Kopaja & Metromini, Banyak Dicaci Maki Tapi Tetap Dicari


Kopaja dan Metromini, barangkali yang membaca artikel ini lebih melihat dua kendaraan umum ini sebagai musuh. Kopaja dan metromini (dan juga yang sebangsanya misalnya Koantas dll) sering dituduh sebagai penyebab macet dan sebagainya. Memang sopirnya sering ngawur, ngebut di sela kemacetan, berhenti tiba-tiba, ngerem mendadak, bermanuver gila, menerobos lampu merah dan sebagainya.

Manuver yang dilakukan itu perlu skill tinggi lho. Ada yang berani nyoba?

Tapi lepas dari predikat yang buruk-buruk tersebut mereka masih dibutuhkan. Di jam-jam tertentu selalu terisi penuh, bahkan untuk beberapa jalur most wanted, sampai keluar dan begelantungan di pintu. Karena murah, cukup dengan 2000 perak kita bisa naik dari Lebakbulus sampai Senen misalnya. Bus-bus ini juga punya jalur yang masuk ke dalam, serta bisa berhenti dimana saja.

Sebenarnya secara fisik, rata-rata kendaraan tersebut kurang layak jalan. Selain mesin yang sudah berumur, kasar, sumber polusi serta tidak nyaman. Interior dan tempat duduk buat penumpang juga tidak nyaman. Misalnya kursi plastik yang keras dan jarak kursi yang terlalu dekat sehingga lutut penumpang menabrak kursi depannya.

Mengenai kebiasaan mengerem mendadak sebenarnya tidak sepenuhnya salah mereka. Para penumpang pun sudah biasa turun dan naik senaknya, mereka sebagai penyedia layanan otomatis melayani kemauan penumpang.

Contohnya ketika bus sedang berjalan cepat, tanpa persiapan tiba-tiba ada penumpang yang tidak bilang :”Kiri Bang!”

Peraturan juga tidak pernah tegas, tidak ada pendidikan kedisplinan di sini.

Harusnya pemerintah peka akan hal ini. Kenyataan bahwa bus-bus tersebut masih dibutuhkan, harusnya memperbaiki layanan dengan mengganti dengan armada yang lebih layak, atau setidaknya mem-facelift yang sudah ada. Setidaknya agar nyaman digunakan. Bahkan kalo angkutan semacam ini di buat lebih bagus baik armada, sistem serta moral pengemudinya, bisa jadi akan menarik pengguna kendaraan pribadi untuk berpindah, jadi kemacetan bisa berkurang.

**penulis adalah pengguna kendaraan umum**

Beberapa penampakan di dalam Kopaja/Metromini:

Kokpot salah satu Metromini 72 jurusan Blok M – Lebak Bulus:

Lampu indikator sein:

Kalo ini agak mendingan, kursi empuk, sandaran tinggi, ada pengharum ruangan, ada hiasan gantung bahkan ada hiasan yang  bisa bergerak-gerak seperti pada mobil pribadi. Ini adalah salah satu metromini jurusan Blok M – Ciledug

Kopaja ternyata juga mengkanibal kursi Metromini, ini saya temui di Kopaja 19 jurusan Ragunan – Tanah Abang.

Yang seger-seger juga ada lho:

Seger-seger tuh, mangga potong, jeruk santang dan anggur juga ada.

Iklan

21 pemikiran pada “Kopaja & Metromini, Banyak Dicaci Maki Tapi Tetap Dicari

  1. yg bawa seger2 pramugara tuh.
    joknya minimalis banget .kalo ngerem pasti melorot.aku males banget numpak bis kota.gak ada yg bisa menampung dengkulku.persis kaya foto diatas.paling2 agra mas jurusan cikarang tangerang yg eks jepang.

    Suka

  2. @Gaplek
    milih yang tempat dekat pintu, samping sopir, atau bangku paling belakang.
    @PB
    wah belum pernah ke Negara lain.
    @Roso
    wah didikan orang tuanya pasti.
    @Varioputih
    Kalo sampe mogok total, semua repot

    Suka

  3. Betul Padhe, sarana transportasi yg murmer, bersih, aman dan nyaman, jelas jadi impian kita semua, para biker &mobiler akan pd pake sarana ni, dan tentu hal ini bs mengurangi angka kemacetan. Ayo Pemerintah Dki… Bangun… Wujudkan mimpi rakyatmu.. Kalo ga mampu.. Cukur aja kumis tebal ntu…

    Suka

  4. Widihh…, gue seneng banget klo naik kopaja supirnya ngebut. wihh…, keren banget bus segede gitu bisa nyalip nyalip asyik men…, udah kaya mobil balap, klo oper giginya itulohh lincah banget Haa…, punya skill tinggi kali yahh… di jalan tol nyalip-nyalip terus jadi cepet nyampe dehh ke sekolah

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s