraknya 200m dari rumah, anak pasti rewel minta ikut 😀

    Suka

    • @Pak Edo

      Eh ada aspirasi dari anak muda (Rifky) dan anak tua (Benny) tuh, eh Tiyo juga
      gimana, kira-kira diterima atau mau tidak terima hehehehheehe….
      Itu salah satu bentuk perhatian dan penghargaan lho…

      @Rosso & Dnugros
      Kalo kepada anak dan keluarga barangkali perlu sedikit dipaksa.
      Yang aku bilang susah itu seperti pendapat Dnugros, kalo bepergian masa anaknya mau ditinggal.
      @Tiyo
      Aku sudah membayangkan betapa susahnya nanti melarang anak naik motor baru pada umur SMA (17 tahun). Dimana godaan dan bujukan serta ejekan teman sekolahnya bisa mengalahkan segalanya.
      @J4na
      ngebul..iya lho..
      @Az147r
      Silahkan di apresiasi dan dipraktekkan.
      @Nur
      selamat berlatih sabar, ingat istri dan calon anak di rumah 🙂
      @softech_niQ
      Yang lain juga begitu lho…blogger terkenal lain juga begitu hehehehehe..
      @Adi
      orang tuanya tidak tahu atau memang sudah menolak permintaaan anak karena godaan.
      @Evilnine
      benar, yang muda jangan sampai kalah…
      @pakbambangnunggangjaran & raiderobie
      silahkan berusaha

      Suka

  6. kalau anak kita belum punya SIM

    sebisa mungkin kalau ada waktu antarlah anak kita sampai ke sekolah, atau kalau mau lebih mendidik, kasih uang saku untuk naik angkutan umum, agar si anak mengerti arti perjuangan kalau ga mau, kasih aja dia sepeda onthel (itulah yg digemblengkan ke ane dulu gan) 🙂

    salam 234 buat mbah Edo
    >> salam (contra mercon) :mrgreen:

    Suka

Tinggalkan Balasan ke cak poer Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s