Tenyata Aku Pernah Celaka Karena Memakai Sandal


Suatu hari di tahun 2002, saya masih sendiri (baca : jomblo) dan masih berusaha mencari calon pasangan hidup. Karena saya waktu itu belum punya motor, namun keinginan untuk tidak sendiri lagi itu begitu kuat, maka dengan melupakan rasa malu apalagi rikuh pakewuh, saya meminjam motor milik teman kost saya.

Dengan mengendarai Astrea Grand tahun 1998 saya menyusuri jalanan kota Solo. Mulai Jalan Ir. Sutami melintasi Jalan Juanda di kawasan Jagalan kemudian melewati Jalan Kapten Mulyadi. Berlanjut melintasi Gading dan Jalan Sudiarto, Solo Baru, Grogol, Pondok akhirnya sampailah di tempat tujuan, suatu desa sentra Gitar di Kecamatan Baki Sukoharjo.

Ternyata yang dituju baru saja kembali ke tempat kuliahnya di daerah Babarsari. Jaman itu Ponsel belum semua orang memilikinya termasuk “dia”. Hmmm… akhirnya ngobrol dengan orang tuanya saja, walapun tema pembicaraan hanya sekedar basa basi.

Kurang lebih 1,5 jam kemudian saya pulang ke Solo melewati Jalan Yos Sudarso yang memang cocok buat ngebut. Di jalan banyak ketemu saingan dalam selip-menyelip di padatnya jalur setelah masuk Tanjunganom, Nggemblegan dan seterusnya. Sampailah saya di lampu merah Depan Kantor Pos yang menyala merah. Di sana motor-motor tampak tak ubahnya di garis Start suatu balapan.

foto : arumsekartaji.wp.com

Ketika lampu hijau menyala, dengan kemampuan dan kegilaan saya dalam start (mirip Dani Pedrosa :mrgreen:) saya memenangi start tersebut beberapa meter. Sampai akhirnya menjelang tikungan depan Balaikota Solo sebuah motor yang lebih superior mengovertake saya. Dengan segala kemapuan saya mengejarnya, sampai dekat jam di persimpangan Pasar Gede motor tersebut masih bisa dibuntuti.

Di perempatan tersebut tampak ada sebuah mobil Suzuki Carry dari Jalan Ketandan menuju Jalan Suryo Pranoto, yang artinya jalurnya berpotongan dengan saya. Karena sedang asyik mengejar motor tadi, dan pengemudi mobil sedang sedang menyawasi jalur dari sehingga tidak mendeteksi keberadaan saya, maka BRAKKKKK!!!!!!!!!


Terjadi tabrakan! Saya merasa agak sakit, namun yang pertama saya cek adalah Motor. Karena itu adalah motor pinjaman. ternyata motornya tidak apa-apa, hanya footstep kanan agak mundur sedikit. Sementara sang mobil tampak patah spion kiri dan bemper depan juga lepas.

Setelah ditolong beberapa orang dan polisi datang akhirnya saya duduk di pinggir jalan dan mengecek kondisi diri. Siemens C35 tampak mau lepas casingnya dan sandal jepit yang masih baru putus. Lalu jempol kaki kanan saya berdarah, ketika dipegang ada serpihan daging tertinggal di tangan saya. Kukunya juga mau lepas. Huh!, bagi yang sudah pernah mengalami kuku lepas, silahkan dibayangkan sendiri betapa linu rasanya.

Akhirnya jempol kaki saya harus dijahit dan kukunya dilepas sekalian ketika dirumah sakit. Siksaan datang lagi ketika cek rutin dan perban penutup kukunya diganti. Sampai nangis menahan linunya.

Suatu pelajaran bahwa sandal itu kurang melindungi kaki dan pentingnya sepatu ketika berkendara.

Iklan

24 pemikiran pada “Tenyata Aku Pernah Celaka Karena Memakai Sandal

  1. klo jarak jauh sy jg kapok pke sndal,prnah ke bndung pke sndal hak tinggi,pikirnya ah siang,ga bkal kdinginan klo kena angin,pas via pdalarang jalanan mcet,brhubung pingin cpet maka ambil knan,pas diblakang bus eh pas bnget diblakang knalpot bus,ampunnnnnn kapok,kena uap panas knalpotnya,yg krasa bnget ya kaki,krna nggak tertutup,sdang bdn ketutup smua,kaki kaya dipanggang diuap api,kapokkkkkkk

    Suka

  2. waaah.. mirip sekali dgn kejadian yg menimpa saya sebulan lalu. Saya jatuh kesundul motor dari blkg pas mo brenti di lamer. Saya pake sepatu kerja, tp kena gesek tuas rem pulsar jadi sobek dan kena kaki, kuku jempol sompal dan pangkal jempol sobek. Wuihhh.. ngilu bgt rasanya pas di RS. harus bolak-balik buat lepas perbah, bersihin, lepas benang jahitan. sampe merinding klo inget.
    Skrg saya udh beli sepatu biker tomkins. lumayan lah murmer tp relatif kuat buat lindungi kaki.
    Oh ya, om maskur tumbuh kuku-nya brp lama?

    Suka

  3. pentingnya safety gear… Kadang juga bisa mleset kalo pake sendal jepit. Mau nahan kopling waktu turun gigi, eh ga sengaja sendalnya mleset. Langsung selip dah ban belakang… 😀

    Suka

  4. walah aq jalan2 kota2 juga cuman pake kaos, celana jeans, jaket, plus sandal jepit merk eiger. Tapi kalo start ngga mirip kaya dani pedrosa soale pake Vespa, mana ada dani pedrosa pake vespa 😀

    Suka

  5. Ini luka di sepatuku saat jatuh menabrak asu gede dalam kecepatan tinggi pada 2005 silam. Ngeri membayangkan jika memakai sepatu biasa atau sandal.

    Tampak dekat

    Suka

  6. jalan di sukoharjo-solo emang menggoda buat gaspoll.
    aku juga ngeri kalo pake sendal.soalnya pernah kelindes innova di lamer.untungnya pake sepatu kerja yg ujungnya ada besinya

    Suka

  7. Sy juga pernah mengalami kecelakaan saat dibonceng, msh untung saat itu sy memakai helm jelana jean dan sepatu yg tertutup bagian depan,kalau tdk bisa dibayangkan, helm pecah, celana jean sobek,dan sepatu masih melindungi kaki,hingga hanya lecet2 yg tdk terlalu parah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s