Inilah Solusi Kemacetan Di Jakarta


Setiap hari bertemu kemacetan?

Setiap hari stress dengan kondisi lalu lintas?

Masih mengharapkan tindakan pemerintah yang tak kunjung ter realisasi?

Menunggu pemerintahan baru yang lebih baik?

Sebenarnya mudah saja menyikapinya, terimalah apa adanya kodisi yang ada, anggaplah suatu kewajaran, nikmati semuanya solah itu hukum alam. Dibanding kita berkaluh kesah, mengumpat, emosi atau demonstrasi, malah menambah masalah.

Atau….ada solusi lain? Meninggalkan Jakarta adalah satu solusi.

Ahhh..itu kan karena dirimu dapat kerjaan baru di daerah?

Entah bagaimana caranya, coba bayangkan andai dalam tahun ini, dari setiap kantor ada karyawannya yang resign dan meninggalkan Jakarta kira-kira tahun 2012 kemacetan berkurang atau tidak?

Iklan

21 pemikiran pada “Inilah Solusi Kemacetan Di Jakarta

  1. Ada solusi yang agak frontal tapi dijamin pasti…

    Pas waktu naik taksi dari sukerno hatta ke hotel, sopir taksi yg dari medan bercerita tentang kemacetan di jakarta yang tak ada habisnya… trus saya iseng nanya, kira-kira solusinya apa bang??? dia jawab ” minta sama Korea Utara untuk mengarahkan rudalnya ke jakarta, habis itu rudal ke Jakarta, di jamin 2/3 warga jakarta akan meninggalkan jakarta”….. saya nanya lagi ” loh sampean juga ikut meninggalkan jakarta donga bang???” di jawab ” ya aku lari dulu sebelum di rudal!!!” aku langsung nyeletuk “itu namanya enak disampean gak enak di orang dong” xixixiix….

    Suka

  2. solusi nya emang bener jakarta harus dikurangi jumlah penduduknya…padet banget itu, nah orientasi orang rata-rata ke jakarta karena dalam hal penghasilan ketika kerja dijakarta kata nya sih besar…gak heran orang pada berbondong-bondong ke sana…tapiii sebener nya antara penghasilan dengan biaya hidup juga setimpal, contoh nyata seandai ny mobil minum pertamax + lalu bertemu macet ampe berjam-jam jalan dikit matiin mesin…jalan dikit matiin mesin…atao bahkan mesin di biarkan nyala langsam apa gak boros ke konsumsi BBM ny? logika nya pasti lah boros + hidup AC pula…nah sbenernya bicara soal penghasilan ujung habis-habis nya sama aja dengan kerja di daerah, cuma yg di daerah tingkat stressnya rendah…efeknya? paling nyata orang-orang daerah gak cepet naik pitam, senggolan dikit ah cincai lah…bla bla bla maaf bla bla bla maaf…slesai…kecuali tabrakan parah itu mah panjang critanya + urusannya dengan polisi…
    ahahahay…gimana…

    Suka

  3. Intinya, jangan ada lg pembangunan gedung bertingkat di jakarta, kalaupun ada, harus di luar jakarta, untuk perluasan, itu aja, cukup, di jamin manjur…

    Suka

  4. pindah ibukota pemerintahan ke misalnya palangkaraya/ banjarmasin..kan enak jadi jakarta sebagai pusat ekonomi aja pusat pemerintahan dan administrasi, departemen2 ada di daerah lain

    Suka

  5. Wakakakaa…
    mentang-mentang arep pindah…

    Tenang baen mam, ngko nang tempat anyar dijamin ora ana macet, mlebu jam tengah wolu, jam 7.20 nembe mangkat kang ngumah ya wani

    Suka

    • @all
      Foto itu adalah kemacetan di jakarta terakhir yang saya alami.
      artikel ini dipublish ketika saya sudah di daerah.
      memang sebnarnya ini sesuatu yang sangat subyektif… 🙂

      Suka

  6. podo wae pakdhe.mungkin cilacap sih longgar.tapi solo,jogja,semarang dan sekitarnya?mungkin yg setingkat orang pintar macem sampeyan sih oke2 saja,krn masih banyak dibutuhkan.tp yg model rakyat jelata(buruh pabrik,kuli bangunan dll)pesona upah yg lebih layak+gedhe di jakarta benar2 menawan..apalagi pt2 di daerah yg notabenenya milik pribumi/saudara kita yg minoritas itu kbrnya lebih ‘kejam’ drpd yg pma asal jepang..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s